AKU MALU

1073 Words
“Jo, kamu benar tidak tahu dimana keberadaan Yoga? Kamu tidak mencoba untuk melindunginya kan?” tanya Helena pada Eljo yang hanya bisa duduk termenung tanpa ia bisa berkata-kata. “Len, buat apa aku merahasiakan keberadaan Yoga padamu?” “Kamu kan temannya Yoga, siapa tahu Yoga meminta tolong kepadamu untuk merahasiakan keberadaanya.” “Aku tidak seperti itu Len, tidak mungkin aku melindungi seseorang yang telah lari dari tanggung jawabnya seperti itu. Aku tidak akan tega melakukan hal keji seperti itu Len,” jelas Eljo sambil ia mengepalkan tangannya. Ia merasa begitu marah kepada Yoga karena ia dengan sadar meninggalka Helena dengan cara seperti ini. “Jadi kamu sudah tahu dengan kondisiku?” tanya Helena dengan suara yang merendah, ia merasa malu dengan Eljo. Ia malu mengakui kalau dia adalah wanita yang sudah tidak suci lagi. ia malu mengakui kalau dirinya sedang berbadan dua. Ia merasa hidupnya hancur, dan ia tidak tahu harus berbuat seperti apa lagi untuk mengembalikan kehidupannya agar kembali seperti dulu. “Len, kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku? Kenapa kamu menyembunyikan ini semua dari aku?” tanya Eljo sambil ia menatap Helena dengan begitu lekat dan dalam. Terlihat dengan begitu jelas kalau Eljo merasa begitu kecewa dengan perbuatan sahabatnya itu. Ia merasa sangat kecewa karena ia tidak bisa melindungi Helena dengan baik dan ia dengan begitu saja mempercayai orang lain kalau ia akan bisa menjaga Helena dengan baik tetapi orang itu malah membuat hati Helena terluka, sangat terluka. “Bagaimana bisa aku mengatakan yang sebenarnya kepada kamu Jo. Kamu tahu sendiri bagaimana keadaanku sekarang. aku malu Jo mengatakan yang sebenarnya kepada kamu. Aku malu Jo, aku malu. Aku tidak tahu harus berbuat seperti apa lagi untuk memperbaiki semua kesalahanku ini Jo.” “Kamu tidak bisa memperbaiki kesalahanmu ini Len, tapi kamu bisa menjadikan permasalahan ini sebagai motivasi untuk kamu menjadi lebih baik lagi,” ucap Eljo dengan tulus kepada Helena . “Bagaimana caranya Jo? Bagaimana caranya aku membuat kesalahanku ini menjadi pelajaran untuk aku? Kamu tahu kan bagaimana kondisi keluargaku? Kamu tahu kan bagaimana sikap Mama dan Papa aku. Aku yakin mereka pasti tidak akan menerima aku sebagai anaknya,” isak Mentari sambil menatap Eljo dengan pandangan kosong. “Aku tahu bagaimana watak Mama dan Papa kamu, tapi sampai kapan kamu akan menyembunyikan berita kehamilanmu ini? perut kamu akan semakin membesar dan kamu tidak akan bisa stay di Jogja selama Sembilan bulan tanpa pulan ke Karanganyar. Toh kalau bisa, sehabis kamu melahirkannya apa yang akan kamu lakukan?” tanya Eljo dengan sedikit emosi. Ia tahu kalau saat ini bukan saatnya untuk dirinya memaki maki Helena tetapi ia juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk menyadarkan Helena sahabatnya itu. “Jo … untuk hal itu bisa aku pikirkan nanti. Sekarang yang terpenting dalam hidupku adalah menemukan keberadaan Yoga dan meminta pertanggung jawabannya. Dia tidak bisa pergi begitu saja seperti ini Jo, dia tidak bisa meninggalkan aku dan janin yang tengah aku kandung Jo,” isak Helena sambil ia memeluk Eljo. Sedangkan Eljo yang melihat Helena menangis dengan terisak-isak membuatnya tidak tega dan akhirnya ia pun mulai berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan membawa Yoga bagaimana pun caranya. Ia berjanji dari dalam hati kalau ia akan membawa Yoga untuk kembali kepada Helena dan membuatnya untuk membayar semua perbuatannya kepadanya Helena. “Eljo … apa yang harus aku lakukan? aku harus meminta tolong kepada siapa? Kehidupanku sudah hancur Jo, hidupku sudah tamat. Masa depan yang aku rancang sedemikian rupa akan sirna dengan begitu saja. hatiku terasa begitu sakit Jo, hatiku sakit …” isak Helena. Kini Helena berada di fase paling bawah dalam hidupnya, fase dimana ia melihat kalau masa depan yang ia idam-idamkan harus hancur dengan seketika. Ia ingin sekali mengapai angan yang kini terbang tinggi meninggalkan dirinya dengan segudang penyesalan. “Aku menyesal Eljo, aku menyesal telah melakukan hal itu dengan pria yang belum sah menjadi suamiku, aku menyesal Eljo. Aku menyesal. Aku ingin mengembalikan waktuku kembali seperti dulu lagi Eljo.” “Len, dengerin aku. Masa depan kamu masih bisa kamu gapai lagi. jangan pernah berpikir kalau hidupmu hancur karena kesalahan yang kamu perbuat ini. aku yakin kalau kamu mau berjuang sedikit lebih keras maka kamu akan tetap mendapatkan masa depanmu. Percayalah itu sama aku. Dan aku janji aku akan selalu menemanimu, aku berjanji kalau aku tidak akan pernah meninggalkanmu,” ucap Elho sambil ia melihat Helena dengan begitu dalam. Ia melihat tatapan Helena begitu kosong, begitu juga dengan wajahnya yang terlihat begitu frustasi karena masa depan yang telah ia bagun harus terbakar dengan begitu hebatnya. “Bagaimana bisa Jo? Bagaimana caranya?” isak Helena sambil ia mulai memukul-mukul perutnya dan berharap kalau janin yang sedang ia kandung itu akan menghilang untuk selamanya dalam hidupnya. “Helena! Apa yang sedang kamu lakukan? hentikan Len, hentikan. Aku mohon hentikan,” ucap Eljo sambil ia berusaha untuk memegangi tangan Helena agar ia tidak memukuli perutnya lagi. “Ini harus pergi Jo, dia harus lenyap Eljo. Dia harus pergi dari kehidupanku. Gara-gara dia, aku harus menjalani kehidupanku yang begitu kelam Jo,” teriak Helena sambil ia terus berusaha untuk memukuli perutnya dan berharap dengan cara seperti itu ia bisa menyingkirkan janin yang sedang ia kandung. “Lena, aku mohon hentikan Len, aku mohon hentikanlah. Aku mohon,” ucap Eljo yang langsung memeluk Helena dan mencoba untuk menenangkannya. “Eljo … eljo …” renggek Helena dengan d**a naik turun. Hatinya terasa begitu hancur dan sesak, ia merasa kalau hidupnya sudah tidak berguna lagi. ia tidak tahu harus berbuat seperti apa lagi. “Helena …. Masih ada aku, aku berjanji aku akan menemukan Yoga dan aku akan membuat Yoga untuk bertanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan kepadamu. Aku juga akan menjamin kehidupanmu akan berjalan dengan apa yang kamu harapkan. Aku jan ji Len, aku Janji,” ucap Eljo pada Helena. Helena tidak bisa berkata apa-apa lagi, yang bisa ia lakukan hanya menangis dengan terisak-isak. Hatinya terasa begitu sesak menahan rasa sakit yang ia pikul. Ia melihat kalau hidupnya sudah hancur. Ia kehilangan masa depannya, ia juga kehilangan orang yang sangat ia cintai dalam hidupnya. Ia kehilangan pria yang selama ini ia pikir akan dengan tulus mencintainya, ternyata pria itu membohonginya. Pria itu pergi dengan begitu saja saat ia mengetahui kondisi Helena yang sesungguhnya. “Kenapa Yoga begitu kejam kepada aku Jo? Apa salahku kepadaku dia? Aku tidak pernah mengkhianati cintanya tapi kenapa dia pergi dengan begitu saja dan meninggalkan bekas luka yang begitu dalam kepadaku?” 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD