bc

Mengerjai Istri Kedua Suamiku

book_age18+
966
FOLLOW
4.3K
READ
HE
curse
heir/heiress
blue collar
lighthearted
mystery
loser
secrets
like
intro-logo
Blurb

Vira, sosok istri yang dihianati oleh suaminya bahkan dirinya tidak tahu bahwa suaminya bernama Irfan menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuan Vira. Setelah sebuah bukti yang ditemukan Vira mengenai pernikahan Irfan yang kedua, Vira terpaksa merubah sikapnya yang semula menjadi ustri penurut, menjadi istri yang lebih tegas. Bahkan saat kedatangan Irfan dan istri keduanya pulang ke kediamanannya, Vira memberikan kejutan demi kejutan yang membuat Irfan dan istri keduanya tak bisa berbuat banyak.

chap-preview
Free preview
Bab 1. Sebuah kenyataan menyakitkan
"Vira, bulan depan Mas dapat tugas dinas di luar kota selama dua minggu. Mas harap kamu jaga diri di rumah, ya?" Sahut Irfan usai percintaan mereka berdua. Bagi Vira, kehadiran Irfan memanjakannya sebentar saja sudah cukup baginya. Tak ada tanda-tanda mencurigakan sama sekali saat Irfan mengatakan hal itu kepada Vira.  "Baik, Mas. Vira akan tunggu Mas Irfan di rumah," sahut Vira Vira gegas membersihkan tubuhnya, sedangkan Irfan memainkan ponselnya sembari menunggu Vira usai membersihkan tubuhnya. Irfan berkirim pesan dengan wanita selingkuhannya jika sebentar lagi akan pulang kampung untuk merayakan resepsi pernikahannya. Keesokan harinya, Irfan berpamitan kepada Vira berdinas. Tak lupa kecupan di dahi Vira sebagai tanda kebahagiaan Irfan karena sebentar lagi akan menikah diam-diam tanpa sepengetahuan Vira. Lima hari kemudian, seperti biasa setiap harinya Vira saling berkirim pesan dengan Irfan tanpa menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Vira begitu percaya dengan setiap ucapan Irfan melalui ponsel. "Lebih baik kurapikan lemari Mas Irfan. Kemarin lupa merapikannya kembali setelah mengemas perlengkapannya dinas," Vira menatap lemari besar khusus untuk baju Irfan. Vira tak sengaja menemukan sebuah amplop cokelat yang cukup tebal ketika sedang merapikan lemari milik suaminya. Amplop tiba-tiba terjatuh di kakinya dan Vira segera mengambil amplop itu.  "Amplop apa ini?" Vira membuka dan melihat isinya, d**a Vira bergemuruh saat melihat beberapa undangan yang belum sempat dikirim ke Sumatera, keluarga besar suaminya.  "Tega sekali kamu, Mas," Vira kecewa ketika mendapati suaminya menikah lagi dengan seseorang tanpa sepengetahuannya, bahkan tertulis dalam undangan bahwa lokasi pernikahan diadakan di sebuah gedung yang cukup mewah. "Pantas saja kau sering senyum sendiri saat bermain ponsel." Teringat kebiasaan Irfan jika sedang sendirian bermain ponsel. Sering kali Irfan tersenyum sendiri. Vira sering bertanya namun Irfan menjawab dengan dalih jika temannya orang yang humoris. "Jadi keluargamu tahu jika kamu menikah hari ini, Mas?" Vira hampir tak percaya dengan apa yang dilakukan keluarga besar suaminya. "Inikah alasanmu bahwa kamu sedang dinas di luar kota?" Vira teringat lima hari yang lalu ketika Irfan berpamitan mendapatkan tugas di luar kota. Vira berdiri dan membawa amplop berisi beberapa undangan itu, kemudian menyimpannya di lemari miliknya.  "Aku harus kuat, Vira bukanlah tandingan seorang pelakor!" Vira yang semula rapuh kini mulai bangkit meski harus menata hati yang kuat untuk seorang istri yang dihianati diam-diam. "Ternyata ini termasuk alasanmu selalu memangkas uang bulananku demi gundikmu juga selain orang tuamu. Baiklah, aku tidak akan mengalah lagi padamu. Akan kuberikan kejutan untukmu, Mas!" Vira mengusap air mata yang menganak sungai. Kini emosinya berubah menjadi dendam dan ingin membalas perbuatan Irfan dan Sherly. Perlakuan Irfan sudah membuat cinta Vira kepada Irfan mari secara perlahan. Penghianatan dalam sebuah pernikahan adalah sesuatu yang harus disingkirkan. Vira membuka brankas dan mengambil semua aset milik suaminya termasuk kepemilikan rumah ini, bahkan surat perjanjian pranikah yang bermaterai dan bertandatangan kedua belah pihak. Selama ini Irfan menganggap Vira wanita lemah lembut dan tak berani macam-macam padanya, namun detik ini semua berubah ketika penghianatan sudah terjadi. "Kita lihat saja, siapa yang akan menyesal setelah ini!" Diusapnya make up natural ke wajahnya menambah cantiknya Vira. Vira bahkan baru mengetahui jika ada tiga surat rumah atas nama suaminya yang tidak dia ketahui. Vira membawa ketiga berkas itu dan meminta temannya yang berprofesi sebagai notaris untuk merubah nama kepemilikan aset tersebut. "Kamu yakin?" Arif kembali menyakinkan Vira yang saat ini meminta tolong padanya. Arif sudah sering mengetahui perselingkuhan Irfan, hanya saja Vira tak pernah percaya dengan ucalan Arif. "Maaf aku dulu tidak mempercayaimu, namun saat ini aku sudah mengetahui semuanya. Aku akan membalas mereka berdua dengan caraku sendiri." "Apa kamu yakin dengan langkahmu yang akan kau ambil?" "Sangat yakin," Sahut Vira dengan kemantapan hatinya. Arif terheran melihat perubahan Vina saat ini, Vina sudah berubah menjadi Vira yang berani. Bukan Vira yang lemah lembut dan mudah dibodohi. "Jika kamu butuh apa - apa, aku siap menolongmu. Termasuk melaporkan mereka berdua atas kasus perselingkuhan," Vira tersenyum tenang mendengar Arif yang menawarkan dirinya untuk membantunya. "Aku pasti bisa, Arif. Doakan aku!"  "Vira," tatapan Arif begitu lekat saat Vira akan beranjak meninggalkan ruangannya. "Jangan terlalu menghawatirkanku. Aku pasti bisa menghadapi semuanya, Arif!" Vira beranjak pergi dari kantor Arif dan bersiap menyambut kepulangan istri kedua suaminya. "Aku akan selalu berdoa yang terbaik untukmu, Vira!" Gumam Arif sembari menatap kepergian Vira yang semakin menjauh. Vira mampir ke sebuah toko yang menjual koleksi lingerie. Vira membeli beberapa lingerie untuknya kemudian membawanya pulang. Vira mengganti semua lingeri lamanya dengan yang baru. Lingeri lama dia kemas dalam bentuk sebuah kado yang akan diberikan kepada istri kedua suaminya. "Semua penghianatanmu tak akan termaafkan, Mas. Jika kamu mengeluh soal keuangan, aku tidak pernah kecewa namun jika karena penghianatan maka sampai kapanpun aku akan bisa memaafkannya." "Dan kau istri kedua, sepertinya kamu harus bersiap-siap dengan rencanaku membuatmu pergi dari rumah ini, bayangkan jika semua keadaan sudah terbalik!" Vira tersenyum kecil di depan cermin.  Vira mengemas kado lingerie bekas begitu rapi dan cantik. Tidak ada orang yang akan mengira jika isinya adalah barang bekas pakai. Vira menggerai rambutnya yang selalu terikat, dan merapikannya. "Jika kamu memang tertarik karena kecantikannya maka akan kubuktikan setelah ini, Mas. Apa kamu pikir aku tidak cantik seperti gundik yang kau nikahi?" Vira menyisir rambut hitam panjangnya. Vira melihat wajahnya semakin cantik dengan rambut tergerai indah sebagai mahkota wanita. Vira segera menuju ke salon untuk merapikan rambutnya. Rambut Vira hitam legam dan lembut, hanya butuh sentuhan ahlinya sebentar saja rambut Vira begitu indah. Sisa uang belanja yang masih ada dia gunakan untuk perawatan rambutnya. Vira sudah mempersiapkan mental dan keberanian untuk menyambut kepulangan suami dan istri keduanya.  Tepat hari ini pernikahan Irfan dengan Sherly rekan kerja satu kantor. Pernikahan digelar di sebuah gedung yang cukup ternama. Pihak keluarga Sherly tak mau jika pernikahan putrinya digelar di kampung.  "Mas, terima kasih sudah mengabulkan keinginan orang tuaku," sahut Sherly saat mereka akan melakukan foto bersama. "Aku juga berterima kasih karena kamu sudah mau menjadi pendampingku," Irfan menoel pipi istrinya. Tak banyak yang tahu pernikahan kedua Irfan karena rahasia mereka tutup rapat-rapat. Bahkan rekan kantor pun tak ada yang tahu. Semua mengira jika Irfan cuti karena liburan bersama keluarganya ke Sumatera, ternyata hal itu tidak dilakukannya.  Pihak keluarga Irfan begitu senang mendapat menantu yang sepadan dengannya. Sherly termasuk orang berada di kampungnya, sehingga keluarganya sangat menyetujui ketika Irfan menjalin hubungan dengan Sherly. "Sherly, kau memang menantu idaman," Sahut Lisa, ibu mertuanya. "Jelas dong, nanti Sherly akan kasi ibu banyak cucu dari pada Vira yang mandul," mereka berdua terkekeh menertawakan kondisi Vira. Di pernikahannya yang ke lima tahun bersama Irfan, Vira belum juga dikaruniai seorang anak. Sehingga kedua orang tua Irfan lebih menyetujui hubungan Irfan dengan Sherly. Teringat wajah Vira, Irfan mendadak gelisah ketika nanti dia akan pulang ke Jakarta. Vira pastinya akan marah ketika dirinya pulang bersama Sherly. Irfan mencari cara untuk mengambil hati Vira supaya bisa menerima dan mengalah atas pernikahannya dengan Sherly. "Mas, nanti kalau bisa Mbak Vira suruh sewa kontrakan aja. Aku enggak mau serumah dengan istri pertamamu," Irfan semakin gelisah karena permintaan Sherly yang terkesan memaksa Vira keluar dari rumah Irfan. "Tenang aja, Mas akan mencari cara supaya Vira mau tinggal di kontrakan," terpaksa Irfan menyanggupi meski dirinya tak yakin dengan keputusan Vira. Kedua keluarga begitu hanyut dalam kebahagiaan atas pernikahan anaknya tanpa tahu apa yang akan terjadi kepada anaknya nanti. Vira yang sudah mengetahuinya sudah mempersiapkan kejutan untuk Irfan dan istri keduanya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Eat Me, Daddy!

read
6.2K
bc

Nona-ku Canduku

read
99.2K
bc

BRIANNA [Affair]

read
129.9K
bc

HASRAT MERESAHKAN

read
143.4K
bc

Pemuas Hasrat Mantan Suami

read
52.8K
bc

Ayah Tiriku Sugar Daddyku

read
50.4K
bc

Ibu Tiriku Mantan Kekasihku

read
1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook