***
Blurb..blurb.
Suara gelembung ditiup dari dalam bak air, Wang Qi Qi melakukannya terus-menerus hampir setengah hari. Ketika ia merasa pikirannya kacau, ia akan menenggelamkan dirinya dalam bak mandi bundar dengan sesekali muncul ke permukaan untuk mengambil napas.
Gadis itu membuka mata, sambil menyandarkan tubuh pada bak mandi Wang Qi Qi kembali memikirkannya. Bagaimana bisa Kang Wu Jie datang dan mengatakan hal itu kepadanya?
Sebagai gadis yang tidak pernah mengalami yang namanya jatuh cinta, Wang Qi Qi sudah jelas tampak kebingungan. Haruskah ia menerima atau justru menolaknya?
"Yang Mulia, Pangeran Negeri Bei Zhou ingin bertemu dengan Anda," ucap sang Dayang di balik tirai kamar mandi dengan sangat hati-hati.
Wang Qi Qi terdiam sejenak, ia memikirkan sesuatu. Karena jawabannya sangat dibutuhkan, ia hanya mengangguk lalu mengiyakan. "Suruh dia untuk menungguku sebentar lagi."
Wang Qi Qi kembali menenggelamkan tubuhnya ke dalam bak mandi. Mendengar nama Kang Wu Jie saja relung hatinya berguncang, entah apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Merasa cukup lama berendam di bak mandi dengan air hangat, Wang Qi Qi bergegas keluar dan memakai kainnya. Dengan dibantu beberapa dayang, Wang Qi Qi sudah cantik dan siap untuk bertemu dengan Kang Wu Jie.
"Dayang tolong beritahu Pangeran Kang Wu Jie untuk menemuiku di sini sekarang," pinta Wang Qi Qi tanpa menatap dayangnya.
"Baik Yang Mulia Ratu," angguk sang Dayang lalu undur diri guna menyampaikan pesan sang Ratu pada Kang Wu Jie.
Gadis itu memakai aksesoris rambut dengan jepit yang sangat cantik, rambutnya yang sedikit basah menambah kecantikan alami sang Ratu. Mata phoenixnya perlahan menyorot ke arah pintu, tak lama kemudian Kang Wu Jie datang ke hadapannya.
Setelah menyunggingkan senyum, Kang Wu Jie membungkukkan badan pada sang Ratu. Mereka bertatapan cukup lama hingga akhirnya Wang Qi Qi mengangkat sedikit tangannya guna menginstruksi agar sang Dayang keluar dari kediamannya.
"Ada apa Pangeran Bei Zhou? Aku harap kau senang tinggal di Peng Lan," sapa Wang Qi Qi seraya mempersilakan Kang Wu Jie untuk duduk di hadapannya.
Senyum Kang Wu Jie merekah, ia tampak seperti bunga yang cantik di kala musim gugur. "Yang Mulia, tanpa Anda bertanya sedikitpun sudah terlihat di wajah hamba jika hamba bahagia tinggal di Peng Lan."
Wang Qi Qi tersenyum simpul, ia terdiam cukup lama hingga akhirnya dayang muncul guna menyajikan minum dan beberapa cemilan di depan meja mereka.
"Wang Qi Qi," suara Kang Wu Jie terdengar begitu lembut dan mendayu. Siapa saja yang mendengarnya sudah pasti akan tergoda begitu pun Wang Qi Qi saat ini.
Mendengar Kang Wu Jie memanggilnya dengan sangat manja, Wang Qi Qi hanya mengalihkan tatapan ke arahnya tanpa bersuara sedikit pun.
"Aku ingin tinggal di Peng Lan dengan jangka waktu yang sangat lama, aku rasa aku perlu meminangmu untuk mewujudkannya."
Mendengar kata 'meminang', Wang Qi Qi terlihat gemetar. Jemari lentiknya tampak gugup membuat Kang Wu Jie sedikit mengalihkan tatapan ke arah jemari lentik itu lalu tersenyum dengan malu. "Kau tak perlu gugup, Qi Qi. Dengan meminang, aku bisa tinggal di sini jauh lebih lama dan tentunya-," Kang Wu Jie memberi jeda pada ucapannya, matanya yang penuh pesona menatap kembali mata phoenix di hadapannya. "Aku bisa melindungimu."
Melihat ketulusan yang terpancar dari wajah Kang Wu Jie, siapa saja pasti akan mengiyakan begitu saja. Namun Wang Qi Qi tak juga menjawab, ia tertunduk sejenak guna memikirkannya. Merasa bahwa Wang Qi Qi belum mempercayainya, Kang Wu Jie merasa kurang senang. Diberanikannya ia memegang jemari itu dan meremasnya lembut, "Apa kau sudah menyimpan pria lain dalam hidupmu?"
Wang Qi Qi terhenyak, pandang matanya kembali tertuju pada Kang Wu Jie yang kini terus memperhatikannya. "Aku sedih jika tahu kau sudah memiliki pria lain dalam hidupmu. Wang Qi Qi seumur hidup aku tidak pernah melukai perasaan gadis mana pun, dalam hidupku baru sekali aku jatuh cinta dan itu hanya padamu. Entah apa yang akan aku rasakan jika memang kau sudah memiliki pria lain dalam hidupmu."
"Aku-, aku tidak menyukai siapapun. Aku tak punya pria dalam hidupku," jawab Wang Qi Qi sedikit malu. Wajah cerah mendadak menyelimuti Kang Wu Jie, harapannya seolah tidak bertepuk sebelah tangan.
"Benarkah? Semoga ini adalah kabar baik yang aku dengar Wang Qi Qi. Jika kau berkenan aku akan melamarmu secepat mungkin, aku akan segera pulang dan mengatakannya pada Ayah Kaisar," ungkap Kang Wu Jie penuh bahagia.
Wang Qi Qi terdiam, entah apakah ia harus bahagia atau sebaliknya. Mengingat ada Li Tang Shi, wajah Wang Qi Qi seolah diterpa hawa dingin. Pria kejam itu mengaku suaminya namun sekali pun ia tidak pernah memperlakukannya dengan lembut. Jadi-, apakah salah jika ia mengatakan jika ia tidak memiliki pria lain? Jika Wang Qi Qi menikah resmi setidaknya ia bisa terhindar dari perlakuan buruk Li Tang Shi dan perjanjian gelap itu akan segera berakhir.
"Wang Qi Qi," tatapan mata Kang Wu Jie begitu memabukkan hingga Wang Qi Qi lama terdiam hanya untuk menatap sepasang mata sempurna tersebut. Jemari mereka saling tertaut entah sejak kapan hingga akhirnya suara penjaga di luar kediaman mengumumkan akan kedatangan Menteri Pertahanan dalam Negeri.
"Yang Mulia Ratu, Menteri Pertahanan ingin melapor untuk Anda," suaranya terdengar berat namun jelas.
Wang Qi Qi sadar, ia melepaskan tautan tangan Kang Wu Jie lantas mempersilakan Menteri Pertahanan untuk segera memasuki ruangan.
Tak lama kemudian sosok pria paruh baya datang lalu membungkuk hormat padanya.
"Hidup Yang Mulia Ratu, hamba ingin melaporkan bahwa pemberontakan di Gunung Yang Dong sudah bisa dibasmi. Panglima Li Tang Shi masih dalam perjalanan pulang ke istana," lapornya dengan bangga.
Wang Qi Qi tak berekspresi, sudah pasti jika pria itu bisa menyelesaikan semuanya dengan mudah. Tidak ada yang meragukan kemampuan seorang Li Tang Shi sedikit pun.
"Baiklah, siapakan acara penyambutan seperti biasanya," instruksi Wang Qi Qi sedikit tak berminat.
"Baiklah Yang Mulia," angguk sang Menteri lalu undur diri dari hadapan Wang Qi Qi.
Gadis itu sedikit bermuram, wajahnya yang secerah matahari berangsur lenyap.
Melihat perubahan ekspresi Wang Qi Qi, Kang Wu Jie merasa cemas. "Wang Qi Qi kau tidak apa-apa?"
Tersadar, Wang Qi Qi mengulum senyum lalu menggeleng pelan. "Aku tidak apa-apa."
****
Kuda putih Li Tang Shi berjalan pelan, seusai perang ia memilih menikmati perjalanan sesantai mungkin. Dengan membawa pasukan elang yang berjumlah sekitar 50 orang, Li Tang Shi kembali meraih kemenangannya.
"Tong Li, menurutmu siapa Kang Wu Jie itu?" Li Tang Shi mendadak bertanya pada Tong Li, tangan kanannya yang sangat ia percaya.
"Yang Mulia Pangeran, Kang Wu Jie adalah putra mahkota Bei Zhou. Dia terkenal sebagai pangeran yang cerdik dan pandai berperang. Keluarganya memiliki pengaruh besar di dunia, Bei Zhou memiliki wilayah besar, dua kali lipat dari Peng Lan," jelas Tong Li dengan detail.
"Aku tak peduli dengan segala kekayaan dan kehebatannya. Aku hanya ingin tahu apa hubungannya dengan Wang Qi Qi?"
Tong Li terdiam sejenak, pria berwajah lumayan itu menunggangi kuda hitam di belakang Li Tang Shi tak kalah pelan dan santai.
"Mereka sahabat masa kecil Yang Mulia, ada desas-desus jika memang mereka sudah dijodohkan sedari kecil. Ketika Wang Luo Yun melakukan pemberontakan, Kang Wu Jie sendiri tengah belajar di salah satu gunung tertinggi di Bei Zhou."
Mendengar informasi tersebut, Li Tang Shi terdiam cukup lama. Melihat tuannya sepertinya tidak senang, Tong Li memberanikan diri untuk bertanya, "Yang Mulia, apa ada yang bisa saya bantu untuk Tuan?"
"Tidak. Lakukan tugasmu seperti biasa."
"Kang Wu Jie-,"
"Itu adalah urusanku, biarlah aku yang mengurusnya," sahut Li Tang Shi tenang. Pria itu lalu memacu kudanya sedikit lebih kencang, ia harap ia bisa kembali ke istana sebelum larut malam.
Mendengar Tetua istana menyebut nama Kang Wu Jie dengan tak biasa, Li Tang Shi merasa perlu waspada. Pria setengah siluman tersebut mencium aroma tidak beres di istana. Entah kenapa ia merasa jika inang-nya akan terenggut darinya dalam waktu dekat.
Jika memang Kang Wu Jie ingin memiliki Wang Qi Qi, satu hal yang harus Li Tang Shi pastikan, ia harus mendengar kesanggupan Wang Qi Qi secara langsung di depan matanya.
"Tong Li, ayo bergegas! Siluman tidak suka memperlambat pekerjaan."
*****