Tubuh Rosita gemetar hebat,tulang-tulangnya serasa meleleh di dalam daging.Ia sampai harus berpegangan agar bisa berdiri tegak.
Setelah membayar Taksi,Rosita berjalan dengan sangat kaku memasuki area penerbangan Domestik.Mengabaikan segala tatapan orang-orang kepadanya,mungkin mengingat penampilannya lebih mirip ke pesta dansa dari pada orang yang hendak bepergian.
Rosita sudah mencapai pilar-pilar antara jalan tempat Taksi biasa menurunkan penumpang dengan tepian hall depan area penerbangan domestik.Sewaktu ia mendengarkan suara decitan mobil kencang mengerem tepat di belakang bahunya.
Rosita menoleh tepat di saat pintu bagian belakang sebuah mini van merah berlian terbuka,sepasang tangan kekar menarik lengannya secara tiba-tiba.
Terkejut setengah mati,Rosita sempat menjerit kencang.Membuat beberapa Petugas Keamanan yang berjaga tak jauh dari tempatnya melihatnya,berteriak dan berlari ke arahnya.Tapi terlambat.
Pemilik tangan-tangan itu terlalu kuat.Tubuh mereka begitu kokoh hingga di bandingkan Rosita yang mungil,wanita itu tak ada apa-apanya.
Rosita sempat berusaha melawan sekali lagi,sebelum akhirnya sesuatu ditempelkan untuk membekap hidungnya.Aroma khas alkohol yang menusuk mengisi penuh paru-paru Rosita,menimbulkan rasa tegang serta pada setiap sel syarafnya dan sesak nafas. Hanya butuh 30detik hingga kepala Rosita terasa sakit luar biasa.30 detik berikutnya Rosita merasakan dirinya tersedot ke dalam pusaran angin topan kuat yang seakan bisa meluluh lantakkan badan mungilnya.
Di antara sedikit sisa kesadaran.Rosita dapat mendengarkan benda di bantik.Teriakan panik orang-orang di sekitarnya.Suara mesin kendaraan meraung kencang minta dijalankan.
Lalu.Semua warna-warna di dalam pandangan Rosita melebur menjadi hitam.
Kesadarannya sepenuhnya hilang.