Aluna diam di pinggir kolam, tatapannya kosong, kembali tenggelam dalam ingatan yang samar yang terlintas saat kata 'apartemen' disebut. Suara tawa seorang laki-laki terdengar, disertai suara tawa Aluna yang sangat bahagia. Kalau bukan Mas Baskara, siapa dia? gumam Aluna bingung. Ia terus berpikir, memaksa memori yang hilang, hingga kepalanya terasa sangat sakit. "Ibu, kenapa?" tanya Santi khawatir, melihat Aluna memegangi kepalanya. "Kepala aku sakit," ucap Aluna sambil menekan pelipisnya. "Mau ke dokter?" tanya Santi. "Nggak tahu... tanya Mas Baskara dulu," pinta Aluna. "Saya telepon, ya," ucap Santi. Ia segera menghubungi Baskara. "Halo? Ada apa? Saya lagi meeting!" jawab Baskara tegas dari seberang. "Ibu sakit kepala, Tuan," lapor Santi. Baskara langsung panik. Ia kel

