BAB 30

1633 Words

Hari ini, hari yang aku tunggu tunggu. Akhirnya, aku bisa terlepas dari tempat tidur ini. Aku sudah tidak nyaman berada di atas tempat ini. Aku seperti tahanan yang dipasung dengan cara yang halus. “Kapan tabibnya datang sih?” tanyaku kepada Uhi yang dari tadi menemaniku sejak matahari sudah mulai memunculkan cahayanya. “Sabar putri, ini masih terlalu pagi untuk tabib sampai di sini,” jawab Uhi. “Tapi, Merku udah manggil tabibnya kan?” Aku sudah tidak sabaran ingin segera bebas dari sini. “Sepertinya sudah.” Uhi tidak yakin dengan jawabannya. “Hufff... lamanya,” keluhku. “Tok... tok... tok...” tiba-tiba, seseorang mengetuk pintu kamarku. “Nah. Itu pasti dia,” sorakku kegirangan. Tidak lama, pintu pun langsung terbuka. Namun, orang yang muncul di sana, bukanlah orang yang sedang aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD