Chapter. 17

1079 Words
Happy Reading ....... Lena keluar dari dalam ruangan Adam, bajunya yang berantakan dapat menjelaskan apa yang sudah terjadi di dalam ruangan bos nya tersebut. Saat menuruni anak tangga, Lena tak sengaja berpapasan dengan James pria itu menatapnya dengan mata tajam seakan-akan dia telah berbuat salah terhadap pria tersebut. James dengan kasar membuka pintu ruangan Adam. "Apa tidak bisa mengetuk pintu dulu?!" Tanya Adam, namun James mengabaikan perkataan pria tersebut. Jika mengingat perbuatan Adam tadi sungguh rasanya James ingin berteriak kencang di telinga sahabat nya tersebut. Dia sudah lama menunggu baru kali ini dia merasa sangat jengkel apa lagi ketika melihat wajah Adam yang sumringah, tentu saja dia berwajah seperti itu karena baru saja diberi jatah. "Sial! Kau tahu, aku sudah menunggu lama di bahwa sana dan kau dengan enaknya berbuat m***m hah?!" Adam menatap James, jadi pria itu tau dia berbuat m***m? namun Adam memilih untuk pura-pura tak mengerti. "Apa maksud mu James?" James mendengus kesal mengabaikan pertanyaan itu lebih baik dia mengurus Ayana yang jelas-jelas menjadi tujuannya ke Bandung. "Lupakan itu sialan! Aku hanya ingin bertanya tentang pria yang bersama dengan gadis ku!" Ucap James membuat Adam tersenyum, Adam berdiri dari kursi nya dan mengambil dua kaleng Beer yang berada di kulkas kecil nya. Dia memberikan Beer itu kepada James. "Ah kau lupa tentang dia?" Kening James mengerut ketika mendengar pertanyaan itu, apakah dia pernah bertemu dengan pria yang ingin merebut Ayana dari dirinya? "Aku tidak ingat, apa aku pernah bertemu dengan pria itu?" "Tentu saja pernah, dia adalah pria yang beberapa tahun silam yang ingin merebut Saham dari perusahaan batu bara di Kalimantan. Saat itu dia akan mendapatkan nya namun, kau! dengan cerdasnya merusak itu semua." James kembali mengingat, perusahan batu bara Kalimantan? James langsung tersadar dia tersenyum jadi dia pria nya. "Oh jadi pria pengecut itu!" James tersenyum remeh ketika mengingat lagi kejadian beberapa tahun silam. "Tapi sekarang dia bukan pengecut lagi, buktinya dia bisa mendekati Ayana." Mendengar perkataan Adam membuat James kembali panas. Benar! Pria itu bukan pengecut lagi dia dengan berani mengambil Ayana nya. "Aku tidak akan membiarkan itu terjadi lihat saja!" Ucap James penuh tekat, dia tidak akan membiarkan orang lain merebut apa yang sudah menjadi miliknya. Adam menatap temannya itu dengan senyuman, dia pikir James hanya terobsesi kepada Ayana. Namun ketika melihat tekat yang ada di mata pria itu Adam juga yakin itu tidak hanya sebuah obsesi semata. "Kau yakin bisa mendapatkan Ayana? Gio mempunyai cara untuk mengambil hati Ayana, dia memiliki anak dan anak itu menyukai Ayana dan memanggilnya Mam." "Ayana juga menyukai anak kecil itu." Lanjut Adam membuat James kembali melotot ke arah Adam. "Jika seperti itu aku akan membuat anak bersama Ayana!" Jawaban James yang di luar dugaan membuat Adam menepuk jidatnya. Tidak habis pikir oh Tuhan bagaimana bisa dia mendapatkan teman yang kekurangan otak seperti ini? Padahal dia adalah CEO yang memiliki banyak prestasi tapi soal cinta? dia nol tak mengerti sedikit pun. "Huhh....Kamu pikir membuat anak gampang? "Tentu saja, seperti kau dan karyawan mu itu kan?" Tanya James dengan polos, entah benar-benar polos atau hanya pura-pura polos. Wajah Adam memerah sial, wajahnya merah bukan karena tersipu malu tapi karena merasa sangat malu mendengar perkataan James. "Tutup mulut mu b******k!" Maki Adam "Terserah yang pasti aku akan memberikan mu keponakan terlebih dahulu, bye!" James beranjak dari duduk nya, dia keluar dari ruangan Adam. Melihat wajah Adam membuat James tersenyum puas, sudah cukup dia membuat pria itu sadar akan sifatnya yang tidak bisa menahan nafsunya. James tiba di lantai bawah, dia melihat Ayana yang sibuk melayani pesanan pelanggan. James duduk dia akan menunggu Ayana di sini sampai perempuan itu pulang tidak akan James biarkan pria lain merebut wanitanya. Selama menunggu Ayana bekerja James sibuk dengan ponselnya, adiknya Bella meminta uang terus padahal ayahnya tak mungkin tidak memberikan nya. "Ayolah kak, Bella butuh untuk membeli album baru Exo." James memutar bola matanya dengan malas ketika sang adik meminta uang hanya untuk membeli album, apa gunanya benda itu? bahkan jika bisa sudah James lenyapkan saja album itu membuat sang adik tak bisa berdiam diri di rumah saja. "Bella.... Kakak sedang sibuk! Besok Roni akan mengirimnya." "No no no..... Bella tidak mau, Bella mau sekarang! ini sudah lewat untuk pembelian albumnya kak tolong Bella!" Suara rengekan gadis kecil keluarga Smith tersebut mau tidak mau membuat James merelakan sebagian uangnya. Tidak, bukan masalah uang James hanya tidak ingin adiknya menjadi gila hanya karena para lelaki dari Korea tersebut sudah cukup beberapa tahun lalu adik nya memaksa seluruh keluarga nya untuk menonton konser mereka. "Baiklah baiklah, kakak akan mentransfer nya sekarang. Kamu butuh berapa untuk membeli album nya?" Tanya James pada akhirnya yang membuat Bella tersenyum dan berlari kesenangan ketika mendengar kakaknya tidak menolak permintaan nya kali ini. "Bella cuma butuh 10 juta." Mendengar nominal yang adik nya sebutkan membuat James terdiam, adiknya ingin membeli album seharga 10 juta? "Bella, itu terlalu banyak hanya untuk sebuah Album! Kakak akan memberikan 2 juta saja, sisanya untuk kamu beli keperluan sekolah!" Bella merengut tidak suka mendengar perkataan James. "James!" Rengek Bella, dia baru kali ini memanggil nama kakaknya. "Mau atau tidak?!" Mata James menatap Ayana gadis itu akan bersiap-siap untuk pulang, James berdiri dari duduknya. "Sudah dulu ya, nanti kakak transfer." Kemudian James berlari menghampiri Ayana. "Aku antar ya." Suara maskulin yang terdengar dari belakang nya membuat Ayana terkejut. "Oh astaga James!" Ucap Ayana, James tersenyum ketika wanita yang ia cintai memanggil namanya. "Hai Sayang..... aku antar pulang." Ucap James kembali membuat wajah Ayana bersemu merah. "Aku bisa pulang sendiri James." Tolak nya secara halus tidak berselang lama mobil hitam menghampiri Ayana dan James. "Mam!" Teriakan anak kecil dari dalam mobil membuat Ayana mau tidak mau harus melihat nya, matanya berbinar ketika melihat Zo. Zo berlari menghampiri Ayana dan memeluk nya dengan erat. "Zo rindu Mam." Ayana tersenyum mendengar nya dia membalas pelukan Zo. "Mam juga rindu." Balas Ayana, James menarik tangan Ayana ketika menyadari bahwa inilah orang yang bisa merebut wanitanya. "Menjauh dari kekasih ku!" Ucap James sembari melepaskan pelukan Ayana dan bocah tengil yang memanggil wanitanya dengan sebutan Mam! Mata Zo berkaca-kaca, dia menatap Ayana dan juga Gio secara bergantian kemudian tak lama air matanya keluar membuat Ayana tidak tega dan menghampiri Zo. "Sttt.... cup cup jangan nangis, maafin Mam ya." Ayana menatap James dengan tajam membuat pria tampan nan gagah itu menciut. "Maaf sayang.... tapi dia memeluk mu dengan erat." Cicit James tingkah nya di lihat oleh Gio. Pria itu seakan-akan melihat sisi lain dari rivalnya. ....... Double Up di malam minggu ?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD