Bab 11: Surga Tersembunyi di Tepi Tebing

1197 Words
Gemuruh suara ombak yang menghantam karang di bawah tebing menjadi musik alami yang menyambut kedatangan Alya dan Rayhan di Villa "Cahaya Rembulan". Villa ini adalah properti pribadi milik keluarga Rayhan yang terletak di semenanjung terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kota dan jangkauan mata publik. Rayhan sengaja membawa Alya ke sini dengan helikopter pribadinya pagi tadi, tanpa membawa satu pun asisten atau pengawal masuk ke dalam area villa. "Mas... ini benar-benar hanya ada kita berdua?" tanya Alya takjub saat kakinya menginjak lantai kayu jati yang hangat di teras villa yang menghadap langsung ke samudra biru. Rayhan, yang kini tampil sangat santai dengan kemeja linen putih yang kancing atasnya dibuka, memeluk pinggang Alya dari belakang. "Hanya kita berdua, Sayang. Aku sudah menonaktifkan semua akses untuk orang lain. Bahan makanan sudah tersedia lengkap di dapur, dan aku sendiri yang akan memasak untukmu. Di sini, kau tidak perlu memakai pakaian yang menutupi kecantikanmu. Kau bebas... dan kau hanya milikku." Rayhan menuntun Alya masuk ke dalam kamar utama yang dindingnya terbuat dari kaca transparan setinggi langit-langit. Dari tempat tidur king size yang empuk, mereka bisa melihat matahari yang perlahan mulai turun ke garis cakrawala. Namun, yang lebih menarik perhatian Alya adalah sebuah bak mandi outdoor di balkon kamar yang dikelilingi oleh tirai sutra putih tipis yang melambai tertiup angin laut. "Mandilah dulu, aku akan menyiapkan makan malam sederhana di tepi kolam," ujar Rayhan sambil mengecup lembut leher Alya. Alya memutuskan untuk mencoba bak mandi tersebut. Di bawah siraman air hangat yang bertabur kelopak bunga melati, ia merasa seluruh bebannya terangkat. Namun, ia tidak menyadari bahwa dari balik pintu kaca, Rayhan sedang berdiri diam, mengagumi siluet istrinya dengan tatapan yang penuh dengan obsesi dan gairah. Bagi Rayhan, melihat Alya seperti ini adalah pemandangan paling suci sekaligus paling menggoda di dunia. Setelah selesai mandi, Alya mengenakan jubah mandi sutra yang sangat pendek dan tipis—pemberian Rayhan yang sengaja dipilih untuk suasana pantai ini. Ia melangkah menuju meja makan di tepi kolam renang infinity yang seolah menyatu dengan laut. Di sana, Rayhan sudah menyiapkan hidangan laut panggang. Makan malam itu berlangsung sangat intim. Mereka saling menyuapi, tertawa kecil, dan berbagi cerita yang belum pernah mereka ungkapkan sebelumnya. Rayhan menunjukkan sisi dirinya yang sangat lembut, jauh dari citra "Tuan Muda" yang kaku. Ia bercerita tentang masa kecilnya yang kesepian, dan bagaimana kehadiran Alya mengisi kekosongan di hatinya. "Aku merasa seperti terlahir kembali sejak memilikimu, Alya," bisik Rayhan sambil menggenggam tangan Alya di atas meja. "Dulu, rumah besar itu terasa seperti penjara bagiku. Tapi sekarang, di mana pun aku bersamamu, tempat itu menjadi surga." Setelah makan malam, Rayhan tidak membiarkan Alya beranjak. Ia menarik kursi Alya mendekat, lalu ia sendiri duduk di lantai, menyandarkan kepalanya di pangkuan Alya. Sifat manjanya muncul kembali di bawah taburan bintang-bintang di langit pantai. "Bernyanyilah sedikit untukku, Sayang," pinta Rayhan dengan mata terpejam. Alya mengusap rambut Rayhan yang kini terasa sedikit kasar karena angin laut. Ia menyenandungkan lagu lembut, sebuah nina bobo yang membuat Rayhan merasa sangat tenang. Pria yang biasanya mengendalikan ribuan nyawa karyawan itu kini tampak sangat rapuh dan bergantung sepenuhnya pada belas kasih istrinya. Namun, ketenangan itu perlahan berubah menjadi ketegangan romantis yang panas. Rayhan bangkit dan menatap mata Alya dengan intens. Ia menarik tali jubah mandi Alya dengan satu gerakan lembut, membiarkan pakaian tipis itu jatuh ke lantai kayu. Di bawah cahaya bulan, Alya berdiri dengan sangat transparan di depan suaminya. Rayhan menggendong Alya menuju kolam renang yang airnya terasa hangat karena pemanas otomatis. Mereka masuk ke dalam air bersama-sama. Di dalam kolam yang hanya sedalam d**a itu, Rayhan memeluk Alya dengan sangat protektif. Kulit mereka yang bersentuhan di dalam air menciptakan sensasi yang luar biasa membakar. "Kau sangat indah di bawah cahaya bulan, Alya," gumam Rayhan. Ia mulai menciumi bahu dan d**a Alya dengan penuh gairah. Hubungan mereka malam itu di dalam air terasa sangat liar namun penuh cinta. Rayhan tidak memberikan celah sedikit pun bagi Alya untuk menjauh. Ia memastikan bahwa setiap gerakan Alya berada dalam kendalinya. Ini adalah bentuk transparansi yang paling murni, di mana tidak ada lagi rasa malu, yang ada hanyalah dua jiwa yang menyatu dalam hasrat yang halal. Rayhan memperlakukan Alya dengan sangat dominan namun tetap memperhatikan kenyamanan istrinya. Ia sering kali membisikkan kata-kata cinta yang posesif, menegaskan bahwa Alya adalah satu-satunya wanita yang boleh dan akan selalu mengisi hidupnya. Setelah cukup lama berada di kolam, Rayhan membawa Alya kembali ke dalam kamar. Ia membaringkan Alya di atas seprai yang dingin, namun tubuh mereka yang panas segera menghangatkan suasana. Rayhan kembali ke posisi favoritnya—menyandarkan kepalanya di d**a Alya setelah mereka mencapai puncak kebahagiaan bersama. "Jangan pernah tinggalkan surga ini, Alya," bisik Rayhan sebelum ia mulai tertidur dalam dekapan istrinya. Alya menatap langit-langit villa yang terbuat dari kayu ekspos. Ia merasa sangat bahagia sekaligus merasa sangat terikat. Rayhan telah memberikannya segalanya—kemewahan, perlindungan, dan cinta yang begitu dalam. Meskipun ia tahu bahwa Rayhan sengaja menjauhkannya dari dunia luar agar hanya dia yang bisa memilikinya, Alya tidak peduli. Selama ia bisa melihat sisi manja Rayhan setiap malam, ia rela menyerahkan kebebasannya. Tidak ada senjata, tidak ada ancaman orang ketiga di pulau ini. Hanya ada Rayhan dan obsesinya yang kini menjadi satu-satunya pelindung bagi Alya. Rayhan telah berhasil menciptakan sebuah realitas di mana hanya mereka berdua yang ada di dunia ini. Menjelang pagi, Rayhan terbangun dan melihat Alya sedang menatap laut yang mulai terang. Ia segera memeluk istrinya dari belakang, tidak membiarkan Alya menjauh bahkan untuk sekadar melihat pemandangan. "Lihat aku saja, Alya. Laut itu tidak seindah dirimu," perintah Rayhan dengan nada manja namun tegas. Alya berbalik dan mencium bibir suaminya. "Iya, Mas Rayhan. Hanya ada Mas di mataku." Malam-malam selanjutnya di pulau itu dijanjikan akan lebih panas dan lebih romantis lagi. Rayhan telah menyiapkan berbagai kejutan transparan lainnya untuk memastikan Alya benar-benar terikat pada hasrat halalnya. Perjalanan 60 bab mereka baru saja dimulai, dan setiap babnya akan semakin mengukuhkan bahwa Alya adalah milik mutlak Tuan Rayhan. Alya menyadari bahwa setiap detail di villa ini telah disiapkan Rayhan untuk menyanjung indranya. Dari pilihan sabun mandi yang aromanya paling ia sukai, hingga jenis musik klasik yang diputar secara otomatis di setiap ruangan. Rayhan seolah-olah telah memetakan seluruh isi kepala Alya dan mewujudkannya dalam bentuk nyata. Sifat posesif Rayhan di pulau ini terasa lebih santai namun lebih dalam. Ia tidak perlu lagi memeriksa CCTV setiap saat karena ia tahu di pulau ini tidak ada siapa pun selain dirinya. Hal ini membuat Rayhan jauh lebih terbuka dalam menunjukkan hasratnya. Ia sering kali meminta Alya untuk menemaninya memasak di dapur hanya dengan mengenakan celemek tanpa baju, sebuah permintaan yang terdengar gila namun terasa sangat intim di antara mereka berdua. "Aku ingin merekam setiap momen kita di sini, di dalam ingatanku," ujar Rayhan suatu sore saat mereka sedang duduk bersantai di ayunan gantung. "Agar saat kita kembali ke kota nanti, aku punya cadangan kebahagiaan yang cukup untuk menghadapi dunia yang berisik itu." Alya mengerti. Bagi Rayhan, waktu-waktu pribadi seperti ini adalah cara ia menjaga kewarasannya di tengah beban tanggung jawab perusahaan yang besar. Dan Alya, dengan segala kelembutannya, adalah satu-satunya obat yang mampu menenangkan badai di dalam jiwa suaminya. Mereka pun tenggelam kembali dalam pelukan, menunggu malam kembali datang untuk membakar hasrat mereka di bawah perlindungan rembulan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD