Segelas teh dan pancake sudah terhidang di atas meja. Angela mempersiapkan sarapan lebih pagi dari biasanya. Dua roti panggang yang diolesi saos tomat dan mayonais lalu ditumpuk dengan daging ayam, tomat dan selada tertata di atas piring. Bahkan berbagai macam olahan telur tidak luput ada di meja makan. “Kamu memasak?” tanya Max yang baru masuk ke dapur. Rambutnya masih basah setelah keramas, kaos tanpa lengan yang dipakainya basah di bagain pundak karena tetesan air dari rambut. Max duduk di kursi menatap hidangan di atas meja yang begitu meriah. “Apa kita akan kedatangan tamu?” Max menatap Angela yang kini duduk di sampingnya sembari menopang dagu dengan satu tangan. Angela tersenyum lebar mengedipkan matanya berkali-kali. “Ini semua untuk kakak.” Max menaikkan satu alisnya. Scramb

