Bab-23

1044 Words

Mori sontak berdiri saat Fafa menatap mereka berdua dengan alis mengerut. Sedangkan Anca, lelaki itu dengan santainya memasang baju di depan Mori dan mengelus puncak kepala perempuan itu sambil berlalu ke kamar.  Mori hampir melayangkan pukulan di bahu Anca jika saja Fafa sedang tidak memperhatikan mereka. Rasanya Mori seperti kepergok selingkuh. Jantung perempuan itu berdetak abnormal membayangkan bagaimana respon Fafa melihat kekasihnya berduaan dengan pembantunya. Sebenarnya Mori tidak akan sepanik ini jika saja posisi dirinya dan Anca dalam zona aman. Sedangkan ini? Mori hampir oleng,  yang sialnya Anca sigap memegang pinggangnya dengan bertelanjang d**a.  "Ini tidak seperti yang mbak bayangkan," kata Mori berusaha setenang mungkin. Takut-takut perempuan itu melirik Fafa yang menole

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD