Mori menelan ludah susah payah saat Fafa memintanya ke pasar. Namun bukan hal itu yang membuat tenggorokannya tercekat, melainkan karena lelaki yang teramat ia hindari menawarkan untuk menemaninya ke pasar. Parahnya lagi, Anca menawarkan diri menemani Mori di depan Fafa. Mori tidak tahu pasti bagaimana ekspresi Fafa, yang jelas Mori terus mengutuk tingkah Anca. Apakah lelaki itu tidak takut jika Fafa akan marah atau bahkan memutuskannya? Mori menggeleng dan memaksakan seulas senyum. "Nggak perlu," kata Mori saat itu. Namun sepertinya kata penolakan tak berarti bagi Anca. Karena lelaki itu tak mengindahkan keengganan Mori dan memilih menarik tangan perempuan itu menuju mobil—Mori tidak tahu itu mobil siapa, yang jelas kisaran harga kendaraan roda empat itu di atas satu milyar. Mori tahu

