bc

Maria & Erik

book_age18+
31
FOLLOW
1K
READ
others
drama
comedy
sweet
humorous
lighthearted
like
intro-logo
Blurb

Pergolakan batin yang dirasakan Maria untuk memilih antara persahabatan dan cinta. Sebuah kisah yang memang klasik, hati yang bimbang antara dua cinta semu. Tanpa disadari ada cinta yang lain telah bersemayam dalam waktu yang lama. Bukan bucin, tetapi hanya cinta yang terlalu pekat yang dia rasakan. Seorang wanita dengan usia matang mencari cinta yang sebenarnya, bukan cinta untuk tipu-tipu muslihat.

chap-preview
Free preview
Episode 1 - Jutek Bikin Gak Betah
"Mar, lu suka sama si Erik?" "Kagak,” "Masa sih, lu kok dikit-dikit Erik, dikit-dikit Erik. Kalau gue perhatiin lu deket banget sama dia deh,” "Kagak. Gue biasa aja kok ama dia,” "Kagak percaya gue, Mar!" "Terserah lu," Beberapa percakapan antara Maria dan temannya yang sotoy alias sok tahu. Sebetulnya, pertanyaan seperti begitu kurang sopan karena mau suka atau tidak sekalipun bukan urusan mereka. Tapi ya, namanya juga hidup bersosialisasi pasti ada aja yang kepo sama urusan orang lain dan banyak yang riweh sama urusan hati orang lain. Heran saja sih, sampai sekarang ini kadang banyak yang bertanya tentang pernikahan. Lu kapan kawin atau Kenapa lu belum kawin, pertanyaan begitu bikin hati dan otak bergejolak. Antara kepo dan julid secara tidak langsung. Harus tahu saja, pertanyaan yang sensitif seperti itu, menguras emosi jiwa dan raga. Iya dong, karena sama halnya bertanya, kapan lu mati atau kapan lu mau mati. Sama saja toh?! Tapi selalu yakin, kalau jodoh itu pasti ada dan takdir itu nyata namun tidak secepat yang dibayangkan. Badai pasti berlalu dan jodoh pasti akan datang. Gak nyambung sih. Intinya begitu lah, nanti juga kan ada jodohnya yang tepat di waktu yang pas. --- Seorang gadis bernama Maria, dia bekerja di sebuah perusahaan swasta berskala nasional di Indonesia. Sudah lima tahun dia bekerja disana. Usianya sudah 26 tahun tetapi belum menikah, karena dia masih belum menemukan waktu yang tepat untuk menikah. Untuk pacar atau calon suami sudah ada memang, namun mereka berdua sudah berkomitmen untuk tidak menikah terlalu dini. Intinya mereka mau menikmati dahulu hidup sebagai manusia lajang. Maria bekerja di luar kota, atau lebih tepatnya merantau. Maria dan pasangannya, Rey Armando, menjalani hubungan jarak jauh. Rumit memang, tapi dinikmati saja. Kadang mereka berantem karena hal sepele, kadang juga mereka mesra dan akur. Di kantor, Maria mempunyai banyak teman. Cuman kalau teman yang sangat dekat bisa dihitung jari. Kecocokan dan kenyamanan dalam berteman itu sangat penting baginya, karena dia bisa menjadi diri sendiri di hadapan mereka tanpa banyak drama dan bersandiwara. Teman dekat Maria terdiri dari dua orang perempuan dan empat orang laki-laki. Mereka bertujuh kebetulan teman satu kantor dan tempat tinggal mereka pun berdekatan serta mereka semua masih lajang alias belum menikah. Mereka sama-sama merantau, yang salah satunya menjadikan mereka menjadi sangat dekat dan menjadi sahabat. Sahabat perempuan Maria bernama Aline dan Sara, sedangkan sahabat laki-laki Maria ada Erik, Ricard, Pongky dan Nusa. Mereka sering pergi bersama sekadar untuk mencari makan dan atau kumpul-kumpul sepulang bekerja untuk melepas penat. Memang tidak selalu bersama bertujuh, kadang hanya berdua atau berempat saja. Erik adalah salah satu sahabat paling dekat dengan Maria, dibandingkan dengan sahabat laki-laki yang lainnya. Selain pekerjaan Maria dan Erik saling berhubungan alias satu departemen, mereka juga sama-sama mempunya hobi yang sama, yaitu hobi menonton anime dan main game. Maria dengan Erik sangat dekat, seperti sepasang kekasih kalau orang bilang. Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Mereka benar-benar hanya bersahabat saja. Hanya sebatas sahabat. Namun, pendapat dan mata orang lain menilai dengan berbeda. Selalu menyangka kalau mereka itu sepasang kekasih, padahal mereka sendiri memiliki pasangan masing-masing. Pernah suatu ketika, mereka bertujuh kebetulan sedang bersama di sebuah tempat makan. Secara tidak sengaja, Erik menanyakan menu makan apa yang akan Maria pesan. "Cuy, lu mau makan apa?" tanya Erik menoleh pada Maria. "Yang biasa aja, nasi goreng campur pedas," jawab Maria tersenyum pada Erik. "Oke deh, sama gue juga, pesan itu aja," sambung Erik, memberitahu kepada pelayan yang sudah menunggu. "Beuh, bisa yah kalian serasa berdua saja. Kagak lihat kita apa? So’ Romantis lu pada,” sembur Aline pada Erik dan Maria. “Gue gak lu tanya, Rik?” sambung Aline menggoda. "Gak apa-apa kok, malu kalau tanya Aline." bela Erik sambil tertawa. “Kampret lu,” jawab Aline. "Kalian pacaran yah? Kok gue gak tau sih??" tanya Sara dengan polos. "Kagak!!" sahut Maria dan Erik dengan kompak. "Tuh kan kaliaannnnnn," kompak mereka menggoda Maria dan Erik. Keadaan seperti itu sering banget terjadi, suasana menjadi huru-hara karena meributkan status kedekatan Maria dan Erik. Padahal sebenarnya memang tidak ada hubungan spesial diantara mereka. Hanya mengalir begitu saja, mungkin karena mereka berdua berada satu departemen di kantor yang menjadikan mereka lebih dekat. Itu saja alasannya. Menurut Maria hal yang wajar Erik bertanya seperti itu padanya, ya namanya juga berteman. Biasa aja sih. Namun karena dengan keadaan seperti itu, sahabat yang lain pun beranggapan sama. Gak ambil pusing lah, biarkan orang lain berpendapat sendiri. Namun hari demi hari, Maria dan Erik semakin dekat. Mereka menjadi sering cerita tentang pasangan masing-masing. Bercerita tentang bagaimana memberikan kejutan untuk ulang tahun pasangannya atau kado ulang tahun yang bagus. Bahkan, mereka sering bercerita tentang masa depan hubungan dengan pasangan. Maria beranggapan itu sebuah hal yang wajar, karena mungkin Maria sendiri sudah nyaman bercerita padanya. Secara mengalir mereka menjadi sahabat dekat, tidak ada maksud lain. Sama seperti halnya waktu dulu kuliah, Maria mempunyai sahabat dekat laki-laki dan sampai sekarang pun masih tetap bersahabat. Prinsip Maria yang namanya sahabat ya tetep sahabat. Begitu juga dengan Erik, dia selalu menganggap Maria sahabatnya. Dia selalu menyatakan secara gamblang, "Cuy gue tuh anggap lu sahabat ya, kagak lebih." Dan Maria juga yakin, mereka itu hanya bersahabat. Sahabat itu selalu ada saat dibutuhkan dan Erik selalu ada saat Maria butuhkan. Berbeda dengan Rey, kadang dia itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Maria tidak pernah menuntutnya untuk selalu ada, karena sadar akan kondisi mereka yang sedang berhubungan jarak jauh. Selain itu juga, apa yang harus dituntut karena mereka belum menikah. Masih menjalani hidup masing-masing, tidak ada yang namanya tanggung jawab. Mengerti kan maksud tanggung jawab disini. Komitmen memang ada, namun tidak terikat pada tanggung jawab seperti suami istri. Maria sendiri bukan seseorang yang bucin alias b***k cinta yang selalu mengandalkan sang pacar untuk mendapatkan ini-itu atau diantar kesana-kemari, apalagi yang menempel setiap saat. Maria mempunyai kehidupan sendiri yang tidak bisa orang lain atur seenaknya, dan dia berhak untuk menikmati itu. Memang usianya yang terbilang matang ini, sudah bukan waktunya untuk menjadi seorang bucin. Geli juga dong, tapi lebih kepada ngeri. Haha Kebanyakan orang seusia Maria ini sudah membina rumah tangga bahkan sudah memiliki anak. Bukan karena Maria tidak mau, tapi belum waktunya. Masih banyak hal yang harus Maria laksanakan. Orang tua, mereka adalah prioritas utamanya saat ini. Bukan tulang punggung, tapi keinginannya adalah melihat mereka tidak kekurangan. Balik lagi ke sahabat. Bersahabat itu lebih menyenangkan, banyak hal yang bisa dilakukan dengan menjadi diri sendiri tanpa banyak drama dan sandiwara. Tidak ada rasa malu untuk mengakui kalau sedang malas mandi. Berbeda halnya kepada sang pacar, ada rasa malu yang membuat sedikit jarak. Jarak untuk menjadi diri sendiri yang sebenarnya. Kadang suka bilang sudah mandi, padahal hanya keramas saja biar terlihat bagus rambutnya dan wangi. Contohnya seperti itu, yang membuat ada sedikit jarak dan gengsi, ujungnya memang payah sih. Bersahabat itu tanpa gengsi, tapi kalau sudah menyangkut pacar pasti gengsinya gede. Ada rasa ingin tapi malu, ibarat rasa yang nano-nano tapi meresahkan. Misalkan lagi jalan ke mall, lihat pasangan lain bergandengan tangan. Nah, kita juga sebagai perempuan biasanya suka ingin seperti itu kan, tetapi melihat pasangan sendiri seperti ogah untuk bergandengan tangan. Bikin lesu kan ya. Sangat tidak mungkin kan untuk seorang perempuan yang nyosor dahulu, memegang tangan laki-laki, ada gengsi yang meresahkan hati ini. Mungkin kalau posisinya dengan sahabat, tanpa ragu menggandeng tangan atau bahkan merangkulnya tanpa ada perasaan gengsi. Makan pun suka bar-bar tanpa rasa malu, berbeda halnya apabila makan dengan pacar sendiri. Yang tadinya makan bar-bar, berubah menjadi seperti putri kerjaan yang sangat tertata dengan rapi, tanpa ada suara sendok kentrang-kentring mengenai sisi piring. Sama halnya dengan Maria, dia begitu kaku di depan Rey, selalu menjaga jarak dalam hal apapun. Bukan karena apa sebenarnya, Maria hanya tidak ingin mengecewakan Rey atas sikap dan sifat yang sebenarnya. Kasarnya, Maria tidak ingin memperlihatkan kejelekkan atau kebiasaan buruknya di depan Rey, sang pacar. Bukan maksud membohongi, tetapi hanya ingin menjaga image saja. Di depan Erik atau Pongky dan sahabat lainnya, Maria memperlihatkan sifat aslinya. Selalu makan dengan bar-bar, dengan santai nongkrong tanpa keramas dan mandi, alhasil sangat kucel untuk dipandang. Selalu jujur saat minta traktir karena uangnya sudah habis di tengah bulan. Apabila bertemu dengan Rey, Maria selalu tampil cantik mempesona. Wajah yang dipoles dengan bedak, memakai lipbalm untuk melembabkan bibir mungilnya, juga memberikan sedikit warna merah muda di pipinya. Rambut panjangnya terurai jatuh dengan rapi, memakai pakaian terbaiknya serta berubah menjadi anggun seperti putri kerajaan. Maria hanya ingin terlihat sempurna dan mempesona di depan kekasihnya. Oleh karena itu, sedikit banyak Maria menjaga gengsinya. Apakah ada yang sama, seperti Maria?

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.8K
bc

Kali kedua

read
221.1K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.0K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.0K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
33.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook