16. Pernikahan Kedua

1249 Words

Rasanya sudah lama sekali sejak terakhir kali ia menginjakkan kaki di tanah kelahirannya; Jakarta. Menghirup hiruk pikuk kota besar yang tidak ia temui di Yogyakarta dan kembali pada rutinitas yang kadang membuatnya lelah dan penat. Lingga. Laki-laki itu di sini sekarang, di stasiun kereta api sambil menanti kehadiran Atma yang tidak lain adalah Abangnya untuk menjemputnya di sini walau sesungguhnya Lingga sudah bersikeras untuk pulang sendiri tapi Atma tak pernah sekalipun mengijinkannya. "Ga..." Merasa terpanggil, Lingga memutar kepalanya dan menemukan sosok Atma di belakangnya sedang tersenyum dan berjalan menghampirinya. "Bang," ucap Lingga setibanya Atma di sampingnya. Atma menepuk bahu Lingga, "apa kabar, Ga? Semua lancar?" "Baik, Bang. Alhamdulillah." "Yasudah ayo kita pulan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD