Ametta mengerjapkan matanya saat matahari menerobos masuk lewat jendela,
"Andara, aku haus ambilkan minum! "seru ametta dengan suara seraknya khas bangun tidur,dengan mata yang masih terpejam ameta menunggu seseorang untuk mengambilkan minum untuknya, setelah menunggu beberapa saat suara hening yang hanya ametta dengar.
"Andara, cepat aku Haus.,!" seru Ametta kembali namun lagi lagi hanya keheningan yang bisa dia dengar. Dengan perasaan malas ametta membuka matanya perlahan yang masih sangat berat.
Perlahan cahaya terang langsung menusuk indra penglihatannya, beberapa kali ametta mengerjapkan matanya untuk memperjelas penglihatannya,
Kemudian melarikan pandangannya kesegala penjuru kamar yang besar dan megah yang kini sedang dia tempati.
"Di mana aku.?" gumam ametta mencoba mengingat ngingat apa yang terjadi padanya semalam.
"oh god No,!!" pekik ametta dengan wajah memerah yang dia sembunyikan di balik bantal tidurnya saat mengingat hal apa yang terjadi padanya semalam.
Perlahan ametta mengangkat wajahnya, bayangan saat dirinya dan james semalam membuat jantungnya berdegup kencang.
"ya tuhan jantungku, ada apa dengan jantungku.?" gumam ametta sambil memegang dadanya erat.
Ametta terdiam sejenak setelah itu mendudukan dirinya dengan tergesa gesa dan mencari sesuatu
"ponsel, diamana ponselku" gumam ametta kembali kemudian mengambil tas pesta kecilnya semalam dan mengeluarkan ponsel yang dia cari, ametta langsung menekan nekan benda pipih itu
"halo cia" ucap ametta dengan nada paniknya saat sambungan telepon tersambung
"hem" tapi alicia hanya menjawab dengan gumaman
"oh tuhan, jangan bilang kau masih tidur nyenyak cia.?" tuduh ameta dengan kesal
"aku memang masih tidur, Memangnya ada apa? "tanya Alicia
"cepat atur jadwalku untuk bertemu dengan George" ucap ameta dengan nada panik sambil memegang dadanya
"Apa kau sakit? "tanya Alicia saat ameta menyuruhnya untuk mengatur jadwal bertemu dengan George yang tak lain adalah sahabatnya yang seorang dokter
"aku rasa ada yang salah dengan Jantungku "ucap ametta
"Jantungmu,? "gumam Alicia
"Iya Jantungku, kau tahu jantungku tiba-tiba berdetak dengan kencang sepertinya aku akan terkena serangan jantung mendadak cia" jelas Ametta
"kau tidak punya riwayat penyakit jantung ametta jadi hentikan omong kosongmu itu "ucap Alicia merasa perkataan yang ameta ucapkan hanyalah bualan belaka , karena setiap bulannya dia selalu mengecek keadaan kesehatan modelnya itu dan semuanya baik-baik saja.
"bisa saja aku terkena serangan jantung mendadak bukan, apalagi tubuhku rasanya seperti demam, wajahku memerah dan jantung ini terus berdegup kencang cia aku serius "jelas ameta.
"Memangnya sebelumnya kau melakukan aktivitas berat apa, atau kau salah makan sesuatu? "tanya Alicia membuat ameta terdiam, bayangannya bersama James kembali terlintas di pikirannya dan hal yang sama membuatnya kembali memegang dadanya.
"cia berhenti mengintrogasi ku lebih baik sekarang kau cepat atur pertemuanku dengan George" kesal ameta.
"ya Baiklah Baiklah aku akan mengatur jadwal pertemuan kalian, Aku harap omong kosongmu itu tidak jadi kenyataan Meta. "ucap Alicia
"dan jika benar terjadi sesuatu dengan kesehatanku berarti kau yang harus tanggung jawab cia ingat itu "ancama ametta setelah itu mematikan sambungan telepon mereka dan melemparkan ponselnya ke sembarang arah.
Ameta hendak beranjak dari tidurnya namun gerakannya terhenti saat pintu besar yang terhubung dari kamarnya terbuka. Ametta melihat dua maid berjalan ke arahnya
"Selamat pagi nyonya, Kami akan membantu anda untuk mempersiapkan diri" ucap salah satu maid.
"apa anda mau mandi sekarang Nyonya.?"
"Ya siapkan saja air panas untukku setelah itu kalian boleh pergi" ucapan ametta membuat kedua maid itu mengangguk setelah itu melakukan tugas mereka masing-masing.
Ametta mempersiapkan dirinya dengan begitu cepat Tidak seperti biasanya yang membutuhkan waktu berjam-jam hanya untuk memilih baju saja, dirinya harus cepat-cepat pergi dari Mansion ini dan bertemu goerge.
Ametta Tengah memoleskan make up tipis ke wajahnya agar tidak terlihat pucat saat pintu kembali terbuka, ameta melihat Mary tengah berjalan ke arahnya,
"Selamat pagi Nyonya "sapa Marry sambil membungkuk hormat,dan
hanya dijawab gumaman oleh Ametta.
"Apakah Anda sudah siap.? Tuan James sudah menunggu Anda di meja makan "jelas marry membuat gerakan ametta terhenti dan langsung menatap ke arahnya.
"apa dia tidak pergi ke kantor? "tanya ameta
"Tuan akan pergi ke kantor setelah sarapan paginya "jelas mary membuat ameta terdiam, dia tidak ingin bertemu dengan james untuk saat ini atau mungkin untuk beberapa waktu kedepan.
"katakan padanya dia bisa sarapan terlebih dahulu, dan jangan menungguku, sepertinya aku harus segera pergi, Aku mempunyai jadwal yang padat hari ini " ucapan ametta membuat Mary terdiam sejenak setelah itu membungkuk
" Baiklah Nyonya akan saya sampaikan "ucap marry setelah itu pergi meninggalkan ametta.
"aku tidak mungkin bertemu dengan dia saat ini bukan, Bagaimana bisa malam itu terjadi padaku, "gumam ameta sambil menatap wajahnya yang bersemu merah di depan cermin besar.
"Ya Tuhan Ada apa dengan jantungku ini "ucapnya lagi sambil terus memegang dadanya, "aku harus cepat-cepat bertemu dengan jo" ucap ametta kemudian beranjak dari duduknya dan mengambil ponsel yang berada di atas nakas.
Namun lagi-lagi langkahnya terhenti saat beberapa pelayan kembali menghampirinya
"Ada apa lagi kenapa kalian sering sekali menemuiku "kesal ametta
"maafkan kami Nyonya tapi tuan James sudah menunggu Anda"
"Bukankah aku sudah menyuruh Mari untuk tidak menungguku "
"Maaf Nyonya tapi tuan james tetap masih menunggu Anda di meja makan"jelas si pelayan kemudian setelah itu mereka pergi meninggalkan ameta yang terlihat kesal.
Dengan terpaksa ameta melangkahkan kakinya menuju meja makan besar yang terdapat di mansion james.
Beberapa pelayan membungkuk hormat saat melewati ameta.
Entah kenapa jantung ameta semakin berdetak kencang saat langkahnya sudah hampir dekat dengan meja makan Di mana James sudah duduk menunggunya.
"Ternyata aku harus menunggu selama satu jam untuk bisa sarapan pagi dengan seorang ametta sanders" ucap James saat ameta sudah berada di meja makan, salah seorang pelayan menarik kursi untuk ameta duduk, beberapa lainnya menyiapkan hidangan untuk tuan dan nyonya mereka.
"aku tidak menyuruhmu untuk menungguku,bukankah aku sudah menyuruh Marry menyampaikannya "jelas ameta.
"ya dia sudah menyampaikannya Tapi Aku menolaknya "jawab James
"kau harus mulai belajar Bagaimana menjadi seorang nyonya walkers, dan salah satunya adalah sarapan pagi bersamaku tidak boleh Terlewatkan "jelas james membuat Ametta terdiam tidak percaya .
"Haruskah, aku tidak terbiasa untuk makan sepagi ini "jelas ameta karena memang seperti itu dia tidak biasa untuk memakan makanan berat di pagi hari mungkin segelas jus tidak masalah.
"Itu bukan sebuah masalah jika kau tidak terbiasa makan-makanan berat Kau tinggal duduk menemaniku saja itu sudah cukup "
"apa! "seru ameta.
"jadi yang kau maksud aku harus bangun pagi-pagi hanya untuk duduk diam menemanimu sarapan, Bukankah di mansion ini begitu banyak pelayan yang bisa menemanimu Tuan james "ucapan Eta
.
"Ya aku tahu tapi mereka bukan istriku bukan "Jawab James Entah kenapa membuat wajah ametta memerah,bukan kah secara tidak langsung dia mengakui ametta sebagai calon istrinya. James melirik ameta saat-saat karena tidak mendengar jawaban atau batahan lagi dari ameta, sudut bibir james terangkat saat melihat ametta memalingkan wajahnya namun James tahu mungkin seorang ameta Sanders sekarang Tengah menyembunyikan wajah malu-malunya itu, Bukankah hal semacam ini sangat langka membuat seorang ametta sanders tersipu malu dan hanya seorang james yang bisa melakukan itu
oOo
George terus memeriksa denyut jantung ametta dan juga memeriksa tekanan darahnya ,mungkin ini sudah yang ketiga kalinya. George menghembuskan nafas panjangnya dan berkata "kau baik-baik saja ameta sanders ini sudah yang ketiga kalinya aku memeriksa kembali tekanan darah mu dan tidak ada yang salah dengan Jantungmu itu "jelas George
"Apakah kau melakukannya dengan benar Jo"ucap ametta memanggil george dengan sebutan Jo sebagai panggilan akrabnya.
"Apakah aku harus memeriksa mu 10 kali baru kau percaya bahwa kau baik-baik saja "Jawab Jo yang merasa sudah lelah.
Ametta turun dari tempat tidur Kemudian berjalan menuju kursi di mana tempat konsultasi jo bersama pasiennya.Jo nampak menuliskan sebuah resep yang akan diberikan untuk ameta,
Sedangkan Alicia diam dan hanya memperhatikan mereka berdua, Alicia yakin pasti ada sesuatu yang terjadi pada ametta.dan tebakannya tidak pernah salah.
"ini resep untukmu "ucap jo sambil mengulurkan sebuah kertas kepada ameta.
Ametta mengambil kertas tersebut kemudian membacanya
"dilarang ke klub, dilarang minum-minuman keras, kurangi marah-marah, berhenti bersikap kekanakan, patuhi ucapan Grandpa mu,dan yang lebih penting menerima kenyataan"ametta membaca semua tulisan yang ada di kertas yang jo berikan kepadanya. Bukan sebuah resep obat melainkan larangan-larangan yang juga dibuat oleh Grandpa untuknya, Bukankah Mereka terlihat sama pikiran ametta
"are you kidding me? "ucap ametta setelah membaca resep yang diberikan oleh jo.
"Aku serius, mungkin itu yang menyebabkan jantung berdebar-debar "jawab Jo sedangkan ametta memutar bola matanya dengan malas,
"kau yakin 1000% jantungku baik-baik saja, keluarga Sanders tidak akan tinggal diam jika aku tiba-tiba mati mendadak karena serangan jantung "keu2h ametta membuat Jo berdecak malas.
"Alicia Bisakah kau membawa modelmu ini cepat keluar karena pasienku sudah mengantri di luar"alih-alih menjawab pertanyaan ametta jo malah mengusirnya secara tidak langsung.
"kau benar-benar mengusir ku jo.aku juga datang ke sini sebagai pasieun mu"kesal ametta
"ya dan kau tidak sakit finish oke"jawab jo
Alicia kemudian beranjak dari duduknya dan menarik ametta untuk keluar dia tidak ingin perdebatan diantara mereka berdua berlarut larut dan membuat antrian pasien jo di luar semakin panjang.
"kau akan menyesal jo lihat saja jika kau membutuhkan bantuan ku dasar lelaki sialan.," maki ametta saat Alicia menariknya keluar, alicia Bahkan membutuhkan tenaga ekstra untuk membekap mulutnya,Beberapa pasien bahkan melihat kearah Ametta dan memotretnya beberapa kali menyadari jika ada model papan atas yang sedang mengamuk di sebuah rumah sakit.
"hentikan ameta sanders kau membuat tontonan menarik untuk mereka "ucap. alicia
Ametta menghempaskan dirinya saat tiba di dalam mobil, "dasar geogre sialan lihat saja jika dia membutuhkan sesuatu dariku"umpat ametta kembali merasa tidak terima dirinya sudah di usir.
"hentikan ametta, dia tidak salah, bukankah dia sudah memerikasamu dengan benar" ucap alicia yang sudah mendudukan dirinya disamping ametta.
"lagi pula aku penasaran, memangnya apa yang terjadi padamu sehingga membuatmu seperti ini.?" tanya Alicia sambil menatap ametta dengan tatapan tanya.
Ametta melirik kearah Alicia sejenak setelah itu kembali memejamkan matanya.
Aku tidak mungkin menceritakan semuanya pada Alicia bukan batin ametta
"tidak ada hanya saja aku merasa jantungku tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja" jawab ametta
"kau yakin.?" tanya alicia dan dijawab gumaman oleh ametta.
"apa jadwalku selanjutnya? "tanya ametta mengalihkan pembicaraan.
"pemotretan" jawab alicia
"untuk.?"
"forbes"
"ya sudah kalau begitu kita berangkat" ucap ametta yang kembali memejamkan matanya mencoba beristirahat sejenak sebelum sampai ke tempat pemotretan.
"ems kau tidak ingin mebatalkannya.?" tanya alicia penasaran
"tidak"jawab ametta masih dengan mata terpejam
"sebenarnya kita mempunyai dua pilihan, kita bisa mengambil forbes atau untuk bazar.?" tanya alicia
"yang membayarku lebih dulu"jawab ametta santai
"forbes"
"kalau begitu kita kesana"
"tapi bazar membayarmu lebih tinggi"ucap alicia
"kembalikan saja uang mereka"
"tapi___"ucapan alicia terhenti saat ametta membuka matanya dan menatap managernya itu dengan tatapan curiga.
"apa ada yang kau sembunyikan.?"tanya ametta
"tidak"jawab alicia
"oh ayolah aku tahu sifat aslimu saat kau sedang berbohong cia"ucap ametta
"sebenarnya begini ametta, pemotretan nanti melibatkan beberapa orang penting dan juga ada sesi wawancara"
"dalam rangka.?" tanya ametta
"emss kau baca ini" ucap alicia sambil memberikan surat kontrak bersama forbes.
Ametta mulai membolak balikkan kertas yang berada di tangannya, sambil membacanya.
Gerakannya terhenti saat di lembar berkutnya kemudian langsung menatap alicia.
"jadi bukan hanya aku saja.?" tanya ametta yang langsung di angguki oleh alicia
"aku harus berkumpul bersama mereka.?" tanya ametta kembali dan mendapatkan jawaban yang sama dari alicia.
"kalau begitu batalkan" ucap ametta sambil melemparkan surat kontra yang berada di tangannya kmudian kembali memejamkan matanya.
Baru saja ametta membaca surat kontrak dengan forbes bahwa dia akan melakukan sesi pemotretan dan wawancara bersama beberapa orang yang sangat berpengaruh di benua amerika dan eropa.selain dirinya tentu saja seorang james ada dalam daftar tersebut.
Entah kenapa takdir harus memaksa dirinya untuk terus terusan bertemu dengan james, padahal sekarang dia sedang menghindari calon suaminya itu.
"kau yakin?" tanya alicia memastikan membuat ametta kembali membuka matanya
"sebenarnya apa yang kau inginkan cia.? Kau ingin aku ambil kontrak ini atau membatalkannya.?" tanya ametta sedikit kesal melihat sikap managernya itu.
"entah lah aku juga tidak yakin metta" jawab cia
"katakan cepat sebelum aku benar benar marah" ancam ametta karena menyadari jika masih ada yang alicia sembunyikan darinya.
"Ems sebenarnya, mungkin ini baru perkiraan ku saja okey," ucap alicia berbelit belit
"katakan.,?" tegas ametta
"sepertinya kita juga akan bertemu dengan Sean disana"
Deg
Ametta langsung menegakan posisi duduknya dan menatap alicia dengan serius
"sean, kau bilang sean bukan"tanya ametta dan langung mendapatkan anggukan dari alicia
"kalau begitu kita ambil kontrak ini" jawab cepat ametta
"metta, tapi kita tidak akan melakukan projek yang sama dengannya, dan ini baru dugaan ku saja jika jadwal kita sama dengannya"
"aku tidak peduli, aku yakin sean akan berada diasana" ucap ametta dengan mata berbinar
Sean
Ah aku sangat merindukannya batin ametta, entah sudah berapa lama dia tidak mendengar suara mantan kekasih hatinya itu dan ametta benar benar sangat merindukannya, meskipun pertemuan mereka kali ini hanya sebagai teman biasa, ametta tidak peduli.
"Baiklah kalau itu keinginanmu" jawab alicia, mereka kemudian sepakat untuk langsung menuju forbes.
Ametta sudah tidak sabar untk bertemu sean dan melupakan fakta bahwa dirinya juga akan bertemu dengan james disana bukan,
"cia apa menurutmu sean merindukanku.?"tanya ametta dengan persaan senang
"entahlah." jawab alicia sambil menuliskan agenda ametta di sebuah buku berkuran sedang.
"apa dia akan senang bertemu denganku.?" tanya ametta kembali
"entahlah"jawab alicia
"apa dia akan menyapaku lebih dullu.?" tanya ametta kembali
"entahlah" dan lagi lagi hanya itu jawaban yang alicia berikan membuat ametta mengambil bantalan boneka kesayangannya dan melayangkannya pada alicia membuat alicia mengaduh sambil mengelus kepalanya
"awww apa yang kau lakukan..?" kesal alicia
"kau hanya menjawb entahlah entahlan, apa kau tidak bisa mememberi jawaban yang lain"ucaap ameta tidak kalah kesal
"aku bukan peramal jadi aku tidak tahu pertemuan kalian nanti akan sepetti apa"jawab alicia membuat ametta berdecak kesal, ametta sudh tidak sabar untk sehegera sampai..