Ametta berjalan memasuki kantor forbes diikuti oleh Alicia di belakangnya,
" tempat kita di lantai 7" ucap Alicia
"cari tahu di mana tempat sean "perintah Ametta membuat Alicia berhenti dan langsung menatap ke arahnya,
"Ametta Bisakah kita selesaikan pekerjaan kita dahulu sebelum mencari tahu dimana sean berada" bujuk Alicia
"Aku akan melakukan pekerjaanku dan kau melakukan pekerjaanmu Bagaimana setuju "tawar ameta sambil memasuki lift yang sudah dibukakan oleh Alicia.
"Metta Aku tidak yakin Apakah sean benar-benar ada disini atau tidak Bisakah kita menyelesaikan pekerjaan kita terlebih dahulu setelah itu aku janji akan mencari tahu tentangnya"bujuk Alicia berharap Ametta mau mengerti.
Ametta berbalik dan menatap alicia"salahmu sendiri karena sudah memberitahu keberadaan sean kepadaku "ucap ametta
"ya Dan aku menyesalinya "jawab Alicia
Ting
Pintu lift terbuka Mereka pun berjalan keluar dan langsung menuju tempat pemotretan di lakukan,
"Selamat siang Miss.sanders, Bagaimana kabar anda? " tanya salah seorang direksi majalah Forbes
"Baik,"jawab singkat ametta yang terus melangkah diikuti alicia dan team yang dia bawa untuk mempersiapkan seorang ametta sanders.
"ya kau memang terlihat selalu baik dan sempurna" lanjut lelaki dengan rambut coklat emasnya yang sedari tadi terus mengikuti langkah ameta.
Ametta hanya tersenyum tipis menanggapi pujian yang ditujukan kepadanya,pujian semacam itu bukan hanya sekali dua kali dia dapatkan tapi sudah terlalu sering dan mungkin menjadi sebuah wacana yang wajib selalu dia dengar setiap hari,
Ameta menghentikan langkahnya ketika tiba di salah satu pintu yang bertuliskan namanya,sejenak ametta berbalik dan melihat kearah lelaki yang sedari tadi mengikutinya seperti se ekor kucing,
"maaf tuan sepertinya aku harus bersiap siap untuk pemotretan ini, jadi sampai bertemu nanti" ucap ametta mencoba memasang wajah seramah mungkin pada lelaki yang menjabat sebagai salah satu petinggi di forbes ini.
"ah ya tentu saja, maafkan aku karena sudah menyita waktumu" jawabnya dan ametta hanya tersenyum tipis menanggapinya.
Ametta hendak membuka hendle pintu sebelum suara familiar terdengar olehnya.
"ah kebetulan sekali kita bertemu di sini mr.walkers, aku senang akhirnya kau mau menerima tawaran kami"ucap lelaki yang sama yang sebelumnya menyapa ametta, ametta berbalik dan melihat disana sudah berdiri james dan juga beberapa orang kepercayaannya.
"aku hanya sedang mempunyai waktu luang saja"jawab james,
Beberapa saat pandangan ametta dan james bertemu namun ametta segera memutuskannya dan memilih untuk masuk kedalam ruang pribadinya.
"apakah aku akan satu frame dengannya.?" tanya ametta yang kini sudah mendudukan dirinya di depan meja rias
"ya dan juga beberapa orang lainnya" jawab alicia.
"aku harap semuanya akan berjalan dengan cepat" gumam ametta dan mulai mempersiapkan dirinya untuk sesi pemotretan.
Tok tok tok
Terdengar ketukan dari luar ruangan ametta dan salah satu team mereka membukakannya
"apakah miss.sanders sudah siap.?"terdengar seseorang dari balik pintu menanyakannya
"ya sudah, tunggu beberapa menit"setelah itu alicia berjalan menghampiri ametta
"apa kau sudah siap.?" tanya alicia
"ya aku siap" jawab ametta kemudian beranjak dari duduknya.
Ametta berjalan keluar ruangan menuju studio tempat pemotretan berada namun langkahnya terhenti saat sosok yang dicari carinya terlihat
"Sean" gumam ametta kemudian membelokkan langkahnya ke arah berlawanan sebelum alicia melerainya tentunya.
"ametta, kita sudah di tunggu" ucap alicia sambil memegang bahu ametta
"hanya sebentar, lima menit okey" ucap ametta sedikit memohon
"tidak lebih okey" ucap alicia dan langsung di angguki oleh ametta
Dengan perasaan senang ametta berjalan menghampiri sean yang ternyata sedang berbincang dengan seorang Wanita
Langkah ametta melambat saat melihat senyum sean terukir di bibirnya saat sedang bercengkrama dengan lawan bicaranya, apakah obrolan mereka semenyenangkan itu fikir ametta.
"sean" gumam ametta membuat kedua orang yang berdiri tidak jauh darinya berbalik menghadap kearahnya, senyum sean langsung sirna saat melihat sosok ametta dan itu membuat segores luka terukir di hati ametta.
"metta" ucap sean
Meskipun hatinya sakit ametta mencoba memaksakan senyumnya dan berjalan terus mendekat kearah sean
"hai, apa kabar.?" tanya ametta mencoba basa basi
"baik, kau sendiri.?" tanya sean
Entah kenapa hati ametta bertambah sakit saat sean juga mencoba basa basi dengannya,
Tidak ada pelukan dan ciuman hangat lagi saat mereka bertemu
"ya aku juga baik" jawab ametta
"kau sedang ada pemotratan.?" lanjut ametta
"ya sesi wawancara tentang kolaborasiku bersama selena" ucap sean membuat ametta mengernyit dan seakan mengerti sean langsung memperkenalkan orang yang dia maksud
"ah iya kenalkan dia selena, kami akan mengadakan kolaborasi konser musik di musim depan, dia pemain biola yang handal" ucap sean sambil melirik kearah selena dengan senyum hangatnya kembali
"kau berlebihan sean, aku tidak handal tapi aku bisa memainkannya" ucap selena membuat keduanya terkekeh
"ah begitu" ucap ametta merasa dirinya terasingkan dari atmosfer kedua orang di hadapannya
"aku selena" ucap selena sambil mengulurkan tangannya, sejenak ametta melirik uluran tangan selena sebelum menjabatnya
"aku ametta" ucap ametta
"ah iya aku sering melihat mu wara wiri di berbagai majalah dan peragaan busana, aku salah satu pengagummu" ucap selena membuat senyum tipis,ya sangat tipis terukir di bibir ametta
"terimakasih" jawab ametta
"kau sendiri, apa sedang ada pemoretan.?" tanya sean membuat ametta kembali meliriknya
"iya begitulah" jawab ametta sendu.
"kalau saja aku tahu kalian saling mengenal, sudah jauh jauh hari aku akan memintnu memperkenalkanku dengan seorang ametta sanders" sela selena dengan senyumnya yang manis,
Ametta memperhatikan selena dari atas sampai bawah, wanita sederhana dengan wajah cantik dan lugunya sangat cocok jika disandingkan dengan sean bukan fikir ametta.memikirkannya saja membuat mata ametta berkaca kaca.
"untuk itu aku tidak memberitahumu" gurau sean dengan tawa renyahnya yang di tujukan pada selena
"kau jahat, apa kalian berteman sudah lama.?" tanya selena membuat tawa sean membeku dan ametta menatap kearahnya
"teman" gumam ametta.
Selama ini memang tidak ada yang mengetahui jika seorang ametta sanders mempunyai seorang kekasih yaitu sean.hanya segelintir orang yang mengetahuinya.
"tidak terlalu lama" jawab sean membuyarkan lamunan ametta, ametta mengerjapkan matanya keatas agar air matanya yang menggenang tidak tumpah.
"ametta apa kau baik baik saja.?" tanya selena saat menyadari mata ametta memerah dan sean pun menyadari itu
"ah iya, aku rasa mataku sedikit kemasukan debu" ucap ametta sambil mencoba menekan sudut matanya yang ber air.
"pakai ini" ucap sean memberikan saputangan kearah ametta, ametta terdiam dan sejenak melirik saputangan berwarna pech yang digenggam sean.
Itu saputangan kesayangan sean,dan tentu saja ametta sendiri yang membuatkannya, bahkan berbulan bulan ametta belajar hanya untuk membuat sebuah sapu tangan untuk hadiah atas keberhasilan konser sean.
"ini.?" gumam ametta
"pakailah ini"ucap sean
"aku tidak membutuhkannya" jawab ametta namun sean meraih tangan ametta dan meletakkan sapu tangannya ke genggaman tangan ametta
"saat ini kau yang memerlukan ini, tidak usah di kembalikan anggap saja sebagai tanda terimakasih"ucap sean membuat tubuh ametta gemetar
"Sean ini___"
"honey" ucapan ametta terhenti saat seseorang berjalan mendekat kearah mereka.
"aku mencari mu sedari tadi" ucap james membuat ketiga orang di hadapannya menatap kearahnya, james menarik pinggang ametta untuk mendekat kearahnya dan dengan santainya james mengecup bibir ametta, dari sudut matanya ametta bisa melihat sean memalingkan wajahnya.
"semua orang sudah menunggu kita" ucap james kembali menghiraukan tatapan tanya dari ametta.
"apa perbincangan kalian sudah selesai.?" lanjut james sekilas melihat kearah sean dan selena
"ya sudah, kami juga harus segera pergi"ucap sean setelah itu menarik tangan selena untuk pergi namun ametta menghentikannya
"sean" ucap ametta membuat sean melirik ametta melewati bahunya
"aku___"
"see you ametta" potong sean kemudian kembali melanjutkan langkahnya.
Ametta meremas saputangan yang berada di genggamannya, sean bahkan mengembalikan sapu tangan kesayangannya, apa hubungan di antara kami harus berakhir seperti ini, tidak bisakah tali pertemanan terjalin batin ametta menarik sapu tangan kedadanya dan meremasnya kuat.
"dia sudah berjalan jauh" ametta tersadar saat bariton suara james terdengar, ametta mendongak dan menatap james yang juga sedang menatap kearahnya.
"apa yang kau lakukan.?" tanya ametta sambil menjauhkan dirinya dari james.
"aku hanya menyelematkan seorang ametta sanders"jawab acuh james
"apa maksudmu.?" tanya ametta
"jika saja aku tidak datang mungkin kau sekarang sudah menangis dihadapan mantan kekasihmu itu, aku sangat yakin harga dirimu sangat tinggi, untuk itu aku memilih menyelamatkanmu" jelas james membuat ametta berdecak
"menyelamatkan apa yang kau maksud, kau terlihat seperti sedang ikut campur"ucap ametta sambil berbalik hendak pergi namun james kembali menghentikannya.
"bukankah aku berhak ikut campur atas masalah yang menimpa calon istriku"ucap james
"tidak untuk masalahku dengan sean"jawab ametta.
"Baiklah aku mengerti apa yang kau maksud, tapi aku menyarankan jangan terlalu berlarut-larut memikirkan mantan kekasihmu yang sudah berjalan jauh itu "ucap james.
"bukan urusanmu" jawab ametta ketus kemudian melanjutkan langkahnya .
Jika saja bisa hari ini dia ingin sekali membatalkan kontrak ini,tapi mau bagimana lagi semua kru sudah bersiap dan juga dirinya.
James menatap punggung ametta yang berjalan menjauh meninggalkannya, satu senyuman terukir di sudut bibir james.
Beberapa jam kemudian
Ametta terus mondar mandir di dalam ruangan pribadinya sambil menempelkan ponsel ketelinganya
"cia, dimana kau.?" seru ametta saat sambungan tersambung.
"aku di kantor agensi" jawab alicia
"kau meninggalkanku.?" tanya Ametta tidak habis fikir.
"aku tidak, bukankah kau ada urusan.?" tanya alicia
"urusan, aku, tidak, bukankah semua jadwalku kau yang pegang, kenapa kau malah pergi dan meninggalkan seorang sanders di sini" kesal ametta.
"ah aku yakin calon suamimu itu belum menemuimu" ucap alicia membuat ametta mengerutkan keningnya.
"james" gumam ametta
"iya siapa lagi, tadi sekertarisnya menemuiku" jelas alicia
"Carlos" gumam ametta
"entahlah aku tidak tahu namanya"
"apa yang dia katakan.?"tanya ametta
Ceklek
Namun sebelum alicia menjawab pintu ruangan ametta terbuka dan menampilkan sosok yag sedang mereka bicarakan.
"dia ____"
"aku akan menanyakan langsung pada orangnya"potong ametta kemudian memutuskan sambungan telpon mereka.
"sore miss.sanders" sapa carlos saat ametta berjalan mendekat kearahnya.
"to the poin" ucap ametta sambil melipat kedua tangannya dan carlos sudah bisa menebaknya.
"tuan james mengajak anda untuk membuat cincin pernikahan kalian hari ini" ucap carlos
"hah" ametta menghembuskan nafas kasarnya
"kenapa dia selalu se enaknya saja mengacauka semua jadwalku" kesal ametta, sekarang dimana dia.?"tanya ametta
"tuan masih berada di ruangann pribadinya"ucap carlos setelah itu ametta langsung berjalan menuju tempat dimana yang carlos tunjukan.
"memangnya dia siapa, berani beraninya mengacaukn semua jadwalku, dia sudah berjanji bukan tidak akan ikut campur dengan karier ku" gerutu ametta sepanjang jalan dan carlos yang mengikutinya dari belakang hanya menggelengkan kepalnya, kira kira pertengkaran seperti apa lagi yang akan terjadi antara mereka tebak carlos.
"Bagaimana kabar angel"
Langkah ametta terhenti saat mendengar james tengah berbicara dengan seseorang, carlos hendak mengeluarkan suara namun ametta langung memasang wajah membunuhnya sehingga carlos mengurungkan niatnya.
"dia sudah jauh lebih baik"
Ametta mengerutkan keningnya saat mendengar suara seorang wanita, ternyata mereka sedang melakukan panggilan vedeo sehingga ametta bisa mendengar lawan bicara james.
"kau sendiri,? Kau terlihat pucat.?" tanya james membuat wanita di sebrang sana terkekeh
"bukankah warna kulitku memang sedikit pucat" jawabnya
"aku tidak bercanda aurell, jangan terlalu memporsir dirimu, kau bisa meminta bantuanku jika membutuhkan sesuatu"
"aku baik baik saja james, kau tidak perlu mengkhawatirkanku"
"aku akan selalu mengkhawatirkanmu, karena kau tidak pernah mau bergantung padaku" ucap james membuat ametta perlahan mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka, siapa gerangan wanita yang bisa membuat seorang james khawatir.
"aku tidak ingin menjadi beban untukmu james, kau yang selalu berada di sisiku saja sudah membuatku senang"
"hemm, aku juga senang"
Brakkk
James berbalik saat tiba tiba pintu terbuka dan ametta tengah berdiri mematung seperti terkejut.
"ah apa aku mengganggumu.?" tanya ametta merasa dirinya tertangkap basah karena ketahuan menguping
"aurell aku akan menghubungimu kembali nanti" ucap james setelah itu mngakhiri sambungan vedeo mereka.
Siapa dia batin ametta karena ametta bisa melihat bagaimana sikap james yang berbeda saat berbincang dengan wanita itu.
"kita berangkat sekarang" ucap james membuat ametta kembali tersadar.
"tunggu" ucap ametta membuat james berbalik kearahnya.
"kau," tunjuk ametta
"kenapa kau selalu se enaknya mengacaukan jadwalku, dan menyuruh alicia, kau sudah berjanji bukan tidak akan mencampuri karier ku" kesal ametta yang di tanggapi dingin oleh james.
"aku tidak mengacaukan jadwalmu, lagi pula sebelumnya aku sudah bertanya pada managermu dan dia mengatakan jika jadwalmu kosong sore ini hingga malam" jawab james membuat ametta terdiam
Benarkah, bukankah jadwalku padat untuk hari ini batin ametta mencoba mengingat ngingat kembali.
"jadi tidak ada alasan untuk mu menolak ajakanku metta"lanjut james membuat ametta terdiam.
"sepertinya kau salah, aku akan menghubungi alicia" ucap ametta setelah itu merogoh ponselnya dan menghububgi managernya itu.
"cia bukankah jadwalku padat sampai nanti malam.?" tanya ametta saat dia sudah tersambung dengan alicia
"ya tadinya"jawab acuh alicia
"maksudmu"
"bukankah kau membatalkan semua jadwalmu karena kau sedang tidak mood gara gara sean" jelas alicia membuat ametta teringat
Ah benar batin ametta dirinya baru menyadari sudah membatalkan semua jadwalnya karena moodnya hancur gara gara pertemuannya denga sean tapi dirinya tidak akan menyangka akan mengganti semua jadwalnya dengan pergi bersama james.
Jika tahu akan sepeti ini aku akan memilih mengikut jadwalku batin ametta.
Ametta kemudian mematika sambungan telponnya dan berbalik menatap james.
"tiga puluh menit" ucap ametta membuat james hanya diam
"aku hanya memiliki waktu tiga puluh menit" lanjut ametta
"ya kita lihat saja nanti"ucap james.
"carlos siapkan mobil" ucap james kemudian carlos membungkuk dan pergi
"kenapa semua persiapan pernikahan kau yang mengatur, harusnya kan aku" gumam ametta yang masih bisa james dengar
"karena kau terlalu sibuk memikirkan mantan kekasihmu itu" jawab james sambil mmbenarkan letak jam tangannya sedangkan ametta menatapnya tajam
"jangan pernah membawa bawa sean dalam urusan kita" sinis ametta dan james hanya mengangkat bahunya acuh
"ah aku tidak menyangka seorang ametta sanders tidak bisa melupakan pianis itu" ejek james membuat ametta kesal
"ya karena dia orang yang tidak mudah dilupakan, dia terlalu indah untuk dilupakan" jawab ametta membuat james menatap intens kearahnya untuk beberapa saat setelahnya berjalan mendekat kearah ametta membuat ametta langsung siaga.
"benarkah" ucap james masih terus melangkah maju
"kau akan tahu nanti orang seperti apa yang pantas untuk tidak dilupakan ametta sanders" bisik james tepat di sebelah telingan ametta.