Bab 10. Aneh

1069 Words
Setelah mendengar Gerry yang akan bertunangan dengan Lavina, kakaknya Devina merasa ada yang aneh di dalam dirinya. Seperti ada yang mengganjal di hatinya ketika mendengar semua ini. Bahkan setelah pulang dari kantor tadi Devina terus saja memikirkan hal ini hingga tidak bisa beristirahat dengan tenang. Namun, Devina hendak memejamkan matanya, tiba-tiba saja dia mendengar suara pintu rumahnya di ketuk dari luar. Karena merasa penasaran siapa yang mengetuk pintu rumahnya malam-malam seperti ini membuat Devina memberanikan diri untuk datang melihatnya. Betapa kagetnya Devina ketika melihat yang datang ke rumahnya malam ini adalah Gerry. Devina hendak kembali menutup pintu rumahnya namun dengan cepat Gerry menahannya. Dia datang ke rumah ini hanya untuk bicara dengan wanita itu, setidaknya untuk terakhir kalinya biarkan Gerry bicara pada Devina agar dia bisa menghentikan pertunangan yang bersama Lavina kakak kandung Devina sendiri. "Maaf, saya tidak bisa menerima tamu malam-malam begini pak. Jadi tetangga saya keluar dari rumahnya saya mohon bapak untuk pergi dari rumah saya sekarang juga." Devina sengaja mengusir Gerry agar pria itu mau pergi dari rumahnya karena dia tidak ingin menjadi masalah jika sampai pada tanggalnya keluar dan melihat ada tamu malam-malam ke rumahnya. "Sebentar saja Devina, biarkan saya bicara denganmu. Kita benar-benar harus bicara sebelum semua ini terlambat dan tolong hentikan aku. Tolong katakan bahwa kau menerima pertanggungjawaban dariku dan aku akan membatalkan semuanya." ucap Gerry dia masih berusaha untuk meyakinkan Devina dengan semua ini. Dia harus meyakinkan wanita ini agar mau menerima pertanggungjawaban darinya dan dia bisa memutuskan pertunangannya dengan Lavina. "Lalu aku membiarkan kakakku merasa sakit hati atas perbuatanku? tidak seperti itu pak. Mudah bagi anda tapi tidak denganku. Aku harap semuanya sudah selesai dan pergilah." ucap Devina lagi yang mengusir Gerry hingga dia tidak memperdulikan lagi pria itu yang terus aja berada di depan rumahnya saat ini. Terlihat beberapa tetangga Devina keluar ketika mendengar ada seseorang yang berbicara dan ternyata itu adalah devina sih anak baik lingkungan mereka. Tapi yang membuat mereka penasaran adalah siapa pria yang datang beruntung malam-malam ke rumah Devina seperti ini. Ketika mereka hendak menghampiri pria itu karena takut akan berbuat jahat pada Devina, Gerry mengatakan bahwa dia hanya ingin bicara dengan Devina karena ada salah paham yang terjadi pada hubungan mereka. "Oh ternyata pacarnya neng Devina toh. Ya sudah, kalau mau bicara besok aja mas, jangan sekarang. Ini sudah malam dan tidak enak dilihat oleh para tetangga jika malam-malam datang ke rumah seorang gadis. Takutnya jadi fitnah nanti." ucap salah satu tetangga Devina hingga membuat Gerry terpaksa umur diri. Mereka begitu sangat melindungi Devina dan takut Devina melakukan hal yang tidak tidak sementara dirinya sendirilah yang telah melakukan hal kecil tersebut pada Devina. Merasa bahwa Gerry sudah pergi membuat Devina kembali ingin memejamkan matanya namun dia kembali dibangunkan dengan seseorang yang mengetuk pintu rumahnya lagi. "Ya ampun, aku benar-benar tidak habis pikir dengan pria ini. Bagaimana bisa dia kembali datang ke rumahku sementara tetangga sudah mengusirnya." ucap Devina yang kembali turun dari tempat tidurnya karena merasa kesal dengan suara ketukan pintu yang membuatnya marah. "Apa lagi pak? kenapa anda-" Devina tidak melanjutkan kata-katanya ketika melihat siapa yang berada di depan pintu rumahnya saat ini. Lavina, kakaknya itu terlihat menatap tajam ke arahnya saat ini seperti hendak menelannya hidup-hidup. "Siapa yang datang ke rumah sebelum aku?" tanya Lavina yang langsung masuk begitu saja ke dalam rumah peninggalan kedua orang tuanya. Ini adalah pertama kalinya lagi Lavina datang ke rumah masa kecilnya setelah sekian lama. Jika tidak karena Gerry saja, dia tidak akan datang ke rumah ini dan bertemu dengan Devina. "Bukan siapa-siapa, hanya pak RT yang memberi kabar tentang penyuluhan besok." alibi Devina agar kakaknya ini percaya dengan apa yang di katakan ya. Dia tidak tahu harus mengadakan apalagi jika sampai kakaknya tahu bahwa yang datang ke rumahnya adalah kekasihnya sendiri yang akan menjadi calon suaminya. "Minggu ini aku akan menikah dengan Gerry tanpa harus datang karena itu adalah syarat dari calon suamiku. Entah dari mana dia mengetahui bahwa aku memiliki saudari sepertimu dan dia memintaku untuk membawa saudariku ke acara pertunangan kami. Jika bukan karena Gerry yang memintanya aku tidak akan pernah sedih membawamu tampil ke publik dan menunjukkan bahwa aku memiliki saudara sepertimu. Datang ke apartemenku hari Sabtu dan ambil pakaian yang akan kau kenakan pada hari minggu nanti. Satu hal lagi, jangan pernah banyak bicara dengan menceritakan apapun yang terjadi diantara kita karena nantinya akan banyak relasi bisnis calon suamiku dan juga rekan-rekan kerjaku serta keluarga besar mereka. Jadi, kau hanya hadir sebagai adikku dan menemaniku di sana bukan untuk menjelaskan apapun yang tidak harus kau jelaskan." Lavina hendak pergi meninggalkan rumah kumuh ini tapi sebelum itu dia mengeluarkan uang dari dalam tasnya dan melemparkannya begitu saja di meja di depan mereka duduk saat ini. Melihat kakaknya yang melemparkan satu ikat uang bernilai 10 juta itu membuat Devina hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Tabiat kakaknya ini tetap sama sejak kecil hingga saat ini karena dia selalu merasa bahwa dirinya yang berada di atas angin. "Ambil itu untuk melakukan perawatan sebelum menghadiri acara pertunanganku, jika kurang katakan saja karena aku akan memberikannya lagi." ucap Lavina dengan sombong pada adiknya itu karena dia tahu bahwa Devina tidak akan pernah bisa mendapatkan uang sebanyak itu. Devina mengambil uangnya dan mengembalikannya ke tangan sang kakak lalu pergi ke depan pintu untuk mengusir kakaknya dari rumah ini. "Apa yang kau lakukan Devina? berani sekali kau melakukan hal ini padaku!" teriak Lavina ketika dia mendapatkan perlakuan kasar dari adiknya. Lavina benar-benar tidak percaya jika Devina bisa mengusirnya seperti ini. "Sekarang sudah selesai bukan? pergi bawa uang kakak dan jangan pernah datang lagi ke rumah ini karena aku tidak membutuhkan uang dari kakak!" brak! Devina menutup pintunya dengan keras hingga menyebabkan dentuman yang membuat Lavina semakin tidak percaya dengan apa yang di alaminya saat. "Devina! kau berani sekali melakukan hal ini padaku hah. Seharusnya kau sendiri siapa dirimu. Kau sudah berlaga sombong dan seolah tidak membutuhkan bantuan dariku lagi. Sombong sekali kau hah?" teriak Lavina yang merasa tidak terima atas perlakuan Devina terhadapnya. Para tetangga di sekitar rumah mereka kembali keluar ketika mendengar suara teriakan seperti itu. Apa lagi yang terjadi di rumah dan Devina? mereka melihat bawaan seorang wanita yang memakai masker saat ini ketika datang ke rumah Devina. Bukannya mendapatkan jawaban, Lavina malah kembali mendapatkan perlakuan buruk dari Devina karena adiknya itu malah sengaja mematikan lampu teras rumah mereka hingga gelap gulita seperti ini dan membuat Lavina langsung pergi meninggalkan tempat itu karena terlanjur kesal dengan perbuatan adiknya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD