CEO's Heart 10

2194 Words
"jadi apa kalian menyukai cerita dongeng.?" tanya Ametta yang kini tengah berdiri di depan ruangan, Ametta bertanya pada anak anak yang tengah duduk manis sambil memegang balon dan mainan yang dia bawakan tadi. Ametta berbalik dan menghadap pada white board di belakangnya dan mengambil sebuah spidol lalu menuliskan kata "fairy tale" Setelahnya Ametta kembali menatap anak anak yang masih diam, "cerita dongeng apa yang kalian tahu.?" tanya Ametta kembali Cekrek cekrek cekrek Beberapa cahaya lampu kamera terus menyorotinya, karena sesuai dengan yang alicia katakan bahwa akan ada beberapa wartawan yang akan meliput kegiatannya kali ini bersama anak anak yang di rawat di rumah sakit ini. Alicia mendekat ke arah ametta dan berbisik "kau sedang berinteraksi dengan anak anak metta bukan berperan sebagai dosen yang menagih skripsi pada mahasiswanya, kau membuat anak anak takut, setidaknya tampilkan senyum ramahmu" bisik Alicia membuat ametta menatap anak anak di depannya, mereka hanya duduk diam tanpa bersuara. "sudah kubilang aku tidak pandai bergaul dengan mereka" bisik ametta "kau hanya perlu tersenyum baby"geram Alicia "aku sedang tidak ingin tersenyum, aku sedang kesal cia."jawab ametta "kau malah akan memperburuk image mu" "arghh fine" kesal ametta Kemudian ametta kembali menegakan badannya dan memaksakan senyumnya, "so apa kalian pernah mendengarkan dongeng.?" tanya Ametta dan ternyata senyumnya ampuh. "aku tahu satu dongeng, Cinderella" jawab salah seorang anak perempuan sambil mengangkat tangannya tinggi, ametta menatapnya dan juga kaki mungilnya yang di gips "gadis pintar, bisakah kau menceritakannya" tanya Ametta. Gadis kecil itu mengangguk dengan penuh semangat" cinderella adalah gadis miskin yang di tolong oleh seorang ibu peri untuk bertemu pangeran tampan"ucapnya dengan suara kecil nan lucu "ah benarkah, jadi apa ibu peri itu ada.?"tanya ametta dengan wajah serismus menatap si anak "ya tentu saja, ibu peri akan menolong orang orang yang baik seperti cinderella" "Salah" jawab cepat Ametta dengan tegas membuat semua orang menatapnya "siapa yang mengatakan bahwa ibu peri ada, itu semua bohong, di dunia nyata tidak ada yang namanya ibu peri, jika kalian ingin sesuatu kalian harus berusaha sendiri, ah dan satu hal lagi jika benar ibu peri ada kalian bisa saja meminta kesembuhan padanya bukan, jadi jangan percaya jika ada yang mengatakan ibu peri itu nyata" jawab ametta membuat anak anak, wartawan, beberapa suster dan dokter jaga bungkam. Dan satu lagi tentu saja manegernya Alicia yang sudah menepuk jidatnya entah yang keberapa kali. Sesuai janjinya alicia mengakhiri acara Ametta dalam waktu kurang lebih tiga puluh menit salah satu alasannya juga karena tidak ingin seorang Ametta membuat kekacauan lebih parah lagi seperti tadi, alicia mengikuti langkah panjang ametta "apa kau sedang mabuk"tanya alicia yang sedikit kesusahan mengikuti langah ametta yang tergesa gesa "Tidak" "Lalu apa tadi.?" "Memangnya kenapa.?" "Kau harusnya meng iyakan perkataan anak anak tadi" "Kau menyuruhku berbohong" tanya Ametta "Bukan seperti itu metta, mereka hanya anak anak dan itu sebuah dongeng, kenapa kau merusak imajinasi mereka" kesal alicia membuat ametta menghentikan langkahnya dan menatap alicia "aku meluruskan dongeng dongeng sialan itu, mereka sudah membohongi anak anak termasuk diriku dulu, harusnya mereka tahu bahwa cerita dalam dongeng tidak nyata dan kehidupan nyata tidak seindah dan semudah yang mereka bayangkan" "Ametta mereka hanya anak anak" "untuk itu aku menyadarkan merka sejak dini cia" bantah ametta karena merasa dirinya sudah benar "Ah terserah kau saja, entah apa yang akan para wartawan itu tulis tentangmu kali ini" pasrah Alicia dan melanjutkan langkahnya kembali sedangkan Ametta masih diam sambil melarikan pandangannya ke sekitar taman. "Jadwal selanjutnya kau ada pemotretan___" kata kata alicia menggangtung saat menyadari ametta tidak mengikuti langkahnya, alicia berhenti dan berbalik menatap ametta yang masih diam berdiri "Metta, came on" seru alicia namun ametta mengabaikannya Dan alicia memilih untuk kembali mendekat dan ikut memperhatikan taman dan beberapa pasien disana. "Kau mencari seseorang" "tidak" jawab ametta namun berbeda dengan yang dia lakukan yang masih terus mengitari taman seperti mencari seseorang "ah apa kau mencarinya, kau bisa menghubungi_____" "Aku tidak mencari siapa siapa"potong ametta kembali kemudian melanjutkan langkahnya sedangkan alicia hanya geleng geleng melihat tingkah laku sahabatnya itu "apa jadwalku selanjutnya.?"tanya Ametta "pemotretan dengan balenciaga" "apa bisa di batalkan" "No,!!!" jawab cepat dan tegas Alicia membuat Ametta terkekeh "Haha tenang saja cia, untuk kali ini aku tidak akan mengacaukan jadwalku, aku tidak ingin kau kembali menaikan berat badanmu" jawab ametta membuat Alicia merengut, karena memang seperti itu yang terjadi, setiap seorang ametta membuat ulah alicia akan kena batunya dia akan stress dan salah satu efek sampingnya adalah dia akan lebih banyak makan jika dalam keadaan stress untuk itu beberapa waktu lalu alicia mengeluh pada ametta karena berat badannya yang naik Drastis akibat ulah nya. "kau harus memegang kata katamu metta" ucap Alicia "ya tentu saja"jawab Ametta masih dengan senyum geli di wajahnya Langkah mereka kembali terhenti saat setelah sampai di parkiran. "bukankah itu yang kau cari sejak tadi" ucap alicia membuat ametta menatapnya tajam "siaapa bilang, aku tidak mencari nya"kilah Ametta membuat  alicia mengejeknya. "ya ya, lebih baik kau menghampiri calon suami mu itu, dia terlihat sedang menunggumu" ucap alicia sambil menatap ke arah James yang tengah bersandar pada sisi mobil dengan setelan jas lengkap yang sangat pas membalut tubuhnya. Sebelum ametta menjawab terlihat james lebih dulu menatap ke arah mereka dan menegakan tubuhnya. "sudah ku katakan dia menunggumu" bisik alicia kembali. "ya ya I know" jawab Ametta kemudian berjalan menghampiri james. "jadi, sedang apa kau disini.?" tanya ametta setelah sampai di hadapan james "Masuklah.!" alih lih menawab james membuka pintu mobil dan menyuruh Ametta masuk dan itu membuat ametta memutar bola matanya kesal. "aku sedang tidak ada jadwal bersamamu mr.walker"jawab angkuh Ametta yang tidak mengindahkan perkataan james dan james hanya menatap ametta datar kemudian beralih menatap alicia yang tidak berdiri tidak jauh dari mereka. "apa kau managernya.?" tanya james pada alicia membuat Alicia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menjawab "i iya" "batalkan semua jadwalnya untuk hari ini" perintah james membuat alicia malah diam mematung sedangkan Ametta langsung menatapnya tajam "Hei kau tidak berhak mengaturku" "Aku berhak" jawab James dingin "tidak akan pernah"jawab ametta kemudian hendak berbalik meninggalkan james namun dengan cepat pula james meraih bahu ametta dan mendorongnya masuk kedalam mobil sport mewah miliknya. "Kau bisa melakukannya bukan.?" tanya james kembali pada alicia yang masih diam mematung dan mengabaikan gedoran dan teriakan ametta dari dalam mobil. "i iya tentu saja" jawab gagap alicia "thanks" jawab james dengan senyum tipis dan kedipan mata pada alicia membuat alicia tersentak dan seluruh dltubuhnya merinding. Alicia masih betah menatap james yang berjalan mengitari mobil dan masuk, bahkan setelah mobil jauh melaju  dari hadapannya alicia masih diam. "oh god, aku baru tahu bahwa ada orang yang lebih tampan dan hot selain Felix sanders, ah bagaiman ini apa hatiku akan berpaling" racau alicia sambil memegang dadanya yang masih berdetak denga cepat akibat menerima senyuman tipis james. Sedangkan di dalam mobil Ametta menatap tajam kearah james yang dengan santainya membawa dirinya dan sekarang seolah tidak terjadi apa apa lelaki tampan di sampingnya ini dengan acuhnya menyetir dengan santai "Kau mau membawaku kemana.?" tanya Ametta "ke suatu tempat" "Aku tidak mau jadi turunkan aku"kesal ametta namun di tanggapi dengan acuh oleh james. "Cepat turn kan aku" kesal ametta kembali dengan nada yang sedikit ditinggikan membuat james membanting setir mobilnya yang sedang melaju cepat membuat ametta memekik kaget. "aaaaaa.!!!" pekik ametta sambil menutup kedua telinganya. Ametta sedikit membungkukan kepalanya, setelah dirasa mobil berhenti dengan aman ametta kembali mendongak dan menatap tajam ke arah james. "Are you crazy, you want us to die.?" kesal ametta tidak habis fikir dengan semua tingkah laku seorang james walker. "Bukankah kau yang memintaku untuk berhenti" "tidak, aku menyuruhmu untuk menurunkan aku" "lalu kau akan turun dengan mobil yang masih melaju.?" tanya james membuat ametta bungkam, perkatannya tidak salah, ya dan dirinya yang selalu salah Ametta berdecih kemudian menatap sekitar, Kemana dia akan membawaku batin Ametta "turunlah" ucap james dingin "Hei kau yang menyeretku untuk ikut denganmu jadi antarkan aku kembali pada Alicia"ucap Ametta membuat james menatap ke arahnya, James memperhatikan bagai mana wajah kesal yang kini di tampilkan oleh seorang Ametta sanders,satu yang terlintas di benak james masih terlihat seperti biasa Cantik Ya kata itu memang pantas di sematkan untuk Ametta, dan james tidak menampiknya sama sekali, "Kenapa kau malah menatapku," tanya Ametta saat mendapatkan tatapan dingin dari seorang james. " kau harus menemaniku.!" ucap james tiba tiba membuat ametta mengerutkan keningnya. "exusme apa kau sedang melantur" "tidak, aku ingin kau menemaniku malam ini" ucap james membuat ametta terdiam dan fikirannya langsung melayang Menemaninya malam ini batin gadis ametta bergumam lalu langsung otaknya membayangkan bagai mana dirinya menamani James di atas ranjang dengan pakaian minim dan segelas anggur menemani mereka. Ametta langung menggelangkan kepalanya dan menepuk nepuk pipinya agar fikiran kotor di dalam otaknya bisa sirna "Hei ada apa dengan wajahmu.?" tanya James membuat ametta kembali tesadar dan menatap james "Wajahku, aku baik baik saja" jawab ametta sambil memegang pipinya yang terasa lebih hangat "Kau_____" ucapan james menggantung sambil menatap lekat wajah Ametta dan ametta di buat semakin malu dan salah tingkah, bahkan dirinya merutuki sisi jalangnya yang sudah memikirka hal hal kotor dengan lelaki tampan calon suaminya itu. "What, I'm fine" jawab ametta membuat dirinya seperti biasa "oke baiklah,"jawab acuh james "Jadi apa maumu.?" tanya Ametta "Aku ingin kau menemaniku ke acaraku malam ini" "Dan kau fikir aku mau" "Mau tidak mau kau harus mau metta" "Aku tidak suka_____" "tapi aku sudah meminta izin pada kakek untuk membawamu malam ini" potong james membuat Ametta langsung bungkam setelah tahu james membawa bawa kakeknya untuk mengancam dirinya. "hah ternyata kau tahu betul kartu kelemahanku" ketus ametta membuat james mengeluarkan smirknya "tentu saja jika aku tidak pintar aku tidak mungkin berada di titik seperti sekarang ini"ucap james membanggakan dirinya sendiri dan itu membuat Ametta berdecih. "Aku memerlukan bantuan Alicia untk nanti malam" ucap ametta pasrah harus mengikuti kemauan james. "tidak perlu kau akan mendapatkan semua yang kau butuhkan nanti"jawab james kembali menghidupkn mesin mobilnya dan melajukannya. Dan Ametta hanya diam sambil kembali menatap jalanan didepannya. Sudah hampir sepuluh menit perjalanan, ametta melirik ke arah james yang masih fokus pada jalanan didepannya, Ametta menatap lekat wajah james yang di bingkai oleh rahang tegas, mata tajam, hidung mancung dan itu sangat sempurna, Ametta sendiripun tidak membantah bagaimana wajah sempurna yang james miliki, fakta yang dia dapatkan adalah dia tampan dan seorang billioner dan satu hal lagi calon suaminya. Entah datang dari mana perasaan itu muncul di hati ametta saat menggumamkan kata calon suami yang jelas hatinya merasa hagat. "Kau akan membawaku kemana.?"tanya Ametta mencoba kembali memfokuskan dirinya karena tidak ingin di ketahui oleh james bahwa diri nya sedang mengagumi lelaki itu secara diam diam. "Mansionku" jawab james kemudian ametta langsung diam dan melihat ke arah depan. Kini mobil james sudah memasuki kawasan mansionnya yang bisa ametta tebak. Karena sisi kanan kirinya sudah tidak terlihat keramaian hanya pohon pohon pinus saja dengan satu jalan menuju gerbang tinggi yang kini berada dihadapannya. Gerbang tersebut terbuka otomatis saat james menekan salah satu tombol pada mobilnya. Setelah gerbang terbuka james kembali melajukan kembali mobilnya. Beberapa pohon dengan rapi berjajar di setiap sisi jalan yang menghubungkan gerbang utama dengan Mansion james yang jaraknya sekitar  lima ratus meter setelahnya ametta bisa melihat mansion megah yang berdiri kokoh. James menghentikan mobilnya di depan mansion dan salah seorang pelayan membukakan pintu mobil james dan juga ametta. Mereka keluar bersamaan dan langsung di sambut oleh dua orang penjaga. Ametta berjalan mendekat ke arah james sambil sesekali melihat sekitar mansion yang berhalaman sangat luas, setelahnya ametta melarikan pandangannya pada bangunan tinggi nan klasik di depannya sangat indah, itulah kata pertama yang terbesit oleh Ametta. Ametta tersadar dari kekagumannya saat james menarik pinggangnya membuat ametta kini menempel dengan james bahkan wangi maskulin dari james langsung menyeruak kedalam indra penciumannya. "apa yang kau lakukan.?" tanya Ametta "diam saja"james kemudian membawa ametta untuk masuk kedalam mansionnya. Pintu kayu yang penuh dengan ukiran langsung terbuka saat mereka sudah berdiri dihadapannya. Ametta bahkan mengerjapkan matanya beberapa kali saat pintu itu terbuka. Mereka langsung disambut oleh para pelayan yang berjejer sangat banyak dan kini tengah menunduk hormat pada mereka. Selernya memang bagus Batin ametta saat melihat dalam mansion james. "selamat datang tuan dan nyonya" sapa salah seorang wanita paruh baya yang Ametta tebak mungkin kepala pelayan di mansion ini "marry, perkenalkan dia adalah Ametta sanders, Calon nyonya di mansion ini"ucap james membuat ameta langsung melirik kearah james yang kini juga sedang menatap kearahnya dengan senyumnya yng sedikit berbeda. "Selamat datang nyonya, saya Marry, saya kepala pelayan di mansion ini" "Ya" jawab Ametta singkat dan sediki angkuh.ametta masih berfikir apakan lelaki disampingnya mabuk. "marry apa semua yang ku minta sudah siap.?" "tentu tuan"jawab marry "baiklah" jawab james kemudian menarik ametta berjalan untuk masuk lebih dalam ke area mansion, masih dengan mendekap ametta erat. "apa kau mabuk perjalanan.?" "tidak" "Kau mengenalkanku sebagai nyonya mansion ini pada para pelayan.?" "iya" "bahkan aku belum bertemu langsung dengan keluargamu tapi kau lebih dulu memperkenalkanku pada mereka.?"tanya Ametta tidak habis fikir "memangny kenapa.? Mereka harus tau bahwa sebentar lagi mansion ini akan kedatangan anggota baru" "urutannya salah mr.walker harusnya kau memperkenalkanku pada keluargamu terlebih dahulu," "kau akan bertemu mereka di hari pernikahan kita"jawab james acuh membuat ameta berhenti dan melepaskan rangkulan james. "ck kau_____" "James" perkataan ametta terhenti saat seseorang memanggil james.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD