CEO's Heart 11

3191 Words
Ametta dan james langsung berbalik ke arah sumber suara. "sedang apa kau di di sini.?" tanya James dengan nada dinginnya "ayo lah dude aku hanya merindukanmu, apa kau tidak merindukanku.?" tanya nya sambil berjalan mendekat kearah  james dan Ametta. "kau tidak akan memperkenalkan sepupu tampanmu ini.?" tanya nya kembali saat setelah sampai dihadapan mereka, sejenak james menatap kearah Ametta yang kini juga sedang menatap kerahnya seakan bertanya siapa lelaki dihadapannya ini "Dia Alex, sepupu jauhku" ucap james seakan mengerti arti tatapan Ametta "senang bertemu denganmu miss____" kata kata Alex menggantung sambil mengulurkan tangannya menunggu ametta membalasnya "Ametta Sanders" jawab ametta namun tanpa menyambut uluran tangn alex dan itu bukannya membuat Alex tersinggung dirinya malah terkekeh geli sambil kembali menarik tangannya. "hah ternyata benar kabar burung di luar sana, kalian cocok"ucap Alex membuat Ametta mengeluarkan tatapan tajamnya "ow sorry bukan dalam artian  jelek, tapi dalam artian bagus, kalian cocok karena sama sama tampan dan cantik, itu yang ku maksud" ucap alex masih dengan senyum geli di bibirnya dan itu membuat seorang ametta jengah. Apa dia gila batin ametta karena alex terus mengukir senyum lebar di bibirnya padahal menurut ametta tidak ada yang lucu dari isi percakapan mereka. "Marry,!" seru james memanggil kepala pelayan di mansion megahnya itu, tidak butuh waktu lama, marrry datang sambil membungkuk. "Bawa Metta ke atas dan lakukan apa yang aku suruh" ucap james sambil menatap ametta yang masih terlihat kesal pada Alex "Baik tuan" ucap marry kemudian memanggil dua maid yang akan mengantar Ametta ke lantai dua "Metta kau bisa beristirahat sejenak, mereka akan mengantarmu ke kamar" ucap james membuat ametta melirik kearahnya sejenak dengan tatapan kesal setelahnya baru mengikuti dua maid yang akan mengurus dirinya. "jadi apa tujuanmu datang ke tempatku.?" tanya james saat setelah ametta meninggalkan mereka, james berjalan ke arah meja bar yang juga tersedia di mansionnya, Melonggarkan sedikit dasinya dan melepas jas yang membalut tubuhnya. "Hanya ingin mengunjungi sepupuku" jawab Alex yang kini sudah duduk santai di salah satu sofa yang juga tersedia disana. James mengambil satu gelas wisky dan dua buah gelas kristal dan meletaknanya di atas meja kemudian bergabung dengan alex untuk duduk. "selain itu.?" tanya james "karena aku tidak ikut mengacau di kantormu bersama tiga bocah itu" yang alex maksud adalah edward dan kedua teman james yang lainnya yang tempo hari mengacau di kantornya. "aku baru mendarat tadi pagi dan langsung menuju mansion megah ini hanya untuk memastikan kabar yang mereka bawa itu benar, dan binggo akub lngsung mendapatkan jawabannya setelah melihat kalian berdua datang" lanjut Alex sambil meneguk minuman yang james sediakan James menghembuskan nafas kasarnya karena tidak percaya mempunyai sahabat yang tingkat keingin tahuannya sangat tinggi tentang dirinya. Memangnya apa berita tentang pernikahannya harus di besar besarkan seperti ini, bagi james berita pernikahan bukan sesuatu hal yang menakjubkan bukan, semua orang melakukannya fikir james tapi lihat ke empat sahabatnya ini mereka bertingkah berlebihan seperti ini. "lalu.?" tanya james datar "Kau benar akan menikah dengan model itu.?" tanya Alex "tentu saja"jawab james "Ah sial padahal aku sudh mengincarnya sejak lama tapi dia terlalu angkuh untukku gapai"ucap alex membuat james menatapnya dingin "wo wo tenang dude, itu dulu, aku tidak berniat merebutnya darimu, aku masih bisa berfikiran logis" jelas alex setelah mendapatkan tatapan dingin seorang james. "tapi satu pertanyaanku bagaimana bisa kalian akan menikah.?"tanya Alex "kau tidak perlu tahu sebaiknya kau pergi sekarang aku masih banyak urusan" ucap james sambil beranjak dari duduknya dan melangkah keluar dari ruangan yang terlihat seperti club mini yang biasa dia tempati saat di kunjungi oleh empat pengacau sahabatnya itu, alex mengikuti langkah james keluar "apa kau akan membawanya ke pesta malam ini.?" tanya Alex membuat langkah James kembali berhenti dan mentap ke arahnya "Memangnya kenapa, kau sepertinya tertarik dengan calon istriku" ucap james lebih menekankan ucapannya pada kata calon istriku dan itu membuat Alex terkekeh geli sambil menepuk bahu james "hahaha kau sudah seposesif seperti ini padahal kalian belum resmi menikah"ucap alex masih dengan tawa renyah disetiap katanya seperti mengejek seorang james "aku hanya mau mengingatkanmu tentang anak kesayangan dari shinwa.group"ucap Alex membuat james mengangkat sebelah halisnya "kau tau bukan pak tua itu masih terobsesi untuk menjual anaknya padamu"lanjut alex membuat james hanya bersikap acuh dan kembali melanjutkan langkahnya "dan aku tidak peduli" jawab singkat james "Baik lah, aku hanya mengingatkan sebaiknya kau jaga calon istrimu itu di pesta nanti, aku dengar dia seliar singa betina jika seseorang mengusiknya, dan kau tau maksudku bukan, anak dari shinwa itu seperti lawan yang akan mengusiknya" lanjut alex. Kemudian entah bagaimana james bisa terpengaruh ucapan seorang Alex yang lebih banyak mengatakan bualan dalam ucapannya. James membayangkan bagaimana nantinya seorang Ametta yang mengamuk di sebuah pesta, tidak james pungkiri bahwa anak dari direktur shinwa memang sedikit liar dalam artian dia tidak segan segan bahkan bisa dibilang seperti tidak tau malu mendekatinya secara terang terangan dan itu pasti akan membuat seorang Ametta.______ Fikiran james tiba tiba berhenti saat sebuah ide terlintas di fikirannya, james berbalik dan menatap alex, dengan Senyum misterus yang dia berikan yang kali ini malah membuat alex terdiam "ada apa dengan senyummu itu.?" tanya alex waspada karena jarang sekali seorang james mengeluarkan senyumnnya, senyum licik yang mengandung seribu rencana. "jagan bilang kau akan berbuat sesuatu.?" tanya Alex membuat james terkekeh dan kali ini dia menepuk bahu alex seperti yang dia lakukan sebelumnya. "kau benar alex, aku harus menjaga macan betina ku di pesta nanti"ucap james masih dengan menampilkan senyum licik nya "dan kau tahu, sedari dulu aku suka melihat sedikit hiburan di sebuah pesta membosankan seperti malam nanti"ucap james membuat Alex mengerutkan keningnya "A apa yang kau fikirkan" "tidak ada, hanya membayangkan sebuah hiburan kecil saja," jawab james kemudian kembali berbalik dan melanjutkan langkahnya yang hendak menuju kamarnya, james berjalan menaiki anak tangga dengan senyum kecil menghiasi bibirnya, kemudian langkahnya kembali terhenti dan menatap alex yang masih menatapnya "kau harus melihat bagai mana seorang james akan menjadi pusat perhatian nanti malam, dan kau harus mengakui bahwa pesonaku bisa membuat dua macan betina saling mengacau nanti malam"lanjut james setelah itu benar benar pergi tanpa menghiraukan tatapan tanya dari alex yang masih menatap punggungnya "ck rencana apa yang ada di otaknya itu.?" kesal Alex tadinya dia berniat datang hanya sekedar untuk mengolok olok sepupunya itu dan dia akan merasa senang jika james benar benar merasa terganggu dengan kehadirannya tapi sekarang malah dirinya yang dibuat kesal oleh james. Ametta duduk didepan sebuah kaca besar  yang menyatu dengan meja riasnya, di sebuah kamar mewah yang dia tempati di mansion james, setelah sore tadi dia cukup beristirahat dan sekarang waktunya untuk menemani james datang kepesta. Tidak tanggung tanggung untuk membantu dirinya mempersiapkan penampilan Ametta di layani oleh empat maid sekaligus. Mereka ada yang bertugas untuk menangani gaun yang akan ametta kenakan, ada yang menangani riasan wajahnya, satu lagi menangani rambut ametta dan terakhir untuk mempercantik kuku nya. "aku ingin rambutku di naikkan" gumam ametta dengan mata terpejam karena matanya sedang di rias "Baik miss" jawab si penata rambut "Dan jangan berikan warna merah mencolok pada kukuku"lanjut Ametta yang mendapat jawaban sama dari si penata kuku, Di layani bak putri raja bukan sesuatu hal yang luar biasa bagi seorng Ametta karena dirinya sudah sering bahkan hampir srtiap hari dia di perlakukan seperti ini bahkan hanya untuk menyisir rambutnya saja Ametta mempunyai pelayan kusus. Butuh waktu sekitar dua jam hanya untuk mendandani seorang Ametta dan itu baru membuatnya puas. Ametta memutar tubuhnya di depan cermin melihat apakah ada celah untuk penampilannya kali ini, namun  seperti biasa, semua yang ada pada dirinya terlihat sempurna, "its perfect" gumam ametta Sedangkan di ruang utama Mansion, james terus melihat jam yang melingkar di pergelangan tanagnnya lagi dan lagi "Marry apakah metta belum siap.?" tanga James pada kepala pelayan "sudah tuan, beliau akan segera turun" jawab Marry dan tidak berselng lama ketukan dari heels yang Ametta kenakan terdengar menuruni anak tangga membuat james berbalik dan menatapnya yang kini tengah berjalan menuruni anak tangga James melihat seorng ametta yang dengan rasa kagum yang hanya di katahui olehnya tentu saja james tidak akan menatap ametta dengan terang gerangan bahwa dirinya kagum. Bagai mana tidak gaun hitam yang Ametta kenakan sangatpas di tubuh tinggi dan seksinya, gaun panjang yang terjuntai sampai bawah dengan mengekspos punggung indah dan juga kakinya seakan menampilkan kesempurnaan tubuh yang dia miliki, riasan wajah yang tidak mencolok dan Rambut yang sengaja di naikan seakan ingin memperlihatkan leher jenjangnya membuat james tidak berhenti menatap Ametta "Apa aku sudah pantas bersanding dengan seorang james Walker.?"tanga Ametta saat setelah berada di hadapan james, james menyunggingkan senyumnya dan menarik tangan Ametta dn membawa punggung tangannya mendekt Cup James mencium punggung tangan Ametta sebagai satu kehormatan "its perfect" ucap james membuat Ametta tersenyum bangga pada dirinya sendiri. Tidak menunggu lama lagi Ametta langsung mengalungkan tanganny pada james dan berjalan menuju mobil yang sudah di persiapkan. Beberapa Maid dan pengawa membungkuk saat mereka berjalan bak pasangan putri dan raja yang terlihat sempurna berjalan. Memasuki mobil dan langsung menuju tempat acara, bahkan kedatangan mereka membuat seluruh tamu yang hadir di pesta tersebut di buat kaget. Untuk pertama kalinya seorang James walker membawa pasangan ke sebuah pesta dan itu juga seorang model papan atas Ametta sanders tentu saja ini menjadi perbincangan hangat di kalangan pebisnis lainnya. "Pemeran utama kita sudah datang" ucap Edward saat mendengar hiruk pikuk semua orang yang menatap pintu masuk, semua mata tertuju pada James dan juga Ametta termasuk ke empat sahabat James yang juga ikut hadir. "Dan asal kalian tahu, malam ini bukan hanya kedatangannya saja yang akan heboh" lanjut alex membuat edwar, jacob dan max menatap kerahnya dengan tatapan tanya "Maksudmu.?" "kita lihat saja nanti" ucap Alex menyisakan tanda tanya untuk ketiga temannya itu. James dan Ametta terus saja menjadi pusat perhatian, beberapa bahkan kecewa saat tau james kini menggandeng seorang wanita, Termasuk seseorang yang juga sedang menatap mereka dari jauh "Dad siapa dia.?" tanya seorang wanita yang tidak melepaskan pandangannya sejak dari awal kedatangan james "Daddy juga tidak tahu?" "bagaimana mungkin tidak tahu, Daddy bilang James masih sendiri" "untuk memastikannya lebih baik kita hampiri mereka" ucap seorang lelaki paruh baya yang kini berjalan mendekat ke arah James dan juga Ametta. "Selamat malam mr.Walker" sapanya saat setelah tiba di dekat james "malam Mr,Lee" jawab James sambil tersenyum ramah "ah pantas saja semua orang ribut pada malam ini ternyata ada hal yang tidak biasa"ucap mr.lee sambil meliht ametta yang berada di samping james "Ah ya perkenalkan dia Ametta sanders"ucap james membuat seorang wanita yang berada di samping Mr.lee mengerutkan keningnya "Ametta sanders nama yang familiar" gumam wanita itu mencoba mengingat ngingat dimana dia pernah mendengar nama itu "senang bertemu dengan mu miss.sanders, saya Lee jewang dan ini anak saya Aster Lee" ucapnya memperkenalkan dirinya dan juga Anaknya. "saya Ametta senang bertemu kalian" jawab Ametta dengan gaya elegannya "Ah bagaimana dengan kabar kakekmu.?" tanya Mr.lee mencoba basa basi ssperti biasa "masih sangat kuat untuk menguasai pasar asia jika beliau turun tangan" jawab James membuat ke empat orang yang terlibat perbincangan terkekeh layaknya perbincangan basa basi yang menyenangkan yang selalu terjadi di setiap Pesta. Mereka terus berbincang soal bisnis yang kedua belah pihak lakoni dan itu membuat Ametta sedikit bosan dengan pesta semacam ini. "aster daddy harus menemui mr,coi disana, jika kau masih ingin berbincang dengan james sikahkan,daddy akan kesana" ucap mr.lee di tengan perbincangannya "baiklah dad" jawab Aster "mr.walker saya harus bertemu mr.choi tidak apa bukan jika saya menitipkan Aster padamu" ucap mr.lee sambil melirik sekilas ke arah Ametta "tentu saja mr.lee" jawab james "Lama tidak bertemu james" ucap Aster setelah daddynya pergi menjauh, aster mengubah topik pembicaraan yang sedari tadi formal kini aster menyapa james layaknya teman. "Ya, apa kabar.?" tanya james "baik seperti biasa. Kau sendiri.?" "jauh lebih baik" "ouh ya aku tidak tahu kau akan menggandeng seseorng kali ini.?" tanya Aster sambil melirik ke arah Ametta "ah iya , aku hanya tidak ingin pergi sendiri ke pesta kali ini" ucap james sambil tersenyum dan Ametta sudah mulai kesal sedari tadi "padahal kau bisa menghubungiku jika kau butuh teman untuk menemanimu" ucap Aster yang kini sudah merapatkan tubuhnya pada james dan ametta bisa melihat itu Dasar jalang Batin Ametta yang melihat tingkah Aster yang mulai mendekati james, dan Ametta tidak peduli itu, ametta melarikan pandangannya kesekitar aula pesta dan matanya langsung menagkap seseorang yang juga tengah menatap ke arahnya sambil mengacungkan sebuah gelas kristal berisikan minuman Alex Dia juga disini batin Ametta berdecih saat Alex lagi lagi menampilkan senyum memuakannnya dan ametta tidak menanggapinya dia kembali ke pada dua orang di sampingnya yang tengah asik mengobrol lebih tepatnya si wanita yang tengah asik menempelkan dirinya pada james bahkan dengan tidak tahu malunya sekarang Aster mulai bergelayut dilengan james dan menempelkan tubuhnya dan james sepertinya tidak masalah dengan hal itu Menjijikan Batin Ametta "wajahmu tidak familiar.?"ucap Aster sambil menatap ke arah Ametta, "kau bertanya padaku?" tanya ametta sinis "ya tentu saja" "maaf aku kira kau bertanya pada orang lain" "apa kita pernah bertemu.?" tanya aster kembali "aku rasa tidak, mungkin kau sering melihatku miss.lee" "Benarkah" tanya Aster "dia Model__" "ah pantas saja wajahmu sngat familiar" potong aster saat james hendak menjelaskan tentang Ametta "ya aku memang terkenal" jawab Ametta membanggakan dirinya, berani beraninya dia tidak mengenalku batin ametta mulai merasa sangat kesal, kekesalannya naik dua level menuju marah. "padahal kau bisa memintaku untuk menemanimu kepesta ini james, dari pada kau harus menyewa seorang model" ucap Aster manja pada james dan itu membuat Ametta langsung menatap tajam ke arah Aster "Exusme, apa kau bilang menyewa.?"tanya Ametta "ya tentu saja, menyewa memangnya apa lagi, aku tahu james pasti membayarmu untuk menemaninya malam ini"ejek Aster membuat kekesalan Ametta naik ke ke level kemarahan. "Maaf Aster lee yang gerhormat, aku tidak rendahan seperti dirmu yang melemparkan dirinya langsung pada james, aku bukan tipe jalang seperti dirimu yang terang terangan mendekati para pebisnis kaya, kau tahu itu bukan." perkataan ametta langsung membuat aster berwajah merah padam, aster melepaskan pagutan tangannya pada james "jaga omonganmu miss.Sanders," "kau yang seharusnya menjaga omongan dan juga sikapmu, lihatlah dari penampilan kitapun sudah berbeda kau fikir ini club mala huuh dengan Berpakaian seperti itu, dari cara berpakaian mu saja sudah bisa membedakan derajat kita, kau terlihat seperti jalang yang hendak mejajakan dirinya" Plakk Satu tamparan mendarat di wajah Ametta, Aster terlihat marah saat kata kata Ametta melukai dirinya, nafasnya memburu menahan amarah "jaga omonganmu Bitch..!!!" pekik Aster membuat mereka akhirnya menjadi pusat perhatian Ametta memegang pipinya yang merah dan terasa perih kemudian menatap tajam ke arah Aster "metta Are you okey?" tanya james sedikit terkejut, james tidak menyangka jika Aster akan bertindak berlebihan seperti ini. Awalnya james memang ingin membuat mereka bertikai dalam artian hanya berselisih faham sedikit dan james tidak menyangka perkataan pedas ametta akan membuat aster melayangkan tamparannya "jangan menyentuhku" ucap ametta dingin saat james hendak menyentuh pipinya. Kemudian ameta berjalan mendekat ke arah aster yang masih mengepalkan tangannya karena menahan amarah "kau baru saja melakukan kesalahan besar Aster lee" ucap Ametta "kau yang sudah mencari gara gara denganku" jawab aster "kau tidak tahu siapa aku  huh" ucap ametta sambil terus berjalan mendekat ke arah aster dan mengikis jarak mereka "Kau sudah ber urusan dengan orang yang salah" "ck memangnya jalang sepertimu bisa berbuat apa hem" tantang aster membuat Ametta langsung melayangkan tangannya dan menarik rambut Aster membuat aster terpekik "aku Ametta sanders bahkan bisa melahap perusahaan yang ayahmu miliki dan membuat kalian mendekam selamanya di balik jeruji besi"ancam ametta setelah itu melepaskan rambut aster dengan kasar sehingga membuatnya langsung jatuh terduduk. Ametta langsung mengambil langkah panjang untuk pergi meninggalkan aula pesta dan mengabaikan tatapan heboh dari orang orang sekitarnya. Hatinya sesak dipenuhi amarah, jika saja dia tidak memikirkan ssdang berada dimana ametta sudah pasti akan menghabisi jalang itu, "Metta wait.,!" teriak james mencoba mengejar langkah ametta namun ametta mengabaikannya "metta tunggu,!" teriak james kembali kali ini sambil mencekal lengan ametta dan langsung di tepis kasar olehnya "jangan menyentuhku" ucap ametta dingin, james bisa melihat kemarahan di mata Ametta "dengarkan aku" "antarkan aku pulang" potong Ametta dengan mata yang sudah berkaca kaca, ametta benar benar marah kali ini dan tidak tahu harus melampiaskan kemarahannya pada siapa, baru kali ini dia di permalukan di depan umum, ametta berjanji tidak akan mebiarkan jalang itu hidup tenang. James yang melihat raut wajah ametta langsung menariknya menuju mobil yang sudah terrparkir di depan gedung dan membawanya pulang. "antarkan aku ke apartemen" ucap Ametta di tengah perjalanan, namun james malah diam dan terus melajukan mobilnya, ametta melihat jalanan sekitar ini bukan jalan menuju apartemenya tapi mansion lelaki itu, " aku bilang antarkan aku ke apartemen,!!" pekik ametta namun lagi lagi james mengabaikannya "James berhenti dan turunkan aku" pekik ametta membuat james membanting setir dan menginjak rem, menghentikan mobil yang mereka tumpangi .Ametta hendak membuka pintu mobil namun james langsung menguncinya. "Buka Pintunya.!"kesal ametta namun james mengabaikannya "Aku bilang buka, jangan membuat aku semakin marah james, aku sudah cukup muak dengan jalang tadi" pekik ametta "kau bisa marah padaku" ucap james "aku tidak main main cepat buka pintunya" kali ini ametta tidak bisa menahan air matanya lagi, saking kesalnya, ametta sampai bergetar menahan amarah yang sedari tadi dia tahan, biasanya dia akan melempar atau memecahkan sesuatu untuk mengurangi rasa marahnya tapi dalam keadaan seperti ini ametta menahannya sehingga membut hatinnya sesak dan tubuhnya bergetar. "Marahlah padaku" ucap james membuat ametta berhenti untuk mencoba membuka pintu dan menatap ke arah james "kau bisa melampiaskan kemarahanmu padaku" ucap james dan Plakkkk Akhirnya Amarah Ametta memuncak, ametta langsung menapar james. "kau benar benar menyebalkan james, kau menyebalkan" pekik ametta sambil terus memukuli james dan menumpahkan semua amarahnya dan james hanya diam, dia tahu bagaimana seorang ametta marah karena merasa terhina di depan banyak orang. Bahkan kali ini ametta sudah tidak bisa menahan air matanya dia menangis sambil terus memukuli bahu james. James memegang kedua tangan ametta dan langsung menariknya menempelkan kedua bibir mereka sehingga membuat gerakan ametta terhenti, james mulai menggerakan bibirnya saat ametta sudah tidak lagi meronta, james menekan tengkuk ametta dan mulai memberikan kecupan lembut di sekitar bibir ametta membuat nafas ametta pun ikut tenang, ametta mulai bisa mengatur naasnya yang sebelumnya memburu karena marah, ametta juga bisa merasakan sentuhan lembut yang james berikan pada bibirnya dan amettapun ikut terhanyut olehnya. Sedangkan di tempat pesta.,ketiga sahabat James menatap ke arah Alex,dengan tatapan seolah bertanya Apakah ini pertunjukan menarik yang kau maksud tadi.? "apa.? "tanya Alex saat ketiga sahabat menatapnya  "Apa kau yang memberikan ide seperti ini pada james.? "tanya Edward "ide seperti apa yang kau maksud.? "tanya Alex "pertikaian kedua wanita tadi " ucap Edward "Aku bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi di pesta ini, sebelum melihat kejadian seperti tadi tapi aku sudah curiga saat James mengeluarkan senyum misteriusnya padaku tadi siang. "jelas Alex.  "jadi maksudmu semua ini rencana James? "tanya Jacob "Iya aku rasa seperti itu, dia hanya ingin memamerkan kemampuannya itu di depan kita semua. Seorang James Walker bisa membuat kedua wanita tadi bertikai di depan banyak orang dan memperebutkan dirinya. "jelas Alex "ah aku baru mengerti maksud dari senyumnya tadi siang. "lanjut Alex   "jadi apa kalian bisa menebak Apa yang terjadi dengan James dan Ametta sekarang ? "tanya jacob "aku rasa James sekarang sedang menenangkan calon istrinya itu " jawab Max yang akhirnya bicara setelah sebelumnya hanya mendengarkan ketiga sahabatnya berkomentar. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD