Adhisti trenyuh, dia juga menyesal tak mendengar kata-kata Dwi saat tetap membiarkan Yanti tinggal dengannya padahal Yakta anak mereka sudah meninggal. Bisa saja saat itu yang Yanti goda buka Dhaffa melainkan suaminya, mengingat memang seperti itu lah pekerjaan Yanti. Sekarang walau dia tak membenarkan perbuatan Dhaffa, tapi hanya anak itu yang dia punya, semua keluarga besar sudah menendangnya, suami juga jijik menduga dia setuju Dhaffa zina dengan Yanti, dan di mata umum juga sama, dimata umum, Adhisti memberi akses dan fasilitas untuk putranya berbuat busuk pada istri sahnya. Hanya dia dan Dhaffa yang tahu kebenarannya, apa mau dikata? Adhisti tak bisa membela diri, sebab fakta di lapangan memang menunjukkan seperti itu. ≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈ Dari lapas Adhisti dan Dhaffa menuju rumah

