Raut bahagia Elliot berubah menjadi dingin saat ia membalikkan badan dan berniat untuk pulang ke rumah. Lelaki itu berjalan kaki menuju ke kediamannya. Seperti kembali ke keadaan semula.
Sampai di sana, ia membuka pagar yang dipenuhi tanaman rambat dan kelihatan tidak terawat. Rerumputan di pekarangan rumahnya juga semakin meninggi, belum lagi dedaunan yang berserakan di hamparan halaman rumah Elliot yang sudah bertumpuk-tumpuk karena tidak dibersihkan.
Lelaki itu berjalan santai memasuki pekarangan dan membuka pintu setelah memasukkan kuncinya. Suara pintu yang berderit sangat keras menandakan kalau pintu itu mulai rusak, belum lagi semuanya semakin diperparah dengan keadaan rumah yang kelihatan tidak terawat dan dipenuhi debu, jaring laba-laba, bahkan beberapa sangkar burung di asbes-asbes yang sudah berlubang. Rumah yang sangat mewah itu kelihatan.
Elliot berjalan menaiki tangga dan menuju lantai dua. Menuju ke kamarnya. Kamar lelaki itu cukup rapi dan berbanding terbalik dengan yang ada di luar sana. Ia langsung menghempaskan dirinya di ranjang dan memejamkan mata sejenak. Lelaki berwajah rupawan itu menghela napasnya dengan gusar.
Selama beberapa saat ia berdiam, kemudian memikirkan apa yang telah terjadi tadi antara dirinya dan juga sang gadis. Kenangan bahagia itu menghilang ketika Elliot mendengar suara menyeramkan menyebutkan namanya.
"Elliot!"
Elliot membuka mata dan menatap sosok yang melayang di depannya dengan sorot mata datar. Bentuk makhluk itu persis seperti yang di ceritakan Emma. Sosok yang awalnya berupa tengkorak dan secara perlahan ada serpihan dan sobekan-sobekan yang kembali menyatu ke membentuk sebuah tubuh utuh dan pada akhirnya menjadi seperti manusia normal, tetapi sekujur tubuhnya dihiasi oleh retakan bahkan berbekas darah. Belum lagi bola mata merah yang aneh dan seperti menyala.
"Hm?" tanya Elliot terdengar, lelaki itu mengembuskan napas pelan.
"Kau harus cepat bertindak. Beberapa minggu lagi adalah hari keseribu kematianku. Jika kau tidak mempersembahkan tiga nyawa untuk membawaku ikut bersama mereka ke alam kematian maka aku akan menjadi iblis seutuhnya." Sosok mengerikan yang berwujud seorang lelaki berambut panjang itu pun menatap Elliot dengan mata merah yang bersinar. Dengan wujud mengerikan seperti ini, benar-benar nyaris mirip seperti iblis.
Elliot menatap mahkluk yang merupakan arwah sang kakak, betapa Elliot merasa sangat khawatir, miris karena melihat sang kakak dalam kondisi seperti demikian.
Klan Valley ribuan tahun lalu adalah klan kuat yang merupakan jelmaan iblis.
Iblis-iblis yang awalnya tinggal di surga, lalu diusir dari sana karena keegoisannya. Mereka yang membangkang kelak akan di hukum yang Maha Kuasa di neraka, tetapi yang bertobat kemudian membawa diri mereka ke dunia.
Salah satu dari iblis yang bertobat itu kemudian menjelmakan diri menjadi manusia. Iblis dilahirkan dari api dan mereka memiliki sifat seperti manusia, memiliki akal dan nafsu. Tidak seperti malaikat yang selalu stabil dan tidak akan pernah membangkang karena diciptakan dari cahaya.
Iblis yang bernama Indra itu kemudian berkelana di dunia. Ia berkelana dengan wujud manusianya dan hidup bagaikan manusia, sampai akhirnya ia jatuh cinta kepada seorang manusia dan menikahi orang itu. Darah iblisnya bercampur dengan manusia, sehingga ketika istri dari Indra melahirkan, anak itu pun memiliki gadir keturunan kental dari Indra dan manusia. Itulah yang disebut Klan Valley oleh Indera. Dan Indra menamai keturunannya dengan orang-orang Valley sebagai perpaduan antara iblis dan manusia yang ada dalam tubuh keturunan di bumi.
Lambat laun, garis keturunan Indra mulai memudar, tetapi usut punya usut mereka masih ada sampai sekarang. Dan keturunan yang memiliki darah murni setengah iblis yang tersisa hanya Elliot Valley.
Semua keluargannya banyak yang tidak mau meneruskan keturunan setengah iblis itu, caranya dengan menikahi seseorang yang tidak ada kaitan darah dengan Valley. Maka daru itu, keturunan mereka hanya beberapa persen saja yang akan teraliri darah iblis.
Yang membuat kebanyakan Valley tidak mau meneruskan keturunan darah setengah iblis adalah karena ketika sang Valley mati maka hanya tubuh mereka yang tiada tapi jiwa mereka hidup di dunia dan tidak bisa menuju alam kematian. Jiwa mereka akan hidup dan dalam kurun waktu seribu hari, mereka akan menjelma menjadi iblis. Tentu saja mereka tidak mau mengalami nasib seperti itu. Menjadi iblis itu tetap saja adalah hal yang mengerikan dan terlihat buruk bagi manusia.
Dan di sinilah Elliot dan keluarganya yang merupakan keturunan darah murni setengah iblis. Ayah dan ibunya adalah Valley yang memiliki darah setengah iblis. Padahal menurut cerita dari para pelayan dahulu, ayah dan ibunya tidak direstui untuk menikah karena mereka saling berkaitan dengan Valley. Namun, kedua orang tuanya menentang dan memilih untuk mempertahankan hubungan ini, hingga akhirnya diusir. Memutuskan untuk terus bertahan, mereka pergi jauh dari kota kelahiran dan bertempat tinggal di sini. Mereka menikah dan melahirkan Noah dan Elliot. Anak-anak Valley yang menjadi satu-satunya darah murni di era sekarang.
Ketika ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan, Noah dan Elliot selalu ditemani oleh jiwa ayah dan ibunya itu, yang bentuknya benar-benar mengerikan. Dapat Elliot igat ketika ia masih kecil dan langsung tidak sadarkan diri ketika saat ayah dan ibunya menampakkan wujud mereka di depan. Sebagai anak-anak, ia ketakutan setengah mati pada saat itu.
Noah; kakak Elliot yang usianya lebih tua jauh darinya, kemudian mencari cara agar membuat jiwa ayah dan ibunya bisa menuju ke alam kematian seperti layaknya manusia normal yang telah mati. Lalu, Noah menyusuri setiap buku-buku dan para Valley yang tersisa yang semuanya berusia renta, menanyai mereka mengenai hal yang terjadi setelah kematian.
Dan pada akhirnya ia dipertemukan oleh kakek buyutnya yang tinggal di sebuah gunung dan di sana terdapat sebuah bekas istana kuno yang usang. Noah dapat melihat lambang Valley di depan pintu masuk istana itu. Ia melangkahkan kaki ke istana dan menyalakan mata iblisnya, kemudian ia mendapati seseorang yang rupanya hampir sama dengannya dan juga mata merah yang sama, hanya saja wujudnya transparan.
Sosok yang ditemui Noah itu mengaku bernama Daveus, dan ia menebak kalau Noah itu adalah Valley karena melihat mata merah lelaki itu. Noah pun tersenyum dan mulai berbincang dengan iblis Daveus. Lelaki yang telah hidup sebagai iblis itu menjelaskan banyak hal kepada Noah, kemudian Daveus memberikan cara untuk membawa jiwa kedua orang tuanya agar menuju ke alam kematian. Yaitu dengan cara melakukan ritual penyerahan tiga jiwa untuk ibu dan ayahnya. Maka dari itu, jiwa-jiwa orang mati itu akan membawa mereka ke alam kematian dan membuat mereka tidak berubah menjadi iblis. Namun, jangka waktu sebelum perubahan ke wujud iblis terjadi adalah seribu hari sejak kematian mereka.
Setelah kembali dan mendapatkan informasi, Noah pun memulai persembahan jiwa untuk mengantarkan orang arwah orang tuanya ke tempat peristirahatan terakhir.
***
Elliot mengembuskan napas karena untuk kesekian kali mendengarkan pengakuan sang kakak yang tidak ingin berubah menjadi iblis.
Selama hampir sembilan ratus enam puluh tiga hari ini, ia masih mendapatkan satu jiwa saja. Yaitu sang pembunuh dari Noah. Seperti ayah dan ibu mereka, Noah juga meninggal karena kecelakaan. Bedanya, jika kedua orang tua mereka meninggal karena kecelakaan pesawat, maka Noah adalah korban tabrak lari. Nyaris tiga tahun lalu terjadi peristiwa yang membuat perasaan Elliot hancur seperti ketika ia kehilangan kedua orang tuanya.
Syarat untuk melakukan ritual itu adalah dengan mencampurkan tanah kuburan dari tiga orang tersebut dan akan dijadikan sebagai persembahan untuk membawa jiwa sang kakak ke alam kematian sebagai penggiring. Selain itu, yang lebih penting adalah tanggal lahir mereka dan golongan darah mereka harus sama. Elliot bersyukur karena si pelaku memiliki kesamaan keduanya dengan sang kakak. Mungkin inilah yang dinamakan takdir kehidupan, apalagi ketika ia menerima kabar bahwa sang pelaku membunuh dirinya sendiri, semua itu dikarenakan depresi berat karena menjadi tersangka dari kematian Noah, walau di pengadilan berhasil lolos, lelaki itu akhirnya menyesal dan mengakhiri hidup karena dihantui rasa bersalah dan tidak bisa hidup tenang lagi.
Elliot mendesahkan napas, ia memiliki tugas untuk mencari dua orang lagi dan karena itu ia selalu mendatangi banyak pemakaman, tetapi sayangnya ketika menemukan tanggal yang cocok, belum tentu memiliki golongan darah yang sama juga. Ia tidak cepat menyerah, semua itu demi sang kakak dan keinginan yang tidak mau menjadi iblis sutuhnya.
Dan akhirnya sebelum bertemu dengan Emma di jalan pada malam itu, Elliot menemukan tanggal yang cocok dan akan segera mencari tahu golongan darah orang tersebut agar bisa segera membebaskan jiwa Noah. Jika yang satu ini cocok, Elliot hanya tinggal mencari satu orang lagi.
***
Baru saja melewati akhir pekan, ketika kembali ke kampus, gosip telah menyebar nyaris ke penjuru tempat Emma dan kedua teman-temannya menimba ilmu.
Semua itu menjurus kepada Elliot yang terkenal karena wajah yang rupawan, tetapi berhati sedingin es. Apalagi kabar mengatakan bahwa Elliot adalah seorang perhancur hati gadis yang menyatakan cinta kepadanya. Namun, hari ini gosip itu tidak hanya tentang sang lelaki, tetapi membawa nama seorang gadis yang beberapa waktu lalu dikencani oleh dirinya.
Emma berpacaran dengan sang iblis.
Irene dan Karin bersorak gembira karena akhirnya Emma dapat menaklukkan sang iblis.
Dan Emma sebal dengan mereka karena menganggap Elliot dan dirinya bercanda dalam status antara dirinya dan sang lelaki.
.
.
.
Bersambung