Daebak! Sudah part 3, kkk like#likealaTOPbigbang
Sebenarnya saya tuh kalo malasnya kumat, suka malas ngetik (kapan selesainya?)
Makanya selagi mood dilanjutkan terus sampai tamat, aaamiin #ayoaminin
Penasaran gimana lanjutannya?
Check this out~
"Suprise!", seru Chanyeol berteriak di depan Ji Ra dan YiFan. Mereka diam membisu entah mengerti atau gimana.
"Oppa, jangan bikin malu di hari pertamaku sekolah dong!", pinta adik Chanyeol.
"Arrasso Chani, Mianhae/ok maaf", kata Chanyeol.
"Sam/guru, apakah saya bisa ke kelasku sekarang?", tanya Chani ke Ji Ra dan YiFan.
Geuromyo, gaja/iya dong,ayo pergi!", kata Ji Ra mengantar Chani ke kelasnya.
Tinggallah YiFan dan Chanyeol.
"Chanyeoli, apa kamu mengenal Ji Rassi?", tanya Yifan.
"Lumayan",kata Chanyeol dengan gummy smilenya.
+
Jam istirahat Ji Ra dan Chanyeol memilih duduk di bangku taman di tk.
"Aku gak nyangka Ji Rassi bisa mengenal YiFan",kata Chanyeol sumringah.
"Seharusnya aku yang bilang begitu. YiFan ssi bilang dia punya teman di Korea makanya dia kesini untuk mengajar"
"Hehehe, dunia ini sempit sekali ya? Wah bisa nih kita hangout bareng!", kata Chanyeol riang.
"Aku cukup terkejut dengan kejutanmu, Chanyeolssi"
"Mianhae/maaf, kan kalo uda dikasi tau bukan kejutan namanya",timpal Chanyeol merasa bangga dengan dirinya.
Dari kejauhan seseorang memperhatikan mereka dengan seksama.
Yifanssi, gak istirahat? Gak bareng JI-RA?", kata Soyoung sengaja menekankan nama Ji Ra.
"Ne/ya, sebentar lagi", jawab Yifan sopan lalu meninggalkan ruang guru ke kantin.
Soyoung yang memperhatikan tingkah Yifan, melihat apa yang menjadi perhatian namja itu sedari tadi.
"Hmm... Bener-bener deh couple satu itu",seru Soyoung sambil menggelengkan kepala.
+
Ji Ra dan Chanyeol masuk ke area sekolah lagi berpapasan dengan Yifan.
"Fan Fan!", sapa Chanyeol.
"Ne, wae/ya kenapa?"
"Aku mau pamit pulang nih! Kenapa kamu gak cerita satu sekolah sama Ji Rassi?"
"Lupa! Geura/ya, hati-hati"
Chanyeol berpamitan sambil melambaikan tangan ke Ji Ra dan YiFan lalu berjalan meninggalkan sekolah menuju mobilnya.
Sepeninggal Chanyeol, Ji Ra dan YiFan masih melihat arah dimana Chanyeol pergi tadi. Ji Ra yang mau ke kelasnya dihentikan oleh YiFan.
"Sejak kapan kalian kenal?",tanya Yifan.
"Ne?"
"Apa kalian sudah lama kenal?",ulang Yifan.
"Tidak juga, waktu itu gak sengaja bertemu di kereta lalu tetap bertemu sampai sekarang. Ah, Mianhae YiFanssi, aku harus mengajar sekarang", kata Ji Ra sambil melihat jam di tangannya. Baru melangkah, tangan YiFan meraih tangan Ji Ra membuatnya berbalik ke arah Yifan.
"??? YiFanssi?", tanya Ji Ra yang tak mengerti kenapa Yifan menghentikannya.
Raut muka Yifan sangat serius saat menatap Ji Ra. YiFan hanya melihat Ji Ra tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Ji Ra yang tak mengerti ada apa pun hanya diam dan tetap memandang Yifan. Entah kenapa Ji Ra jadi gugup. Tak lama, YiFan melepaskan tangan Ji Ra dan meninggalkannya.
Ji Ra yang sebenarnya ingin bertanya gak mampu bersuara karena suara jantungnya cukup mengganggunya.
"Asyik, keadaan cukup menarik sekarang !", seru Dara.
Drama live nih. Happy end atau Bad end ya?", kata Suzy.
"Mau taruhan? Kalo aku menang kalian harus belikan aku merk baju terbaru!",kata Chaerin.
"Eits, kalo menang belikan aku parfum!", seru Suzy.
"Ya! Kalo aku benar kalian harus mentraktirku daging korea terbaik!",kata Dara gak mau kalah.
Akhirnya mereka malah berdebat. Gak ada yang mau mengalah tetap pada opini masing-masing.
"Ya! Geuman ima/hentikan sekarang! Bukannya mengajar malah taruhan!", kata Soyoung yang menghampiri mereka.
"Soyoungi~ kasih tau mereka pacaran apa gak! Paling gak kamu tau kan happy end atau bad end kan?",tanya Dara semangat diiyakan Suzy dan Chaerin. Soyoung yang merasa terdesak berusaha kabur.
"No gossip plis~ Ciao~",kata Soyoung melarikan diri
+
Setiap hari Chanyeol sengaja mengantar jemput Chani. Kemunculan Chanyeol dan adiknya yang bersekolah membuat para guru di tk itu mulai bertanya-tanya. Apalagi Chanyeol setiap ada di tk pasti selalu mencari Ji Ra. Tidak berbeda dengan Chanyeol, Chani pun lebih sering meminta tolong ke Ji Ra.
"Ji Rassi, sebenarnya kamu pacaran sama siapa sih? YiFan atau Chanyeol?", tanya Dara ke Ji Ra di depan semua guru. Otomatis semua orang tertuju pada Ji Ra.
Suzy dan Chaerin pun berusaha menghentikan kebodohan temannya itu.
"Ya! Jangan bekap mulutku! Gak bisa napas nih!", elak Dara.
"Mianhaeyo/maafkan, Ji Rassi! Kemarin habis minum, mabuk dia!", kata Suzy diiyakan Chaerin.
"Aku gak mabuk! Hmmfm! Hffmm!", kata Dara yang dibekap teman-temannya lalu diseret keluar dari sana.
Ji Ra yang tidak mengerti kenapa ditanya begitu hanya diam. Ssat Ji Ra mau berjalan, Ji Ra gak sengaja melihat Yifan menatapnya dengan serius seperti tatapan waktu itu bahkan lebih dingin.
Deg!
Ji Ra pun membeku di tempatnya. Soyoung yang mencarinya lalu menepuk pundak Ji Ra. Menyadarkan dari segala ketegangan yang terjadi.
"Ji Raya~ Chanyeolssi mencarimu~ Wae?", seru Soyoung melihat apa yang dilihat Ji Ra.
"Ah, ne/ya..",jawab Ji Ra yang rada linglung.
"Appo/sakit?"
"Ani..."
"Apa karena DIA?",tanya Soyoung menunjuk ke arah YiFan dengan ekor matanya.
Ji Ra hanya tersenyum dan mulai berjalan. Soyoung mengikutinya.
"Ya! Kalian sakit deh!"
Ji Ra menoleh dan menatap Soyoung dengan tatapan bertanya.
"Love sick! Masa gak tau?"
Ji Ra menatap Soyoung dengan heran.
"Aigu/aduh, jujur aku pusing lihat kalian ini?"
Ji Ra masih menatap Soyoung menunggu apa yang dikatakannya.
"Hello, Jirassi? Sallaimnikka(masih hidup)? ",kata Soyoung mengguncang pundak Ji Ra.
"Sebenarnya apa yang mau kau katakan?", Ji Ra akhirnya membuka suara. Pusing dengar protesan dari Soyoung.
"Gini deh, kalo sampai ada yang bertanya seperti TADI di dalam, aku rasa kamu mulai tegas!"
"Sudah dibilang berapa kali, kami bahkan Chanyeolssi gak ada hubungan apa pun. Arra/mengerti?"
"Jangan egois deh! Itu kan menurutmu, gimana perasaan YiFan dan Chanyeol? Molla/gak tahu?"
Ji Ra diam sesaat.
"Mereka gak bilang apapun jadi.. "
"Jangan asal menyimpulkan deh! Ji Ra, segera akhiri kepura-puraanmu! Bahkan nenek peyot juga tau mereka SUKA PADAMU! Kamu, JI-RA! SHIN JI-RA! Arra?", kata Soyoung dengan nada serius.
Baru Ji Ra mau berbicara dipotong oleh Soyoung.
"STOP! Jangan ada penolakan dulu! Tolong pikirkan baik-baik perkataan tadi. Ji Ra, aku tau kamu masih takut dilukai tetapi resiko mencintai memang kalo gaj dilukai ya melukai. Jangan samakan masa lalumu dengan mereka", pinta Soyoung.
Ji Ra hanya mengangguk dan merenungi kalimat temannya itu.
+
Sebenarnya Ji Ra tau akhir-akhir ini perasaannya mulai kalut di antara Yifan dan Chanyeol. Ji Ra terkadang bingung mau bersikap gimana di antara dua orang itu. Bukan memilih atau memihak siapa pun, Ji Ra yang mulai bisa membaca jelas perasaan kedua namja itu untuknya kadang membuatnya bertanya apakah sudah benar dia bersikap. Apakah tak melukainya atau siapapun? Entah.
Padahal Ji Ra tipe orang yang gak mudah menyerah dalam hal apapun, tapi apakah untuk cinta berbeda? Apakah bisa mengalir seperti air? Apakah berjalan begitu saja?
"Ji Rassi, appayo/sakit?", tanya Chanyeol sambil memegangi dahi Ji Ra mengukur suhu tubuhnya dengan Ji Ra.
"Aniyo, gwaenchana/gak,tidak apa-apa. Apa Chanyeolssi tidak bekerja?"
"Wah, apa aku diusir?"
"Aniyo/gak, hanya... Kenapa kesini tiap hari?"
"Ji Rassi neun bogosipda"
"Ne/ya?"
"Apa aku harus mengulanginya di telingamu, Ji Rassi?", goda Chanyeol.
Ji Ra merasa wajahnya memerah dan menggelengkan kepalanya. Chanyeol tertawa melihat Ji Ra.
YiFan menghela napasnya untuk kesekian kalinya.
"Mianhaeyo/maaf, bukannya mau ikut campur, tapi apakah gak lebih baik kamu gak biarkan mereka bersama terus?", tanya Soyoung.
YiFan menoleh dan menatap Soyoung.
"Ckckckck, kalian ini mirip ya? Jatuh cinta memang menyakitkan, tetapi lebih menyakitkan kalo hanya bisa melihat dari jauh tanpa melakukan apapun kan? Jangan sampai kamu menyesal Yifanssi", kata Soyoung menepuk pundak YiFan.
Entah mengapa, YiFan yang merasa Soyoung bisa mengerti perasaannya pun mulai berjalan keluar menemui Ji Ra dan Chanyeol.
Ji Ra dan Chanyeol masih mengobrol sampai Yifan muncul di hadapan mereka.
"Fan Fan! Wae? Kok lari-lari?", tanya Chanyeol diikuti tatapan bertanya Ji Ra.
YiFan menghiraukan pertanyaan Chanyeol dan menarik Ji Ra dan membawanya pergi dari Chanyeol. Chanyeol yang tidak mengerti langsung menghentikan mereka.
"Wae/kenapa? Kenapa pergi?",tanya Chanyeol lagi. Ji Ra pun menunggu YiFan berbicara.
"Mianhae/maaf Chanyeoli, untuk yang ini aku gak bisa mengalah",kata Yifan.
Chanyeol yang seolah mengerti apa yang dikatakan YiFan mulai berekpresi.
YiFan pun membawa pergi Ji Ra kali ini tanpa dihalangi Chanyeol. Chanyeol hanya diam melihat kepergian mereka dengan wajah yang lebih serius dibanding tadi.
Ji Ra pun mulai bersuara saat mereka sudah jauh dari tempat Chanyeol.
"Yifanssi, kenapa kamu.. "
Tanpa aba-aba, YiFan menarik Ji Ra ke dalam pelukannya.
"!!!!! Yifanssi?"
Yifan tak menjawab dan hanya mempererat pelukannya.
"Apa.. Apa kamu marah? Apa kamu dan Chanyeol berantem?",tanya Ji Ra.
Yifan mengendurkan pelukannya dan melihat Ji Ra.
"Aku tak mengerti apa yang terjadi padaku. Aku.. Aku hanya merasa tak suka melihat kamu dan Chanyeol",kata Yifan.
"Wae/kenapa? Bukankah Chanyeol itu temanmu?"
"Ani, wo de bu zi tao(aku gak tau)"
"??? Mianhae?", jawab Ji Ra yang tak mengerti sikap Yifan hari ini.
"Mianhae Ji Rassi, mungkin ini hanya perasaanku yang egois"
"Apakah perasaan itu sangat mengganggumu?"
"Aku hanya tak mengerti kenapa perasaan itu ada, aku tidak tau apa harus menyukainya atau membencinya"
"Ikuti saja kata hatimu. Jika perasaanmu itu memang benar adanya bukankah lebih baik diakui, diabaikan juga akan melukai?"
Di saat Yifan dan Ji Ra masih berdebat, muncullah Chanyeol.
"Yifan, bisakah kita bicara ketika selesai bekerja?",kata Chanyeol.
+
"Huwaa, nomu siwonhae/segarnya~",seru Chanyeol selesai meneguk soju.
Yifan pun meneguk sojunya perlahan.
"Ayo makan ini! Supaya perutmu gak sakit",kat Chanyeol memberikan daging ke piring YiFan.
"Apa yang ingin kau bicarakan?"
"Santai dulu Fan Fan! Ayo minum lagi",kata Chanyeol menuangkan soju ke gelas YiFan.
Yifan menerimanya dan meneguk sedikit sojunya. Begitu pun juga Chanyeol.
Mereka diam sesaat lalu Chanyeol mulai bersuara.
"Geu yeoja........................... Nomu joahae/cewek itu sangat aku sukai!", seru Chanyeol entah apa dia masih sadar ataukah sudah mabuk. YiFan menoleh melihat Chanyeol.
"Mian/maaf, tapi untuk ini aku gak akan menyerahkan pada siapapun",kata Chanyeol dengan raut muka serius ke Yifan.
"Ara/aku tahu, aku egois... Selama kita kenal kau selalu mengalah. Bahkan kau menyayangiku seperti saudara. Tapi untuk dia, aku gak bisa"
YiFan hanya mendengarkan kicaun Chanyeol sampai dia mabuk berat.
Akhirnya mereka pulang naik taksi. Sesampainya di tempat Chanyeol, YiFan membawa masuk ke rumahnya.
Keluarga Chanyeol berterima kasih kepada Yifan. Yifan pun pamit dan keluar dari rumah Chanyeol. Chanyeol yang masih ada sedikit kesadaran menghentikan YiFan.
"Wu YiFan!",teriak Chanyeol dan YiFan menoleh.
"Aku tau ini sedikit gila bahkan sangat gila, aku akan merebutnya darimu! Bersiaplah! Aku gak akan mengalah sedikit pun biarpun itu kau! Ara?"
"Ne/ya~",kata YiFan lalu pergi meninggalkan Chanyeol.
+
Hari ini ada pertemuan orang tua. Semua orang tua dari murid diharuskan datang untuk melihat anak mereka selama bersekolah. Para guru sibuk mempersiapkannya.
"Semua sudah siap? Tempat duduk? Video para murid?", tanya kepsek.
Sudah semua, tenang! Hanya menunggu para orang tua murid",kata Soyoung penuh percaya diri.
Kepsek pergi ke kantornya lagi.
"Tumben, kok aku gak lihat Chanyeol?", kata Soyoung.
"Molla! Para murid masih tidur?"
"Ne, tapi masih ada beberapa yang merengek dan gak mau tidur! Kamu tau siapa yang membujuk? Wu Yifan"
"Baguslah. Bukankah itu tugas guru disini?"
"Jangan terlalu dingin Ji Raya~ Aku lihat kalian pelukan lho~",goda Soyoung.
"!!!! Ya! Dia yang memelukku!",bela Ji Ra.
"Masih gak sadar juga?"
"Kalo gak sadar gak mungkin bisa ngobrol sama kamu!"
"Pabo! Itu sudah jelas dia suka padamu!"
Ditengah obrolan mereka, Chani keluar dari kamarnya.
"Chani? Waeyo/kenapa?",tanya Ji Ra menghampirinya.
"Ji Ra sam/guru, apa Ji Ra sam pacarnya oppa?"
Ji Ra dan Soyoung saling bertatapan penuh tanya.
"Waeyo? Oppamu ada bilang apa?", tanya Soyoung.
"Kemarin oppa dengan Yifan sam sepertinya mabuk lalu YiFan sam mengantarkan oppa ke rumah Kemudian YiFan sam mau pulang diteriakki oppa, aku pasti merebutnya darimu, aku gak akan mengalah biarpun itu kamu, apakah yang dimaksud itu Ji Ra sam?"
"Wah, adiknya aja tau,masa kamu gak?", goda Soyoung ditabok Ji Ra untuk diam.
"Begini, Ji Ra sam, Yifan sam maupun oppamu itu teman. Jadi yang dimaksud oppamu bukan sam", jelas Ji Ra diiringi mata melotot gak setujunya Soyoung.
"Tapi, pas Chani mau bobo dengar oppa mengigau nama Ji Ra sam. Chani pikir oppa kenapa setelah mabuk, malahan pas Chani tanya apakah oppa menyukai sam, oppa hanya mengangguk berulang kali sambil nyengir gaje"
Ji Ra yang bingung bukannya dibantu malah ditertawakan oleh Soyoung.
+
Acara pertemuan para ortu murid dan guru berjalan lancar. Meskipun ada keluarga murid yang terlambat datang karena bekerja.
Untunglah YiFan dan Ji Ra bisa membujuk murid yang ngambek karena ortunya belum datang.
"Gamsahamnida sam. Mianhaeyo, saya terlambat datang",kata mama Joy.
"Gwaenchanayo, Joy sudah menjadi anak yang baik di sekolah",kata YiFan diiringi anggukan Ji Ra.
"Oemma, apa oemma tau saat Joy menangis mereka menjaga Joy",adu Joy.
"Jinjja? Aigu, jangan cengeng lagi ya?",hibur mama Joy sambil memeluk erat anaknya.
"Oemma, Joy pikir kalo Yifan sam dan Ji Ra sam itu cocok. Mereka seperti appa dan oemma di sekolah"
"Geura? Mianhaeyo, apa kalian pasangan?",tanya mama Joy.
"Ah itu... ",kata Ji Ra yang dipotong oleh YiFan.
"Kurang lebih bisa disebut begitu",jawab Yifan sambil tersenyum ramah.
"Wah, selamat ya sam. Saya harap kalian menikah, kami permisi pulang",kata mama Joy dan pun pergi. Ji Ra menatap YiFan dan ingin bertanya tetapi Chanyeol dan Chani menghampiri mereka.
"Ji Ra sam!"
"Annyeonghaseyo",kata Chanyeol membungkuk ke Ji Ra dan YiFan. Mereka saling memberi salam dan membungkuk.
"Ji Ra sam, Chani boleh minta sesuatu gak?"
"Waeyo?"
"Appa dan oemma jarang di rumah dan oppa bekerja. Chani ingin sam menemaniku, apa boleh?"
"Baby sitter? Jangan aneh-aneh Chani",kata Chanyeol heran.
"Aniyo, habisnya oppa kan gak bisa nemenin Chani. Pembantu di rumah juga. Mau kan Ji Ra sam?",pinta Chani dengan wajah memelas.
"Tetapi kan sam harus mengajar?",kata Ji Ra lembut.
"Bukannya Ji Ra sam pacarnya oppa?"
Pernyataan Chani membuat Chanyeol kelabakan. Chanyeol yang merasa adiknya sedikit sok tau memintanya diam. Ditambah lagi Chanyeol merasa malu dan aneh dengan kejujuran adiknya ini.
"Ya! Chaniya~ Mianhae Ji Rassi",kata Chanyeol gak enak.
"Mau ya sam? Kalo sam gak mau gratis, Chani bisa kok minta appa membayar sam"
Ji Ra yang gak enak menolak Chani pun menerimanya. Walaupun Ji Ra menolaknya, dia yakin Chani akan tetap terus memintanya sampai keinginannya dikabulkan.
"Geura. Tapi berarti Chani harus rajin belajar ya"
"Ne! Gamsahamnida sam!",kata Chani memeluk erat Ji Ra. Chanyeol pun gak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena dalam hatinya Chanyeol memang ada niatan untuk mengajak Ji Ra ke rumah tetapi dia belum menemukan alasan bagus dan secara gak sengaja adiknya telah membantunya.
Melihat pemandangan antara Chanyeol dan adiknya serta Ji Ra entah mengapa YiFan merasa didahului oleh Chanyeol.
+
"Sam, baegopa/lapar",seru Chani.
"Mau makan apa? Nanti kubilang ke kepala pelayan"
"Aniyo, Chani mau makanan buatan sama",rengek Chani manja.
"Bukannya lebih enak buatan koki di rumah ini?"
"Bosan. Ayolah~",bujuk Chani dengan puppy eyes.
"Kiyeowo/lucunya~ Geura... Spageti?"
"Eung! Dengan keju yang buaaaanyaaaaaaak!", kata Chani sambil membuka lebar tangannya.
Tak lama Chanyeol pulang dari kerjaannya. Hal pertama yang dicari adalah adik kesayangannya.
"Chaniya~ Odie?"
Chani keluar dari kamarnya langsung menghampiri Chanyeol dan memeluknya.
"Oppa, selamat datang~"
"Ne~ Mana Ji Ra sam?", kata Chanyeol sambil celingukan mencari keberadaan Ji Ra.
"Di dapur"
"Ya! Kau tak mengerjainya kan?",tegur Chanyeol sedangkan Chani tertawa sambil menutupi mulutnya dengan tangannya.
Chanyeol pun menghampiri Ji Ra di dapur.
"Masak apa sam?"
"Ah! Chanyeolssi, sudah pulang?", kata Ji Ra sambil memasak.
"Ne, hari ini banyak kerjaan jadi sedikit telat. Kenapa gak minta koki aja yang masak?"
"Chani minta dibuatkan makanan buatanku"
"Jangan terlalu memanjakannya Ji Rassi",seru Chanyeol gak enak dan kaget Ji Ra masih mau menuruti permintaan adiknya.
"Gwaenchana, hal su issoyo/aku bisa! Hehehe",kata Ji Ra tak keberatan.
"Ne~",kata Chanyeol sambil mengusap kepala Ji Ra.
"Oppa, jangan ganggu sam!",kata Chani.
"Ya! Bukankah kamu yang mengganggunya!"
"Chani aggasi, waktunya mandi!",kata pelayan.
"Nanti aja bibi, Chani mau lihat sam masak!"
"Chani,kalo kamu manja ntat oppa gak bolehin sam kemari lagi lho!",ancam Chanyeol.
"Oppa nappeun!",ambek Chani.
"Chani, sam bakal buatkan makanan yang enak-enak kalo Chani mandi, ottae?",bujuk Ji Ra.
"Jinjja? Ne~ Chani mandi.. Oppa! Merong ~",kata Chani merong ke Chanyeol dan Chanyeol ikutan merong membalas keusilan adiknya.
"Kalian lucu",seru Ji Ra sambil tersenyum melihat keakraban Chanyeol dan Chani.
"Apa aku boleh membantu?",kata Chanyeol.
"Ani, duduk aja. Bukankah Chanyeolssi lelah?"
"Gwaenchana",kata Chanyeol sambil melipat lengan bajunya.
Chanyeol mencoba mengambil sebuah mangkuk tetapi mangkuk itu terlalu licin dan akhirnya jatuh, pecah ke lantai.
"Wae, Chanyeolssi?",tanya Ji Ra menoleh ke arah Chanyeol.
"Aduh, aku ceroboh",kata Chanyeol mencoba membersihkan pecahan kaca.
"Hajima, jangan langsung pakai tangan!",cegah Ji Ra.
"Aow! Ah, tanganku tergores beling",seru Chanyeol merasakan tangannya terluka.
"Tuh kan, kena. Sini lihat lukanya",kata Ji Ra meraih tangan Chanyeol.
Chanyeol mulai memperhatikan Ji Ra yang mengoceh sendiri.
"Chanyeolssi? Deullini/dengarkah?",tanya Ji Ra yang merasa omongannya tak mendapat respon.
Tangan Chanyeol meraih wajah Ji Ra dan mulai membelainya. Ji Ra agak terkejut,membelalakan matanya. Chanyeol membelai wajah Ji Ra dan menatapnya lembut. Ji Ra yang menyadari wajahnya memerah dan menjauhkan wajahnya dari Chanyeol.
"Berhenti menggodaku, Chanyeolssi?",kata Jira malu.
Chanyeol tersenyum lalu memajukan wajahnya ke depan wajah Ji Ra. Ji Ra bingung dan menatap Chanyeol. Chanyeol memajukan wajahnya lagi ke Ji Ra dan mendaratkan ciuman ke pipi Ji Ra yang sudah bersemu merah bak tomat rebus.
"!!!!", Ji Ra terkejut langsung menatap Chanyeol dengan penuh tanya.
"Kalo begini, apa kamu masih berpikir aku bercanda?",tanya Chanyeol.
TBC
Hallo reader~ saya senang banget gak nyangka ff ini sudah memasukki part 3! Chukahae/selamat!
Padahal awal pembuatan ini lumayan lama disusun karena banyak pertimbangan kalo kalian gak paham ceritanya dll. Saya bikin ff ini karena ingin banget baca ffnya kris yang jadi guru soalnya yang saya baca ff bahasa Indonesia maupun Inggris kebanyakkan kris dapat peran bad boy, holay, vampire dll jarang jadi guru kalem kalopun ada unsur bad boy gak ketinggalan!
Kangen juga moment twins tower/ChanKris makanya saya buat rivalnya Chanyeol.
saya harap ceritanya cocok dengan kalian khususnya fans kris,meigeni.
Btw saya ngepost bkn karena ultah kris yang tinggal beberapa lagi lho! Lagi pengen aja nulis ff dan ngepost sini tapi belum keturutan baru sekarang dan taraaa...!!!
Maaf kalo masih banyak kekurangan di ff ini. Kita ketemu di next chapter.. Byebye