17. Pernikahan Kedua

1281 Words

Lingga masuk ke dalam rumahnya setelah seharian penuh memilih untuk melarikan diri ke kedai Bisma setelah kejadian ia dengan kurang ajarnya memeluk Kala. Tidak, tidak. Bagi orang lain mungkin itu akan dianggap kurang ajar tapi tidak bagi Lingga. Pelukannya pada Kala waktu itu adalah curahan perhatian dan ketulusannya pada Kala walau Lingga tahu sudah tak ada harap baginya untuk Kala tapi Lingga tak akan diam saja melihat Kala seperti saat ini. Katakanlah Lingga berlebihan tapi percayalah Lingga adalah salah satu orang yang tak menginginkan duri menyenggol Kala. "LINGGA!" Lingga sudah tahu ini akan terjadi. Ibunya yang berada di sofa langsung menatapnya dan memanggilnya dengan nada tinggi. "Dari mana saja kamu?" "Ada." kata Lingga yang masih berjalan menuju kamarnya. "Begini sikap kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD