CHAPTER 18

1977 Words

“Woi” Alfina menepuk pundakku dan aku yang sedang melamun langsung terlonjak kaget. “Wanjir kaget gua” “Hehe sory, lagi lu ngelamun bae kerjaannya” aku memutar mataku malas meladeni Fina, “oh iya Lin, papa ngasih ini sama lu” Alfina memberikanku sebuah kotak panjang. “ini apa?” dia hanya mengendikan bahu “katanya ini kado Ultah lu, soalnya papa lagi di Ausie jadi ga mungkin ketemu sama lu” jelas Alfina. “Masih seminggu lagi padahal, but Thanks, ntar gua telpon ayah lu”  Saat aku dan Alfina sedang asyik berbincang di salah satu meja kantin, tiba tiba saja ada seseorang yang duduk di bangku depan kami “hai lina, hai Fina” ucap seseorang itu “hai kak Vino” jawabku serempak “Woah, kalian sudah hafal perbedaan kami rupanya?” jawabnya lalu menyeruput sirup di tanganya, aku tersenyum tipis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD