Pagi harinya seperti biasa, setelah sholat subuh Afifah menyiapkan sarapan untuk Barra dan secangkir kopi. Walaupun sering bersikap galak pada Barra, tidak membuat Afifah lupa semua tugasnya sebagai seorang istri. Barra sudah turun dengan pakain casual terlihat santai. "Wah... Istriku masak apa sepagi." Kata Barra sembari menduduki kursinya. "Masak usus manusia." "Ih.. serem banget. Enggak takut dosa." Ucap Barra sambil tersenyum tipis. "Dasar bego!" "Bertambah tuh dosa barusan. Berani umpat suami." Seru Barra dengan sengaja. "Suamiku Sayang.. mau makan apa? Aku ambilkan ya." Titah Afifah dengan senyuman terpaksa. Afifah kadang merasa lucu dengan hubungannya dan Barra. Cinta pasti, tidak ada rindu, cemburu jangan tanya lagi. "Coba-coba sekali lagi." Kata Barra memajukan wajahnya

