Makan malam itu berjalan seperti biasa, di iringi suara dentingan peralatan makan, atau sesekali, diselingi celotehan Elin. Cakra hanya fokus pada isi piringnya, sementara dikursi lainnya, ada Cinthya yang sejak tadi menatap lekat sang Opa. Ada banyak pertanyaan yang kini berjejal di kepala. Informasi yang Cinthya dapatkan dari Elang, tentang Cakra yang berhubungan dengan wanita muda seusianya, benar-benar mengusik pikiran. Sejujurnya, itu masalah pribadi sang Opa. Sekali pun memang benar, pria sepuh itu akan menikah lagi. Tapi masalahnya, ia tak bisa membayangkan, mendapat nenek baru yang seusia dengannya. Astaga, hanya membayangkannya saja sudah membuat ngeri. "Cin, kamu kenapa? Meriang? Kok menggigil gitu?" Suara sang Papa yang melempar tanya padanya membuat lamunan Cinthya koyak

