18. Pernikahan Kedua

1042 Words

Kala membuka matanya perlahan-lahan. Wangi obat menusuk hidungnya membuat ia tahu di mana sekarang ia berada. Matanya berpencar, menatap sekitar hingga akhirnya menemukan sosok Atma yang berada di sampingnya dan merasakan genggaman tangan laki-laki itu begitu erat di tangannya. Tidak seperti waktu. "Mas...." Kala memanggil Atma pelan membuat Atma langsung menatap Kala dan menarik napas lega. "Kal? Alhamdulillah." katanya dengan senyum di wajahnya, "sudah ya? Kamu ngga usah pikirkan apa-apa lagi. Anggap kejadian tadi tidak ada." Adam dan segala ingatannya yang tak ingin Kala ingat. "Kal? Kamu sudah bangun? Alhamdulillah...." Pandangan Atma dan Kala langsung berpindah ke arah pintu di mana ibu Kala baru saja masuk dan langsung menghampiri Kala. Mengusap perut rata wanita itu berkali-ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD