Pertemuan pertama dengan klien berlangsung dengan baik meskipun sedari awal sudah ada indikasi bahwa ia akan cukup merepotkan. Hal itu terbukti benar ketika masuk dalam tahap implementasi dekorasi. Rachael yang tidak sabaran merasa bersyukur karena Emma dapat mengambil alih di saat ia tidak sanggup bertahan dalam perdebatan. Satu minggu berlalu dalam kesibukan dan setiap hari Emma berkomunikasi dengan keluarganya, terutama Namie yang selalu menunggu kabar darinya. Namun secara diam-diam, ia selalu meminta Matsu untuk mengabarinya tentang kondisi mamanya yang sebenarnya. Ia merasa lega ketika mendapati Namie baik-baik saja. Memasuki minggu kedua, kesibukan semakin bertambah. Waktu senggang satu-satunya adalah pada malam hari setelah pulang dari urusan pekerjaannya. Jika masih bisa bertaha

