|Part 0A|

1046 Words
Threat. Apakah mungkin ancaman mengubah benci jadi cinta? Jika percaya, silahkan dicoba. Peta membuka jendela dan membiarkan cahaya masuk ke kamarnya. Ia baru saja selesai mengerjakan tugas kantor. Ia sedang tertarik mencari informasi mengenai Mas Joko. Ia harus tahu kekurangan hidup seorang Mas Joko. Walau sampai kapanpun, ia tak akan pernah membalas cintanya. Malang sekali nasibmu Mas Joko. Nama : Joko Wijaya Kastadi Pekerjaan : Design Architect di Bloblo.com Kisah hidup : (ini tidak bisa disebut sebagai aib) Lahir dari keluarga broken home. Hidup seorang diri tanpa anggota keluarga. Ia hanya punya saudara jauh. Peta jadi sedih saat mendapat informasi itu. Ia tak tega. Ia langsung tak berselera untuk mencari informasi lebih lanjut tentang Mas Joko. Nasib buruk orang lain seperti kaca untuk manusia bersyukur atas hidupnya. Dan sadar kalau dunia tidak sejahat itu kepada kita. Ada yang diberi porsi kesakitan lebih banyak. Mereka aja bisa bangkit. Kok kita gak iso? Saatnya beralih pada Mas Yuyus. Ia ingin tahu lebih dalam tentang dosen itu. Ia harus berhasil masuk ke website khusus dosen. Ia akan coba hack tanpa meninggalkan jejak. Ia butuh akun Mas Yuyus. Tapi rasanaya tidak mungkin deh. Bagaimana caranya ia bisa dekat dengan Mas Yuyus? Ya kali dengan ngegodain? Impossible. "Kamu lagi ngapain sih?"tanya Benny saat baru saja tiba di apartemen Peta. Peta langsung menutup laptopnya. Ia tidak mau Benny sampai tahu apa yang ia perbuat di siang bolong ini. Kalau dia tahu, bisa ditebas pake omelan yang panjang kali lebar kali tinggi. Harus dicari luasnya. Dan itu lama. "Gue lagi kerja Ben. Lo bawa apa tuh?" "Nasi padang. Ayo makan!" Peta langsung bersemangat untuk makan berdua dengan Benny. Benny tampak senang bisa membuat cewek itu bahagia. Dengan makanan saja, mood nya bisa baik. Tapi jangan salah. Dengan masalah sepele pun, dia bisa berubah jadi monster. Labil dan gak jelas.  "Oh ya Ta, aku mau ngomong sesuatu." "Hah? Apa?" "Bapak sama ibu besok mau berkunjung. Kamu gak mau ketemu?" Duarrr!! Bagai petir di siang bolong. Peta bergidik ngeri saat Benny mengatakan hal itu. Jelas ia tidak mau. Tidak mau dan tidak akan. Lebih baik ketemu Mas Joko deh. "Engga ah. Aku gak mau ketemu mereka." "Hmm, ya udah gapapa. Setidaknya kamu titip salam kek." "Iya aku titip salam. Terutama sama bokap lo." "Iya, entar aku sampein." "Tapi Ben, emang mereka pernah nanyain aku?" "Pernah. Tapi nanyanya ya gitu." "Ya gitu gimana?" "Bapak bilang, kamu masih pacaran sama si Pelita itu? Kapan putus?"seru Benny sambil tertawa. Dia bisa bercanda. Tapi jelas kalau bokapnya Benny berharap banget mereka putus. Itu sudah pasti. "Tuh kan, lo mau bunuh gue sih kalau ngajak gue ketemu mereka. Ih, ogah!" "Iya deh, iya." Setelah makan siang, Benny langsung pulang setelahnya. Ia harus mengejar dosennya untuk menyelesaikan skripsi yang tak kunjung kelar. Peta berkemas hendak ke kampus. Ia ingin menikmati kesendirian di perpustakaan sembari mencari informasi tentang Mas Yuyus yang akan ia sebarkan di Channel Telegram 404. Tanpa identitas dan tentu minim risiko. Namanya juga Pelita, punya akal dan pikiran yang unpredictable. Tibalah ia di perpustakaan. Ia duduk dan membuka file rahasia miliknya. Tiba-tiba, seseorang datang dan mengagetkannya. Pangeran Simanjuntak. Cowok tertampan di perpustakaan. Untuk saat ini. "Hey Ta. Lo lagi gak kerja?" "Eran? Iya nih, gue kerja dari rumah. Biasa, lagi gak ada project." Cowok itu langsung duduk disampingnya sambil membuka laptop. Ia sedang mengerjakan tugas kantor. Staff IT memang bisa kerja di mana saja di segala tempat. Asal ada kuota internet dan arus listrik. Kalau itu menghilang, udah deh. Gak ada harapan. "Ran, lo kerja di Bukalawang kan? Gue boleh nanya-nanya gak?"tanya Peta. "Hmm, boleh."balas Eran tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya. "Kerja disana worth it gak buat gue yang lagi ngejar karir?"tanya Peta sok asyik, padahal emang beneran asyik. "Hmm, gini loh Ta."ucapnya sambil tatapan mata yang bertemu dengan mata Peta. "Kalau di Bukalawang itu emang fun banget buat anak muda kayak kita. Tapi pressure nya besar banget. Gue aja sampai pusing mikirin tugas kuliah sama tugas kantor."curhatnya. Deg deg!! Kebiasaan Peta adalah sepik sambil mengulik informasi pribadi orang lain. Ia tak berniat pindah dari kantornya yang sekarang. Itu cuma pertanyaan basa basi yang gak serius. Peta mangut-mangut sambil menatap layar laptopnya. Mereka berdua bersama tapi keduanya berfokus pada kerjaan masing-masing. Saat lelah menyerang, mereka hanya butuh istirahat sejenak. Pangeran tampak serius dengan pekerjaannya yang masih banyak. Peta langsung main game setelah menuntup laptopnya. Ia tak mau mengganggu Eran yang lagi serius.  "Akhirnya kelar!!"seru Eran sambil menegakkan kepalanya di kursi. Rasanya ingin tiduran sejenak. Tak sengaja Peta melihat foto di layar desktop Eran. Cowok itu langsung menutupnya saat sadar bahwa Peta sedang memperhatikan.  "Maaf Ran."ucap Peta sok polos. "Eh, apaan?" "Gue tahu kok, lo suka sama Pinta kan?" "Hmmm, iya sih. Kok lo tahu?"aku Pangeran singkat. "Channy yang bilang. Makanya waktu gue lihat layar desktop lo, gue jadi sadar kalau semua itu bukan cuma gosip." "Dasar Channy mulut ember. Tapi emang kelihatan banget ya?" Peta mengalihkan badannya dan melihat wajah Eran dengan seksama. "Banget! Terus kenapa lo gak pacaran aja sama Pinta?" "Rumit, Ta. Kalau diceritain gak cukup satu bulan."seru Eran.  Ahh, sial. Padahal gue kepo banget!! "Iya deh, iya." "Lo juga sadar kan kalau Mas Joko suka sama lo." Jleb! Bangke!!! "Sebenarnya gak sadar. Gue dikasih tahu orang lain." "Nah itu, lo sendiri gimana?Lo suka dia gak?" "Engga. Gue suka orang lain Ran." "Wah, siapa? Sekelas kita?" Lo Ran! Gue suka sama lo! "Iya.. Tapi itu juga rumit kalau diceritain." Percakapan terhenti. Hubungan itu tak semudah yang dibayangkan. Ada saja hal-hal yang membuat dua orang yang bahkan jika sudah saling cinta tapi tak bisa bersama. Ini bukan kisah klise yang berpisah karena tak dapat restu orang tua atau apapun itu. Hal sederhana bisa jadi pemicu dua insan tak bisa bersatu.  Peta sudah punya sejuta ancang-ancang. Ia akan mencari tahu tentang Pinta dan Eran. Kenapa mereka tak memilih untuk pacaran? What's going on? Peta yakin ada rahasia dibalik ini semua. Tentang Pinta, apakah sebaiknya Peta mengumbar aib Pinta yang pernah jadi simpenan om-om?  Peta punya semacam penyakit. Ia tak akan pernah mau mencari kekurangan orang yang ia suka. Itu sebabnya ia tak akan mencari tahu apa aib yang dimiliki Pangeran. Baginya, Pangeran sudah sangat sempurna untuk dijadikan tujuan hidup. Ia tak mau mengetahui kekurangan cowok itu. Masa lalu biarlah jadi masa lalu untuk orang-orang yang tampan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD