“May, hari ini kamu mau ngampus gak?” tanya Cinta pada Maya yang saat itu sedang menggoreng ikan gurame.
“Iya lah, aku mau bimbingan nanti siang,” jawab Maya pada Cinta yang masih berdiri di sampingnya.
“May, kamu kangen sama Helena gak?” tanya Cinta kepada Maya karena sudah satu bulan lebih mereka tidak bertemu dengan Helena dan untuk mengontaknya saja mereka takut.
“Tentu saja aku kangen sama Helena, kamu masih ingat gak kalau ikan gurame goreng adalah makanan kesukaan Helena,” jawab Maya dengan lesu, sejujurnya ia juga merasa begitu merindukan kehadiran sahabatnya itu.
“May, gimana kalau kita coba menghubungi Helena? Kita kan teman, masa kaya gini. Aku merasa kita seperti bermusuhan dengan Helena, padahal kita tidak mempunyai masalah apapun dengannya, tetapi kondisi kita sekarang terlihat seperti sedang ada konflik,” keluh Cinta.
“Jujur, aku juga ingin menghubungi Helena Cin, tapi aku takut kalau Yoga sampai tahu tentang kondisi Helena dia malah akan berbuat nekat sama Helena.”
“Kamu benar sih May, tapi sampai kapan kita seperti ini? kita itu sahabatnya Helena lho May, masa hubungan persahabatan kita berakhir dengan cara seperti ini,” kata Cinta dengan mata yang berkaca-kaca. Ia begitu merindukan sahabatnya itu, ia ingin bertemu dan bertukar kabar dengan Helena.
“Kalau gitu nanti kita coba tanyakan ke Eljo dulu ya Cin, kita tanya gimana kondisi Helena dan apakah kita sudah di perbolehkan untuk bertemu dengan Helena.”
“Ya May, kamu benar. ya udah kalau gitu aku naik dulu ya. nanti kalau mau ngampus kabari aku ya May,” ucap Cinta sambil ia berlalu meninggalkan Maya yang masih sibuk menggoreng ikan gurame.
Sambil menghela nafas yang begitu panjang, Maya mulai melanjutkan aktivitasnya memasak. Tapi entah kenapa pikirannya tidak bisa fokus dan ia malah menjadi kepikiran dengan kabar Helena.
“Len … len … kamu itu sebenarnya kenapa sih? Kalau kamu mempunyai masalah mbok ya cerita ke aku, jangan seperti ini. aku kangen kamu Len, kangen banget. Kalau kamu pergi dengan kebahagian seperti mau lanjut S2 di luar negeri mah, aku gak apa-apa dan aku benar-benar iklas, tapi kamu pergi dengan cara seperti itu membuat hati aku menjadi sakit Len,” keluh Maya sambil ia menyeka air matanya yang jatuh membasahi pipinya.
.
.
“May!” panggil Bayu teman se-dosen pembimbing dengan Helena.
“Woi Bay,” jawab Maya dengan sumingrah
“May, Helena kenapa kok ambil cuti?” tanya Bayu to the point.
“Ha? Helena cuti? Masa sih?” tanya Maya balik
“Lhah kamu gak tahu kalau Helena mengambil cuti? Aku kira kamu tau alasan Helena mengambil cuti itu apa, makannya aku tanya sama kamu,” jelas Bayu pada Maya.
Maya tidak habis pikir kalau sahabatnya itu mengambil keputusan yang cukup besar tanpa memberitahunya dan hal itu membuat Maya semakin yakin kalau telah terjadi sesuatu dengan kehidupan Helena sampai membuat dirinya mengambil cuti.
“Kamu tahu informasi itu dari mana?” tanya Maya kepada Bayu, ia ingin memastikan kebenaran berita tersebut
“Tadi aku habis dari TU dan bapak-bapak penjaga TU bilang kalau semester ini Helena mangambil cuti satu tahun.”
“Hah? Cuti satu tahun? Kamu gak salah denger? Jangan-jangan cuti satu semester kali,” ucap Maya yang tidak habis pikir Helena akan mengambil cuti selama satu tahun dan hal itu membuat dirinya bertambah yakin kalau ada something wrong dengan Helena.
“Lhah ini bocah, aku serius May … makannya aku tanya sama kamu, kenapa Helena sampai mengambil cuti selama itu, dan anehnya si Eljo juga sama mengambil cuti satu tahun juga.”
“Ha? Eljo juga mengambil cuti satu tahun? Kalau Yoga gimana?” tanya Maya dengan muka yang penuh dengan kebingungan.
“Wah kalau soal Yoga, kamu gak usah di tanya lah May. Dia kan suka ngilang-ngilang, dulu waktu kuliah aja yang sering ngajakin Yoga buat ngampus kan Helena lha sekarang Helena cuti sapa lagi yang bakal ngajakin Yoga buat ngampus,” jelas Bayu dengan nada yang terdengar begitu sinis.
“Berati Yoga gak ngambil cuti juga kan?”
“Kayaknya sih enggak, tadi aku Cuma dengernya si Helena sama Eljo, makannya aku kaget itu dua bocah kenapa lagi ngambil cuti barengan gitu.”
“Ya mungkin cuma kebetulan aja Bay si Eljo dan Helena mengambil cutinya bersamaan,” ucap Maya mencoba untuk tetap positif thinking.
“Apa jangan-jangan mereka berdua menikah lagi May,” celetuk Bayu sambil ia tertawa terbahak-bahak
“Bayu! Jangan nyebarin kabar burung kaya gini ya, kasihan Helena dan Eljo kalau kabar yang kamu sebarin itu gak benar,” ucap Maya yang tidak menyukai gaya bercandaan Bayu. Ia takut kalau masalah ini sampai membesar maka nama Helena akan tercoreng di kampus mereka.
“Ya elah May, kaku amat jadi orang. Aku kan Cuma bercanda, lagi pula kan gak mungkin kalau Helena menikah dengan Eljo kan pacarnya Helena itu si Yoga,” ucap Bayu sambil ia terus mengunyah makanan yang sedari tadi ia bawa kemana-mana.
“Tapi besok lagi jangan bercandaan kaya gitu ya, takutnya nanti ada kesalah pahaman dan nanti jatuhnya malah fitnah kan kasihan sama Helena sama Eljo,” ucap Maya.
“Siap boss. Ya udah kalau gitu aku naik dulu ya May, aku udah di tungguin sama Bu Indah ini,” pamit Bayu sambil ia berlalu meninggalkan Maya dengan segala macam pikirannya.
“Len … kamu sebenarnya kenapa? kenapa kamu menutup dirimu seperti ini? kenapa kamu juga mengambil cuti selama ini dan kenapa kamu tidak memberitahu aku ataupun Cinta? Sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa kamu berubah seperti ini? apa telah terjadi sesuatu denganmu?” gumam Maya sambil ia duduk termenung di depan ruang dosen pembimbingnya.
Ia masih tidak percaya kalau sahabatnya itu akan mengambil cuti yang begitu lama, dan kenapa sahabatnya itu tidak memberitahunya, terus kapan Helena mengurus semua berkas-berkas untuk cuti kuliahnya?
Ia merasa begitu sedih dengan keadaan Helena, ia tahu kalau hubungannya dengan Yoga berakhir dengan begitu tragis tapi ia tidak habis pikir kalau gara-gara masalah itu membuat Helena mengambil cuti selama ini.
Kalau memang rasa trauma akibat kekasaran yang ia terima dari Yoga, lalu kenapa Eljo harus ikut-ikutan mengambil cuti. Eljo tidak masuk kedalam circle hubungan Helena dan Yoga lalu kenapa Eljo bisa terseret dalam circle hubungan Helena dan Yoga.
Begitu banyak tanda tanya dalam pikiran Maya. Dan entah kenapa Maya merasa kalau Helena sedang menyimpan rahasia yang begitu besar dalam hidupnya.
“Gak … gak mungkin kalau Helena sampai seperti itu. Aku kenal Helena dan aku juga kenal Eljo jadi gak mungkin mereka melakukan hal seperti itu di belakang Yoga,” ucap Maya mencoba untuk menghilangkan pikiran buruknya tentang Helena dan Eljo.