Risk. Resiko mencintaimu sangat sulit. Aku tak bisa menghilangkan wajahmu dari pikiranku
Benny lagi beres-beres sebelum pulang. Dia selalu memastikan semuanya aman sebelum kembali ke tempat persembunyiannya. Begitulah seorang Benny bertindak.
"Ben, besok-besok jemput gue lebih cepat dong."rengek Peta sambil manyun. Ia masih trauma dengan kejadian tadi di kampus. Pertanyaan Ammi yang membuatnya membongkar rahasianya sendiri. Ya, cewek itu jadi tahu kalau Peta sangat kaya. Dan Peta gak berniat ngasih tahu. Ini namanya jebakan batman.
"Kenapa sih? Biasanya juga gapapa. Kamu takut nunggu sendirian?"
"Sedikit!"
"Ulu ulu, tumben banget. yaudah besok aku jemput cepet deh."ucap Benny gemas. Dia bahkan mencubit pipi Peta yang udah dikemas sedemikian rupa. Peta langsung menghindar. Tidak baik pipi gemoy ini mengalami penyiksaan dari tangan kotor Benny.
"Tapi lo tunggu gue di pintu samping aja ya. Gue gak mau lo ketemu temen-temen gue."
"Gak mau! Kamu gimana sih. Kamu gak mau ya ngakuin aku sebagai pacar kamu?" bentak Benny kesal. Wajar saja cowok itu kesal, ia seperti orang yang tak dianggap. Kekasih yang tak dianggap emang bakal kena mental. Tapi Peta ngelakuin ini demi kepentingan bersama. So, what’s the problem?
"Bukan gitu Ben. Aku belum siap aja. Aku gak mau kita diledekin."ucap Peta membuat alasan. Bikin alasan emang gampang. Terutama buat Peta yang otaknya licik.
"Apaan sih? Aku gak mau!"
"Ben!!"
"Udah ah, aku balik ya."ucapnya sambil pergi. Cowok itu langsung keluar dari apartemen Peta. Ia terlihat marah. Peta bingung sekali.
Dasar cowok bucin!
Peta bodo amat dengan pikiran konyol Benny. Ia membuka laptopnya dan berusaha mencari tahu lebih banyak tentang Mas Yuyus. Ia mencoba mencari foto masa kecilnya. Dari mana ia bisa mendapatnya? Pertama sekali adalah meneliti status Facebooknya beberapa tahun lalu. Selidiki siapa yang memberikan komentar dan buka profilnya. Emang capek, tapi percayalah kalau ini satisfying banget. Bikin candu kayak obat-obatan terlarang. Yang dilarang kan biasanya bikin kepo. That’s why banyak yang terjerat obat-obatan itu. Coba gitu diganti namanya. Misalnya jadi obat-obat terjelek. Mungkin orang-orang juga jadi mikir-mikir kalau mau ngonsumsi.
I got it!
Sebuah foto dengan latar belakang pepohonan, Mas Yuyus versi kecil sedang tersenyum sambil memegang botol minum Tupperware. Oke, dia cukup imut di foto itu. Peta langsung mengunduh dan mengupload di channel Error 404. Riuh gempita dering ponsel terdengar begitu heboh. Peta ogah membukanya. Ia biarkan mereka berhalusinasi sedemikian rupa. Ia mulai kepikiran pada Benny. Cowok itu tak mengiriminya pesan lagi sejak pergi dari apartemennya. Dia marah? Atau ngambek? Atau dua-duanya? Dasar cowok!
Peta : Lo masih marah?
Tak ada balasan. Jadi dia mau pakai cara pengecut? Jadi dia mau kabur dan ngambek?
Bodo amat!!! Dasar Bendot manja!
Peta langsung tidur. Ia mengenakan piyama warna biru langit. Tak lupa ia menyalakan humidifier dan tidur dengan tenang. Apapun yang terjadi besok, biarlah terjadi. Akhiri 24 jam ini dengan penuh ketenangan. Dan berdoalah biar besok masih diberi kesempatan untuk bernafas. Soalnya kalau gak nafas, ya mati. Kalau mati, gak bisa bangun dong.
*****
Peta tiba di kelas terlalu awal. Ia tak tahu bahwa di sana ada Mas Joko yang sedang sendirian. mungkin dia sudah terlalu lama sendiri? Who knows! Peta sangat tidak selera makan sejak dicueki oleh Benny. Kali ini perilaku Benny benar-benar membuatnya kepikiran tak karuan.
"Hey Ta, sendirian aja. Teman-temanmu mana?"tanyanya kepo to the max.
Hello, lo siapa sampa harus tahu teman-teman gue kemana?
"Iya mas. Mereka lagi pada dinner. Gue nya lagi gak mood mamam."balas Peta dengan ekspresi ogah-ogahan.
Dia tiba-tiba beranjak dan duduk di depan Peta. Peta syok bukan kepalang. Peta ingin sekali bilang pada cowok itu kalau dia udah punya soulmate. Meski hatinya masih bertahan pada wajah tampan Pangeran. But Benny better than Mas Joko.
"Saya punya micin nih. Kamu nyicip aja."ucapnya sambil memberi Peta mie lidi lidian pedas. Well hey, Peta suka banget sama makanan itu.
Nice try, Mas Joko! You did it!
"Eh, ga usah Mas."ucap Peta menolak. Tolakan pertama itu cuma buat harga diri. Ya, sepak aja. Biar gak kelihatan ngarep.
"Ambil aja. Saya masih punya buat saya sendiri."
"Oh yaudah deh. Makasih ya Mas."
Dia langsung beranjak karena langsung banyak orang yang datang. Dengan kekuatan super, Peta langsung membuka plastiknya hendak mencicipi. Masih baru satu suapan, teman-temannya langsung meminta dan mengambilnya. Habislah sudah. Peta masih ingin menikmatinya. Peta ingin minta Benny untuk membelinya. Ah, tapi Benny masih marah padanya. Tidak bisa dibiarkan.
Peta : Ben, maafin aku ☹
Dibalas gak yach! Gue udah ganti kata gue jadi aku. Harusnya dia hargai ucapan gue huh!
Peta menatap buku catatannya yang sepi dari coretan. Ia ingin membuka laptopnya untuk melakukan sesuatu. Langkahnya terbatas karena sangat banyak orang yang memperhatikannya. Di tambah Mas Joko sialan itu. Teng! Sebuah pesan masuk.
Benikdot : Hmmm, iya aku maafin. Aku nanti jemput kamu. Tapi gak bisa cepet soalnya lagi ada kerjaan. Gapapa kan?
YASHHH!!!
Peta : Iya gapapa. Aku nitip lidi-lidian pedas ya. Beliin!
Benikdot : Iya seyeng!
Wajah Peta langsung berbinar mendapat pesan itu. Ia sudah mengakhiri hubungan tidak baik itu. Rasanya tidak etis jika memicu pertengkaran sesama pasangan kekasih. Bukannya untung malah buntung. Sangat banyak kerugian yang ia dapat jika berantem dengan Benny. Ia tidak dapat jemputan, ia tak dapat kata-kata selamat malam, ia juga tidak dapat perhatian. Sungguh, Peta si gadis kurang perhatian itu. Dia sadar setelah kehilangan. Persis seperti orang pada umumnya.
Bagi Peta, medapatkan Benny itu mudah. Ia bisa mengambil alih hidup Benny apapun yang terjadi. Cowok itu bahkan rela memilih Peta dibanding orang tuanya sendiri.
Bayangkan saja.
Walau begitu, Peta tak ingin terlalu menyakiti Benny. Perilaku Benny yang baik padanya sudah lebih dari cukup. Ia harus menghargai semuanya itu. Ia hanya perlu Benny sampai ia bisa mendapatkan Pangeran. Jika semesta berkehendak, Pangeran bisa jadi miliknya. Sudah lama ia gak kesemsem sama cowok. Kalau sama Benny, dia udah bosan, jenuh dan mumet.
Entahlah, Peta tak seyakin itu bisa mendapat lelaki lain. Hanya Benny yang tahu segalanya tentang Peta. Dan hanya Benny pula yang mau menerima Peta dengan segala kekurangan yang amat hina itu. Peta terlalu beruntung mendapatkan Benny. Disisi lain, ia ingin Benny dapat yang lebih baik darinya.
Jadi, lo insecure?
Tentu saja. Sangat insecure!