Chapter. 06

1138 Words
Happy reading ..... Tadi setelah lari pagi James ingin kembali pulang ke bali namun dia urungkan niatnya karena masih penasaran dengan wanita yang ia temui secara tidak sengaja di dua tempat yang berbeda. Ibunya sudah mengomel kenapa membatalkan penerbangan, James langsung memberi alasan bahwa dia masih memiliki beberapa urusan yang harus selesai hari itu. James menyuruh Roni untuk mencari tahu dimana Ayana tinggal sementara dirinya bersiap-siap. "Tuan Edward, saya sudah mendapatkannya!" Kata Roni, Edward mengangguk dia sangat percaya kepada Roni bahwa pria itu bisa melakukannya dengan cepat. "Antar saya kesana!" Perintah James "Tapi Tuan anda memiliki janji temu dengan Tuan Brayen dan juga Tuan Adam." James baru ingat jika dia sudah berjanji untuk bertemu dengan kedua sahabatnya itu. Baiklah sebelum ia mendatangi Ayana dia harus menyelesaikan urusannya terlebih dahulu. "Ehm...baiklah kalau begitu kamu awasi wanita ku." Dahi Roni mengerut mendengar perintah dari tuannya tersebut. James yang melihat raut bingung dari Roni langsung menjelaskan siapa yang ia sebut sebagai wanitanya itu. "Jangan bingung seperti itu Roni, dia adalah Ayana cepat kerjakan tugas mu." Roni baru mengerti kemudian dia langsung pergi dari apartemen tersebut. Ternyata tuannya sudah mendapatkan wanita selama mereka ada di kota Bandung. Rasanya Roni sangat bahagia mendengar kabar itu terlebih selama dia menjadi kaki tangan Edward dirinya tidak pernah melihat jika pria itu dekat dengan seorang wanita. Selesai dengan kedua temannya James memutuskan untuk menunggu Roni datang menemuinya karena Roni mengatakan jika Ayana bekerja tapi James sangat heran kenapa wanita itu bekerja di jam delapan malam. Tidak lama Roni langsung masuk ke dalam mobil kemudian mobil itu melaju dengan kecepatan sedang. James sibuk dengan ponsel miliknya karena sang ibu yang terus menyuruhnya cepat kembali ke Bali karena neneknya akan datang dari amerika. "Tuan kita sudah sampai." Intrupsi dari Roni membuat James tersadar, pria itu menatap sekeliling dan tersadar jika wanita yang ia suka bekerja di club malam. "Roni apa kamu yakin dia kerja disini?" Tanya James memastikan karena dia tidak pernah berpikir jika Ayana berani kerja disini. "Iya tuan saya yakin." James langsung masuk kedalam club kemudian dia melihat Ayana mengobrol dengan seorang wanita kemudian sepertinya wanita itu membawa Ayana ke ruang ganti. James mencari tempat duduk nomor 23 kemudian dia memesan 1 gelas wine untuk menemani dirinya. Tidak lama James melihat Ayana keluar dari ruangan yang bisa ia tebak bahwa itu adalah ruang ganti untuk pelayan Club disini. James membelak melihat tampilan Ayana yang menggunakan pakaian sexy, James ingin ke sana dan menyeret wanita itu agar segera mengganti bajunya uhh betapa seksinya Ayana mengenakan pakaian tersebut. James terus mengikuti Ayana banyak yang menggodanya, gadis itu memang cantik dan James tidak bisa memungkirinya bahwa dia cemburu untuk saat ini. Pesona Ayana membuat mata para lelaki hidung belang terus menatapnya dengan mata genit mereka, betapa James ingin mencongkel mata mereka dengan pisau kecil miliknya. Lama melamun James tidak menyadari jika baru saja Ayana meminum Alkohol sehingga wanita itu hampir tak sadarkan diri. James mengikuti langkah Ayana yang keluar dari club tidak beberapa lama gadis itu pingsan untung saja James dengan cepat menolongnya. James menggendong Ayana menuju mobil miliknya di sana sudah ada Roni yang sejak tadi menunggu sang bos. Nada dingin yang James keluarkan untuknya membuat Roni kaku dia tidak tahu apa yang bos nya lihat di dalam sana sehingga atmosfir berubah seketika. Tanpa sengaja mata Roni menatap kaca spion dan melihat apa yang bosnya lakukan kepada gadis yang ada di pangkuannya. Roni terkaget saat James menyuruhnya mengemudi lebih cepat tidak begitu lama mereka sampai di lobby apartemen. James menyuruh agar Roni pulang saja, sedangkan dia membawa Ayana masuk ke dalam lif. Ada beberapa karyawan hotel memotret James yang tengah menggendong Ayana kemudian karyawan tersebut menyebarnya di akun gosip tidak lama foto tersebut tersebar luas. James meletakkan Ayana di atas tempat tidurnya kemudian dia melepas bajunya sendiri karena udara sangat panas entah lah. James menatap wajah gadis yang tidur di atas kasurnya, tidak menyangka dia membawa dan mengijinkan orang asing untuk bisa tidur di tempat tidur miliknya. James naik ke atas kasurnya kemudian menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik milik Ayana jari-jemari besar milik James mengitari wajah gadis yang tengah tertidur pulas di atas kasurnya. James menginginkan gadis ini tapi tidak mungkin dia mengambil kesempatan dalam kesempitan seperti ini, Dia ingin melakukannya ketika Ayana sadar dan mau menerimanya Kemudian James bangun dari atas kasur dia masuk ke dalam kamar mandi, terpaksa malam ini dia bermain solo sial lihat saja nanti dia tidak akan sendirian lagi ketika melakukan ini. Pukul 2 dini hari James akhirnya bisa tidur dengan nyenyak, dia memeluk Ayana dan menghirup aroma rambut gadis itu. Sungguh baru kali ini James bisa tidur senyenyak ini terlebih malam ini sangat special karena di temani oleh gadis cantik pemikat hatinya. Jam enam pagi James sudah bangun karena dering telepon milik nya, ingin rasanya James memaki namun ketika mendengar suara yang sangat familiar di seberang sana James mengurungkan niatnya. "James, apa yang kamu lakukan hah?!" Tanya orang di seberang sana dengan berteriak, James langsung menjauhkan telepon dari telinganya karena suara itu hampir membuatnya kehilangan pendengaran. "Ada apa Mah, kenapa sepagi ini mamah sudah teriak?" Tanya James sambil menguap, dia menatap Ayana yang masih tertidur dengan pulas sambil memeluk pinggang James dan wajahnya tertutup oleh rambut panjangnya. James tersenyum ketika melihat bagaimana Ayana tertidur. "Kamu masih nanya, mamah liat foto kamu sama cewe, siapa itu James?!" Kembali Inez bertanya, James terkejut bagaimana ibu Mamahnya tahu apa sekarang wanita cantik itu memiliki mata-mata untuk mengikutinya. "Mamah tahu dari mana?" James tidak berusaha menutupinya, dia ingin mengenalkan Ayana sebagai calon istrinya untuk keluarga besarnya. "Jadi itu benar? Mamah tidak mau tahu kamu harus membawa gadis itu ke hadapan mamah!!" Lalu sambungan telepon langsung dimatikan oleh Inez , James hanya mengangkat bahunya saja dia tidak akan sulit membawa Ayana untuk menemui keluarganya dan juga James ingin secepatnya wanita ini menjadi bagian dari keluarga Smith. James bangun dari atas kasur dan pergi ke kamar mandi sekitar tiga puluh menit James berada di dalam kamar mandi sampai Ayana terbangun dari tidurnya. Ayana tersadar bahwa dia sedang berada di tempat yang bukan milik Mbak Elva dan ini sepertinya apartemen yang cukup mewah. Ayana berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi malam tadi sehingga ia berhasil sampai di atas kasur milik orang lain namun ingatannya hanya terhenti ketika seorang pria membawanya pergi. Lama melamun sampai Ayana tidak menyadari jika James sudah ada di depannya dengan bertelanjang d**a saja. "Hey Sugar!" Panggil Seorang pria tampan dan itu membuat Ayana terkejut terlebih ketika dia melihat wajah pria yang dengan tak tahu malu berdiri di hadapannya tanpa mengenakan baju untuk menutupi perut indah miliknya. Ingin rasanya Ayana mengelus perut itu untuk merasakan betapa kerasnya potongan-potongan seperti roti tersebut. Namun dengan cepat Ayana membuang pikiran tak senonoh tersebut dari pikirannya. "James!" Pekik Ayana yang membuat James menyeringai seperti predator yang ingin menerkam mangsa nya. ........ Next? Kalau mau lanjut jangan lupa tap love ya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD