Huwaaa... Sudah part 4 aja.. Gak kerasa..
Padahal pas ngetik gak merasa itu pendek banget, panjang banget(?)
Semoga ceritanya bagus dan gak membosankan bagi kalian para readers,ok?
Daripada banyak chat chit chut(?) mending langsung ke ceritanya azzaa..
CHECK THIS OUT!!!!!!!!!?????
"Ji Ra sam/guru! Chani sudah selesai mandi!", teriak Chani berlari ke dalam dapur.
Chanyeol dan Ji Ra langsung menoleh ke arah Chani. Buru-buru Ji Ra mengambil sapu dan serok membersihkan pecahan kaca itu.
"Ya! Oppa ngapain disini? Jangan ganggu sam!", kata Chani sambil pura-pura ngambek.
Chanyeol berdiri menghampiri Chani dan menggendongnya.
"Wah, princessnya oppa sudah mandi!",goda Chanyeol.
"Oppa, sudah kubilang jangan panggil princess!", kata Chani kesal lalu menggembungkan mulutnya.
"Aigu, kiyeopta/aduh lucunya! Jangan ngambek dong!", kata Chanyeol mencubit hidup Chani dan Chani malah histeris. Melihat reaksi Chani, Chanyeol dengan sengaja menjahili adiknya terus.
"Chani, duduk disini. Spagetimu sebentar lagi matang",kata Ji Ra.
Chani meminta Chanyeol menurunkannya dan duduk manis di meja makan. Chanyeol menghampiri Ji Ra yang masih sibuk dengan masakannya.
"Mau dibantu?",tawar Chanyeol. Ji Ra yang masih kikuk dengan kejadian tadi terkejut dengan wajah memerah dan menjauhi Chanyeol.
"!!!! Aniyo, aniyo/gak,gak! Chanyeolssi duduk saja, ok?", kata Ji Ra berusaha bersikap biasa walaupun hatinya gugup tak keruan di hadapan Chanyeol.
Chanyeol yang menyadari akan perubahan sikap Ji Ra malah berniat sedikit usil ke Ji Ra.
"Waeyo/kenapa? Kenapa kamu takut?", kata Chanyeol sengaja mendekati Ji Ra, otomatis Ji Ra menjauh.
"Aniyo, takut kenapa?",kata Ji Ra berasalan.
"Ei, gojitmal/jangan bohong! Lalu kenapa sikapmu aneh?", tuduh Chnayeol.
"Obseoyo/gak ada! Gak ada yang aneh kok! Jinjja!", elak Ji Ra.
Chanyeol malah semakin menggoda Ji Ra.
"Kalo gitu kubantu boleh kan?",kata Chanyeol mencoba meraih sendok dari tangan Ji Ra. Ji Ra yang kaget malah menjerit dan menjatuhkan sendok di tangannya.
"Huwaaa!?"
"Ji Rassi gwaenchana? Kenapa sendoknya kamu jatuhkan?",kata Chanyeol berusaha mengambil sendok yang jatuh itu tapi dengan sigap Ji Ra mengambilnya.
"Jinjja gwaenchanayo/beneran gak apa-apa, Chanyeolssi! Tolong duduk dengan Chani,ok?",kata Ji Ra yang masih gelagapan.
"Oppa! Mwohae/kak ngapain?", kata Chani dengan wajah bingung. Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya.
"Sam, sudah jadikah?",sambung Chani.
"Ne~ chakkaman/ya tunggu.. ",kata Ji Ra mengambil piring dan menuangkan makanannya. Chanyeol yang masih ingin menolong Ji Ra tetap diminta duduk saja. Akhirnya Chanyeol menyerah dan duduk bersama Chani.
"Ini dia spagetinya~ Punya Chani yang banyak kejunya", kata Ji Ra menaruh makanannya di meja makan.
"Huwaa, spageti! Mamamia!",seru Chani mengambil suapan dari piringnya.
"Massiketa",kata Chanyeol yang ikutan mengambil suapan.
"Hmm.. Massita/enak! Gomawoyo Ji Ra sam!",kata Chani makan dengan lahap.
"Ne~ manhi mogoyo/ya makan yang banyak",kata Ji Ra mengusap kepala Chani.
"Mianhaeyo Ji Rassi merepotkan",kata Chanyeol sambil makan.
"Aniyo, kebetulan bisa masak"
"Pasti suamimu di masa depan senang ya bisa punya istri sepertimu, hehehe",puji Chanyeol. Ji Ra tersenyum dan tersipu.
"Oppa! Sam! Kalo bertiga begini seperti keluarga bahagia ya?", seru Chani yang sudah belepotan saus. Ji Ra langsung menghapus noda di mulut Chani dengan tisu.
"Hahaha, geura/ya!",gelak Chanyeol melihat kelucuan adik kesayangannya.
#
"Benar gak apa kamu pulang sendiri?",tanya Chanyeol ragu.
"Jinjjayo/beneran. Kan Chanyeolssi juga lelah baru pulang kerja",kata Ji Ra meyakinkan.
"Sam/guru! Kalo ada waktu kesini lagi! Ok!",kata Chani menarik baju Ji Ra.
"Ne~ Chani juga rukun terus ya sama Chanyeolssi", kata Ji Ra mengusap kepala Chani diikuti anggukan Chani.
"Kalo begitu, aku pulang dulu ya? Bye Chani, Chanyeolssi",pamit Ji Ra berjalan keluar dari rumah kedua kakak beradik itu.
Sesampainya di halte bus, Ji Ra menunggu bus dengan duduk di bangku halte. Kebetulan Ji Ra sendiri disana.
"Hah~ nomu chuwoyo(dingin banget)",kata Ji Ra mencoba menghangatkan tangannya. Ji Ra masih menunggu bus datang tiba-tiba rintik hujan satu per satu membasahi bumi.
"Huwaaa~ wae~ Mana aku gak bawa payung!",seru Ji Ra menutupi dirinya dengan tasnya.
Lalu ada seseorang yang berlarian ke halte bus karena kehujanan juga. Ji Ra melihat seseorang menuju tempat dimana dia berteduh. Dari jauh Ji Ra tidak begitu mengenali sosok itu. Semakin dekat sosok itu entah kenapa rasanya membuat napas Ji Ra serasa tercekat.
"Wu.. YiFan?",kata Ji Ra. YiFan yang sadar siapa di depannya pun terkejut.
"Ji Rassi? Kenapa ada disini?",tanya YiFan berjalan mendekati tempat Ji Ra berteduh. YiFan pun akhirnya berteduh di halte itu.
"Ah, tadi ke rumahnya Chani"
"Hm.. Rumah Chanyeoli?",kata YiFan yang raut wajahnya langsung berubah.
Hening.
Ji Ra merasa suasana mendadak menjadi tegang.
"Apa aku salah bicara?",pikir Ji Ra sesekali melihat ke arah Yifan. Yifan yang merasa mulai gak nyaman pun membuka suara.
"Kenapa sudah selarut ini yeoja sepertimu baru pulang? Apakah Chanyeol gak mengantarkanmu?",tanya YiFan penasaran.
"Oh, Chanyeolssi baru pulang kerja. Gak enak memintanya mengantarku apalagi Chani pasti minta ikut"
"Kalo begitu lain kali kau harus menghubungiku. Mungkin aku bisa menjemputmu?"
"Eh? Aniyo, gwaenchana/tidak,gak apa-apa. Lagipula nanti merepotkan Yifanssi",elak Ji Ra malu.
Bus yang ditunggu pun datang. Mereka pun masuk bus dan duduk terpisah. Ji Ra duduk dekat jendela dan YiFan duduk di belakang.
Bus mulai bergerak di tengah derasnya hujan malam ini. Ji Ra memandangi jalan yang terguyur hujan dari dalam bus. Ji Ra yang asyik gak menyadari YiFan yang duduk di belakangnya sedang memperhatikannya.
Hari ini cukup melelahkan bagi Ji Ra. Perjalanan bus yang ditumpangi Ji Ra pun masih jauh dari rumahnya. Mata Ji Ra pun terkantuk-kantuk berupaya membuka matanya.
YiFan yang sedari tadi memperhatikannya pun berusaha menyadarkan Ji Ra.
"Ji Rassi? Ngantuk?"
"Eh? Gak juga sih... Zzzzz", kata Ji Ra yang menahan kantuknya.
"Kau tak perlu memaksakan diri membuka mata",kata YiFan khawatir.
Ji Ra membuka matanya dan mengangguk ke YiFan lalu menutupnya lagi. YiFan yang heran dengan sikap Ji Ra lalu berdiri dari tempatnya duduk dan pindah di sebelah Ji Ra.
Ji Ra membuka matanya lagi dan melihat YiFan sudah berada di sebelahnya.
"Kenapa kamu pindah",kata Ji Ra bingung.
"Gak apa kan aku duduk disini?"
Ji Ra mengangguk dan mulai menguap lagi. Ji Ra mencoba menopang wajahnya dengan tangannya tapi tak berhasil. Ji Ra tertidur lagi di sebelah YiFan.
"Jinjja/bener, kenapa dia gak coba jujur sih?",seru Yifan yang membangunkan Ji Ra.
"Eung~ ngomong apa barusan?",kata Ji Ra menoleh dengan mata sedikit tertutup.
"Aniyo, geunyang ja/tidurlah~",kata YiFan tersenyum.
Ji Ra malas bertanya dan tertidur lagi. YiFan menunggu Ji Ra benar-benar tertidur. Hati-hati tangannya meraih kepala Ji Ra menaruh ke pundaknya.
"Eung~",seru Ji Ra tiba-tiba bergerak yang membuat YiFan membeku. Ji Ra pun tertidur lagi di pundak YiFan. YiFan bernapas lega.
YiFan memperhatikan wajah Ji Ra yang tertidur. YiFan tersenyum, wajahnya perlahan melembut dan tatapan hangatnya tertuju ke Ji Ra, entah apa yang dipikirkannya.
raut wajah YiFan menggambarkan bahwa dia menikmati saat ini. Di dalam hati YiFan berharap kalo mereka masih lama bisa begini terus.
Di tidur Ji Ra yang lelap, Ji Ra merasa dia bermimpi indah. Bahkan bermimpi yang ingin Ji Ra lihat selama ini. Ji Ra gak menyadari dia tersenyum saat dirinya sedang tidur sekarang.
#
06:35 KST
Matahari perlahan menampakkan wujudnya, langit pun mulai berubah warna pagi hari. Cahaya pagi ini memasukki sebuah kamar. Terdengar banyak suara seperti suara air, ayam, kendaraan dll yang semakin lama semakin banyak jumlahnya.
Semua keheningan perlahan lenyap satu per satu pagi ini. Pertanda pagi telah tiba.
Tapi masih ada yang terlelap tanpa memperdulikan perubahan itu. Awalnya bisa diacuhkan, tetapi kesadaran yang perlahan mengumpul membuat otaknya berpikir. Sedikit demi sedikit membuka mata, masih belum sadar dan masih membiarkan posisinya di tempat itu.
Kemudian dia melihat seluruh ruangan dan mencoba berpikir. Entah tenaga dari mana, matanya membuka sempurna dan bangun dari tidurnya.
"Huwaaaaaaaaa!!!!!???"
Seseorang berlari ke arah teriakan itu berasal. Lalu dia yang berteriak melihat orang yang mendatanginya.
"Wae?"
"Kok Yifanssi ada di rumahku?"
#
"Mianhaeyo. Jongmal mianhaeyo~/maafkan aku, benar-benar minta maaf!",kata Ji Ra yang membungkuk berkali-kali di depan YiFan. YiFan pun menghentikannya.
"Gwaenchana, salahku gak membangunkanmu semalam. Aku juga gak tau rumahmu"
"Jinjja jongmal mianhaeyo/beneran minta maaf! Argh, apa yang kamu lakukan Ji Ra?",rutuk Ji Ra pada dirinya sambil menutupi wajahnya dengan rasa malu.
"Ayo, kita sarapan. Lapar kan?",tawar Yifan sambil menarik Ji Ra ke meja makan.
Di meja makan sudah tersedia roti bakar dengan selai coklat dan keju. da s**u hangat juga. Ji Ra dan YiFan duduk berhadapan. YiFan mulai mengambil sarapannya dan memakannya. Ji Ra masih bingung memilih diam.
"Wae? An mogo?/kenapa? gak makan?",tanya YiFan.
"Aniyo, hanya... Aku sudah menumpang tidur di rumahmu, sekarang malah kau memberiku sarapan"
YiFan meletakkan rotinya dan mengambilkan beberapa roti dan menaruhnya di depan Ji Ra.
"Mogo/makan! Aku sudah susah payah membuatnya!"
"Tapi... "
"Apa perlu aku menyuapimu juga?",goda YiFan.
"Aniyo, Jal mogkesemnida~Hmm/selamat makan..",kata Ji Ra mengambil roti dsn memakannya dengan lahap. YiFan tersenyum.
"Santai aja makannya. Nih minum",kata YiFan menyodorkan segelas s**u ke Ji Ra dan Ji Ra langsung meneguknya. Yifan pun melanjutkan sarapannya.
Ji Ra sambil makan melihat-lihat rumah YiFan. Rumah bergaya minimalis. Gak banyak isinya. Malah bisa disebut sangat rapi untuk ukuran rumah lelaki.
"Apakah enak tinggal sendiri?",tanya Ji Ra.
"Ya begitulah. Lagipula ini resiko jauh dari rumah",kata YiFan menyelesaikan sarapannya dan membawa piring kotornya lalu mencucinya.
"Menurutku Yifanssi hebat. Aku aja diumur segini masih tinggal dengan keluargaku",kata Ji Ra malu. YiFan tak menjawab.
"Apa kamu mau mandi? Apa perlu kurebuskan air panas?",tanya YiFan.
"Tak apa gak pakai air panas. Maaf merepotkan",kata Ji Ra berdiri dari duduknya dan menuju tempat cuci piring dan mencuci piringnya.
"Handuknya ada di depan kamar mandi ya",kata YiFan merapikan mejs makan.
"Ne~",kata Ji Ra berjalan menuju ke kamar mandi dan masuk ke kamar mandi.
Di dalam kamar mandi Ji Ra mulai mandi dan menuangkan sabun cair ke tangannya.
"Oh ini yang dipakai Yifan",pikir Ji Ra.
15menit kemudian Ji Ra selesai mandi dan berpakaian. Ji Ra melihat YiFan sedang duduk sambil memegangi hp.
"Sudah selesai?",tanya Yifan melihat Ji Ra berdiri melihatnya. Ji Ra mengangguk.
YiFan beranjak dari duduk dan ke kamar mandi. Ji Ra pun duduk sendiri. Terdengar bunyi pesan masuk dari Chanyeol.
From: Chanyeol
To: Ji Ra
Ji Rassi, kemarin pulang dengan selamat?
From: Ji Ra
To:Chanyeol
Ne. Kokjonghajima/jangan khawatir
Ada pesan baru lagi masuk.
From: Soyoung
To: Ji Ra
Ya! Semalam kau gak pulang?
Mamamu meneleponku~
From: Ji Ra
To: Soyoung
Kemarin setelah mengajar aku ke rumah Chani menemaninya
From: Soyoung
To: Ji Ra
Lalu? Kenapa gak pulang?
Belum sempat membalas, ada pesan masuk lagi.
From: Soyoung
To: Ji Ra
Chakkaman~
Bukannya rumah Chani = rumah Chanyeol ?
Ya! Kamu gak nginap di rumahnya kan? #curiga
From: Ji Ra
To: Soyoung
Aniyo
Aku pulang kok~
From: Soyoung
To: Ji Ra
Pulang kemana? Emang kamu tidur di jalan apa?
Gojitmal!/jangan bohong #ayongaku
Ji Ra baru mau mengetik pesan terhenti karena ada panggilan telepon masuk. Ji Ra menerima telepon itu.
"Ji Raya~ Ayo cerita kamu di rumah siapa sekarang", seru Soyoung gak sabaran.
"Gini aku... ",kata Ji Ra yang sudah dipotong oleh Soyoung.
"Sebenarnya kamu pacaran sama siapa? YiFan? Chanyeol? Apa kamu sudah gila menginap tanpa memberitahu? Mamamu menelpon terus, bla bla bla"
"Ya! Sikkeuro/berisik! Gimana mau cerita kalo kamunya ngomong mulu?",protes Ji Ra.
"Hehehe, mian! Kamu sih bikin penasaran! Ayo cerita",bujuk Soyoung.
Yifan selesai mandi dan berpakaian lalu muncul di hadapan Ji Ra.
"Waeyo? Siapa yang menelepon?",tanya Yifan berjalan ke tempat Ji Ra duduk.
Soyoung mendengar suara YiFan mulai berkicau lagi.
"Ji Raya! Itu siapa? Kok mirip suara Yifan?"
"Ani, chakkaman/gak tunggu...",kata Ji Ra berbalik melihat Yifan yang berdiri di dekatnya.
"Nugu/siapa? Temanmu? Soyoung?", tanya Yifan dengan wajah polos.
Ji Ra yang bingung akhirnya berdiri dan berjalan menjauh dari YiFan.
"Nanti aja kita bicara ya~",bujuk Ji Ra dengan suara pelan.
"Hah? Ngomong apa barusan?",tanya Soyoung gak paham kode yang diberikan Ji Ra padanya.
"Sudahlah, nanti aku cerita, ok?",kata Ji Ra menutup teleponnya.
"Mau pergi kerja sekarang?",tanya Yifan menghampiri Ji Ra. Jira mengangguk.
#
Ji Ra duduk di meja gurunya di kantor. Soyoung pun tiba-tiba memeluknya dari belakang.
"Hayo, darimana kamu semalam?"
"Soyoung ~ah.Gak kemana mana kok?",kata Ji Ra berusaha berwajah innocent.
"Ya! Kenapa tadi pagi teleponnya kamu putus? Ada sesuatu yang kamu sembunyikan ya?",kata Soyoung dengan pandangan curiga.
"Aniyo, kan kamu sudah tau kemarin ke rumah Chani?"
"Terus setelah itu?"
"Pulang kan? "
"Gojitmal/jangan bohong! Ya! Kalo pulang mana mungkin mamamu meneleponku! Emang aku tempat penitipan orang apa?"
Ji Ra tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya, berjalan keluar kantor.
"Mau kemana?",susul Soyoung.
"Mau mengajar kan?"
"Chakamman/tunggu, kamu benar pulang kan?"
Ji Ra mengangguk santai. Soyoung masih kurang percaya. Yifan muncul dan mereka berpapasan. Mereka saling bertukar senyum.
"Wah, namja kok wangi banget ya?",seru Soyoung.
Ji Ra melanjutkan jalannya masih diikuti Soyoung.
"Katanya mau cerita kan?"
"Kan aku sudah cerita"
"Belum semuanya kan? Dan.. Kalo diingat, kenapa kamu pake baju yang kemarin?",tanya Soyoung memperhatikan Ji Ra.
"A... Gak apa kan? Toh capek nyucinya!",elak Ji Ra.
"Jinjja?",kata Soyoung sambil memicingkan matanya.
"Ah, aku lupa ambil kotak pensil!",kata Ji Ra terhenti dan berbalik arah. Soyoung yang dibelakangnya pun gak sengaja menabrak Ji Ra. Karena jarak mereka dekat, Soyoung mencium wangi sabun Ji Ra. Soyoung menarik baju Ji Ra.
"Chakkaman/tunggu"
"Wae/kenapa? Aku mau ke kantor lagi nih?"
"Bukannya mau menuduh nih, kenapa bau wangi sabunmu mirip bau YiFan?"
"Hah?! Aniyo/gak! Mana mungkin!",elak Ji Ra yang merasa tertangkap basah.
"Kamu gak tau kan aku peka sama bau?"
"Soyoung~ah sabun mandi kan gak diproduksi hanya satu kan?"
"Emang! Tapi asal kamu tau baunya Yifan itu khas! Beneran bukan~"
Ji Ra mengangguk menyakinkan Soyoung yang sudah curiga padanya. Yifan muncul lagi di hadapan mereka.
"Ji Rassi,syalmu sepertinya tertinggal di rumah",kata Yifan menghampiri Ji Ra san Soyoung. Ji Ra yang merasa berhasil menutupi dari Soyoung malah YiFan sendiri yang membongkarnya. Yifan yang gak tau ada apa hanya tersenyum, sedangkan Soyoung tersenyum dengan smirknya ke Jira dengan wajah yang seperti habis kecebur di got.
#
Di kamar Ji Ra
"Mwo! Chanyeolssi....!!! ",kata Soyoung heboh sambil memperagakan tangannya dan Ji Ra mengangguk.
"Dan kemarin kamu menginap di rumah YiFan?!",kata Soyoung dengan suara agak keras langsung ditutupi Ji Ra dengan tangannya. Dirasa sudah tenang, Ji Ra perlahan melepas tangannya dari Soyoung.
"Ya! Kamu ini player? Wah.. "
"Sembarangan! Toh, itu gak direncanakan?"
"Dan kamu masih menganggap mereka gak suka padamu? Gimana kalo kita ke dokter?"
"Emang aku sakit harus diperiksa?",protes Ji Ra sambil melototin Soyoung. Sooyoung heran ketidakpekaan super temannya ini hanya menggelengkan kepalanya.
"Sekarang kamu gimana? Sudah ada pilihan.
"Mereka bukan barang"
"Trus gimana? Membiarkan kamu di antara mereka bukannya memperburuk keadaan? Apalagi katanya mereka sahabat"
Ji Ra diam dan berpikir.
"Sahabat itu kalo saling menyukai orang yang sama kemungkinan mereka gak bakal akur lho! Apalagi kalo gak ada yanh mengalah. Yeoja beda sama namja lho~"
"Ara~ngerti Makanya aku bingung"
"Bingung? Kenapa bingung?"
"Aku suka semuanya kok. Makanya..."
"Hei, apakah kamu sedang mencari jalan aman? Itu gak adil"
"Bukan, maksudku..."
"Pasti. Pasti kamu sudah punya jawabannya di hatimu kan? "
Ji Ra menatap Soyoung yang berwajah serius.
"Kalo aku bisa memutar waktu, aku ingin menyatakan perasaanku pada orang itu. Yah, walau ditolak. Aku gak menyesal telah mencintainya, meskipun orang itu bukan milikku",kata Soyoung mengingat masa lalunya. Ji Ra dengan seksama mendengarkannya.
"Kamu pasti tau kan gimana kalo menyukai seseorang yang gak seharusnya? Bahkan aku pernah berpikir untuk tak menikah, gila kan? Tapi orang itu bilang, dia menyukaiku. Walau artiannya berbeda sih. Tapi aku cukup senang tidak bertepuk sebelah tangan"
"Ji Ra, manusia itu kalo gak kehilangan gak akan menyadari apa yang penting untuk mereka. Aku harap kamu segera tau apa yang seharusnya dilakukan. Bukan hanya kamu yang terluka, tapi mereka juga"
Ji Ra merenungi kalimat temannya itu. Bukannya gak tau atau pura-pura, Ji Ra merasa takut melangkah. Trauma? Mungkin. Tapi tak mungkin selamanya begini. Toh hatinya bukan terbuat dari batu atau apa. Ji Ra sudah tau hatinya seperti apa tetapi bayangan yang dia harapkan takutnya tak terjadi padanya. Ji Ra hanya ingin berpikir dan bertindak rasional kali ini
#
Darmawisata di tk tempat Ji Ra dimulai. Para murid sudah berkumpul dan berbaris sesuai dengan kelas masing-masing.
"Anak-anak, jangan berpisah dari wali kelas masing-masing ya? Dan jangan luoa mengecek apakah ada yang tertinggal sebelum kita pergi",kata Ji Ra diiringi jawaban dari para murid.
"Ji Raya ~aku gak nyangka kita bakal ke Busan!",seru Soyoung.
"Geura/ya! Aku masih gak nyangka rencana ini beneran terjadi"
"Aku dengar, kita bakal tinggal di villa milik keluarga Chanyeol! Apa itu pdkt?"
"Molla/gak tahu! Aku aja baru tau pak kepsek memberitaukan di rapat. Aku tak mengerti pikiran Chanyeolssi"
"Malah para guru bergosip kall Chanyeol bakal melamarmu di Busan!"
"Hah? Dimana mereka dapat ide begitu? ",tanya Ji Ra diikuti elakkan Soyoung.
Setelah semua siap, mereka naik bus masing-masing kelas. Ji Ra duduk di kursi paling belakang dekat jendela. Ketika bus mau jalan, ada seseorang yang buru-buru masuk ke bus dan duduk di samping Ji Ra.
"Yifanssi? Bukannya kamu di bus satunya?",tanya Ji Ra.
"Busnya penuh. Ada beberapa orang tua murid yang ikut. Sudah ada guru lainnya disana", jelas Yifan.
Perjalanan ke Busan dimulai. Sebenarnya setiap darmawisata mereka biasanya ke kebun binatang atau mandi di kolam renang. Hal ini bermula dari rengekkan Chani. Awalnya tidak disetujui, tetapi Chani mengambek sampai gak mau sekolah. Kebetulan orang tua Chani dan kepsek cukup punya hubungan baik dan dekat.
Lagipula tahun inj para murid semakin bertambah banyak dibanding sebelumnya dan para orang tua murid gak keberatan asal mereka diperbolehkan.
"Ji Rassi suka laut?",tanya Yifan juga melihat ke jendela.
"Ne~Aku suka bermain kejar-kejaran dengan ombak. Mencari kerang, kepiting bahkan bintang laut. Tapi sayangnya,aku gak bisa berenang"
"Nado johahae/aku juga suka. Waktu kecil mama sering membawaku ke laut. Tapi karena aku masih takut kadang aku menarik mama berjalan bersamaku di tepi pantai"
"Apa Yifanssi merindukan beliau?"
"Eung?"
"Maksudku, apa kamu ingin pulang ke China?"
"Untuk sekarang gak ada rencana pulang dengan jadwal mengajar sekarang. Wae? Apa Ji Rassi pernah ke China?"
"Belum, tetapi sepertinya menarik"
"Aku lahir di Gwangzhou. Makanan di sana enak dan pemandangannya juga indah. Tapi karena dulu sering pindah sekolah, aku tak punya banyak teman"
"Aku harap Yifanssi punya banyak teman disini. Yah, mungkin gak selamanya di Korea tapi menikmatinya saat masih di Korea gak apa kan?"
Yifan tersenyum,"Ne~ pasti akan kunikmati dan punya teman yang banyak"
Perjalanan yang cukup panjang dari Seoul ke Busan membuat mereka lelah dan masuk di kamar masing-masing. Villa milik keluarga Chani dan Chanyeol cukup besar dan banyak kamar. Mereka yang baru sampai terheran-heran dengan luasnya halaman dan banyaknya pelayan disini.
"Ji Raya~ kita sekamar!",seru Soyoung sambil berlari ke kasur dan tidur di atasnya.
"Aku gak menyangka kalo keluarga Chanyeol sangat kaya! Tadi kulihat kamu satu bus bareng YiFan kan?",sambung Soyoung.
"Begitulah. Sudah tau jadwal besok apa?"
"Ne~ apa yang kalian bicarakan?"
"Hanya bercerita hal biasa kok"
"Jinjja? Ohya, tadi Chanyeol sepertinya mencarimu! Dan kamu tau apa reaksinya kamu bersama YiFan? Aku merasa itu bukan Chanyeol!"
"Mungkin dia lelah karena perjalanan ini?"
"Ya pabo/hey bodoh! Itu cemburu namanya!"
"Mungkin? Dia gak ada sms apa-apa sih"
"Namja kalo cemburu diam aja gak kayak yeoja tau!"
Tok! Tok! Pintu kamar Ji Ra dan Soyoung diketuk.
"Masuk, gak dikunci!",kata Jira.
Muncullah Chani di balik pintu.
"Chani?"
"Ji Ra sam! Soyoung sam!",kata Chani berlarian kearah Ji Ra dan memeluknya.
"Dimana oppamu? Bukankah kamu bersamanya?",tanya Soyoung.
"Oppa? Kulihat tadi sih keluar"
"Kemana? Bukannya sebentar lagi malam?", tanya Ji Ra.
"Biasanya sih kalo kemari us kelaut"
"Ago kita kesana juga!",ajak Soyoung.
"Bukankah kita masih harus mengurus makan malam?"
"Iya sih"
Mereka keluar dari kamar menuju dapur. Bertemu dengan guru lainnya yang sedang mempersiapkan makan malam di dapur.
"Ji Raya~ apa kamu melihat YiFanssi?",tanya Dara.
"??? Molla",kata Ji Ra sambil menata makanan.
"Daraya~ Bukannya Yifanssi keluar?",Seru Suzy sambil memotong sayuran.
"Kenapa belum kembali ya? Padahal aku mau minta tolong",kata Chaerin.
"Soyoungi, apa kamu melihat Yifanssi?",tanya Dara sambil menumis.
"Yifan? Kalo gak salah dia berjalan di daerah pantai"
"Mwohae? Kenapa gak kamu panggil?",tanya Suzy dibantu guru lainnya mencuci sayuran.
"Sepertinya sih dia gak sendirian. Kalo gak salah sih sepertinya dia bersama Chanyeo? "
"Ji Raya~ tak bisakah kamu panggil Yifanssi?", kata Chaerin.
"Wae? Kenapa gak panggil sendiri?",kata Ji Ra sambil mengaduk rebusan di panci.
"Aku sibuk!",kata Chaerin lagi.
"Kami bukannya gak bisa, tapi kan Ji Ra dan Yifanssi pacarfff! Hmmff!",kata Dara yang mulutnya dibekap Suzy.Suzy tersenyum manis tanpa dosa.
"Geura! Ayo Ji Raya ~eung?",goda Soyoung diikuti tatapan para guru ke Ji Ra. Ji Ra yang tak bisa menolak akhirnya pergi menyusul Yifan.
Ji Ra sampai di pantai yang cukup dekat dari villa. Ada YiFan dan Chanyeol yang sedang melihat pemandangan pantai di sore hari.
"Wah, sebentar lagi sunset!",seru Chanyeol. Yifan menatap lurus ke arah pantai.
Hening diantara Chanyeol dan Yifan. Ji Ra yang mau menyapa mereka sengaja membiarkan mereka dan berdiri tak jauh dari sana.
"Apakah kamu ingat saat aku berjalan sendiri saat di China dan kamu langsung menyapaku padahal kamu gak ngerti bahasa Korea? Kamu coba menyapaku dengan bahasa Inggris aku pun malah tambah kebingungan",kata Chanyeol. Yifan mendengarkan sambil tetap menatap lurus.
"Lalu, kamu yang berbaik hati mau jadi tur guide. Mengajak aku kesana kemari. Padahal aku pikir, kenapa kamu gak biarkan aku? Bahasa pun kita tak sama",sambung Chanyeol.
"Sekarang kamu disini, Korea. Kamu benar-benar datang saat kukatakan di Korea banyak lowongan kerja. Hahaha. Bukankah ini kebalikan dari waktu itu?"
"Chanyeoli... ",kata Yifan mulai menanggapi Chanyeol.
"Aku senang waktu kamu bilang kita saudara, apalagi aku anak sulung. Tak punya hyung atau noona. Ditambah lagi, kamu sering mengalah bahkan berlebihan"
"Chanyel sebenarnya...",kata YiFan sambil memegangi pundak Chanyeol.
"Aku serius mengatakan aku suka padanya, Fan Fan. Dialah yeoja yang kutunggu selama ini. Aku merasa aku berubah setelah bertemu dengannya"
Srek! Gak sengaja Ji Ra menginjak ranting disekitarnya. Chanyeol dan YiFan langsung menoleh ke arah Ji Ra.
"Ji Rassi?",kata YiFan.
"Ji Rassi~ ada apa? Apa mau lihat sunset bersama kami?",seru Chanyeol menghampiri Ji Ra. Chanyeol pun asyik ngobrol dengan Ji Ra sedangkan Yifan hanya melihat mereka.
#
Besoknya, semuanya bermain dipantai karena cuacanya cerah. Ada yang berenang, berlarian di pantai dsb.
"Anak-anak, pakai pelampungnya dulu sebelum berenang, jangan lupa pemanasannya juga!",seru Ji Ra bersama guru lainnya.
"Ji Raya~ mana bikinimu?",tanya Soyoung.
"Ya! Disini kerja bukan liburan!"
"Wae? Tuh guru lainnya ada yang pakai?"
"Kau ini"
"Ji Ra sam~",seru Chani berlari ke Ji Ra.
"Wae? Kamu tak berenang?"
"Aniyo, sam ada yang mau kuperlihatkan! Ayo ikut!"
"Apakah kamu sudah bilang oppamu?"
"Ne~ Ayolah",rengek Chani.
"Kamu tak ikut, Soyoungi?"
"Ani, aku mau disini aja!"
Ji Ra dan Chani pun pergi ke tempat tujuan mereka.
"Disini sam!"
"Bukankah ini gak jauh dari villa?"
"Gwaenchana! Kalo liburan sering ke sini?"
Ternyata mereka ke pulau yang ada di sebrang villa. Chani mengajak Ji Ra ke pulau yang pasirnya lebih bersih dari pantai yang dekat villa. Airnya jernih, sangat biru. Ada banyak jenis ikan yang bisa terlihat karena airnya sangat bersih. Chani dan Ji Ra mencoba memberi makan ikan dan mereka terlihat senang.
"Huwa, ternyata kamu tau yang seperti ini",kata Ji Ra masih takjub dengan pemandangannya.
"Ne! Dulu pas oppa belum sibuk kami sering bolak balik kemari"
Capek bermain dan memberi makan ikan mereka duduk di bawah pohon.
"Sam, kenapa ya ortu Chani jarang dirumah? Oppapun sibuk"
"Mereka bekerja untukmu Chani. Karena mereka peduli makanya mereka bekerja demi kamu juga"
"Jinjja? Tapi Chani inginnya mereka ada bersama Chani"
"Kan Chani punya Ji Ra sam, Soyoung sam, YiFan sam dan guru lainnya. Teman-teman di tk juga kan? Jadi Chani jangan bersedih lagi,ok?"
"Ne! Setelah ini sam bakal ke rumah lagi kan?",kata Chani diiyakan Ji Ra.
Gruuuukkkk!
Bunyi perut Chani terdengar.
"Baegopa sam~",kata Chani sambil memegangi perutnya.
"Kalo begitu, ayo kita kembali",ajak Ji Ra menggandeng tangan Chani.
Saat berjalan, ada yang jatuh di pipi Ji Ra.
"Igeo mwoya/apa ini?",kata Ji Ra sambil melihat ke langit.
"Hujan sam!",Chani histeris.
Tiba-tiba hujan lebat mengguyur. Ji Ra dan Chani terpaksa mencari tempat berteduh. Untung ada gazebo dan mereka menunggu disana.
"Apa hujannya akan berhenti?",tanya Chani.
"Iya, semoga ya"
"Hachim!",seru Chani.
"Chuwoyo?",kata Ji Ra memberikan kemejanya ke Chani. Chani memeluk Ji Ra.
"Sam, apa kita bisa pulang?"
"Ne~wae?"
"Tapi apakah jalannya gak tertutup?"
"Eh?"
Ji Ra yang merasa dapat feeling buruk pun menyuruh Chani berteduh sebentar di gazebo. Ji Ra berlari di tengah hujan dan mencari jalan yang mereka lewati tadi.
"Andwae/jangan! Jalannya hilang! Ottokhae?",pikir Ji Ra.
Ji Ra yang belum menyerah mencoba mencari hp di kantongnya. Hpnya gak ada. Ji Ra yang gak tau harus gimana kembali lagi ke gazebo.
"Chani!!! Wae? Appo?/kenapa? sakit?", seru Ji Ra yang terkejut melihat Chani, tergeletak menggigil. Badannya panas. Chani terkena flu.
Ji Ra yang gak tau harus apa memeluk Chani memberinya semangat untuk bertahan.
"Chani, bertahanlah~ Oppamu pasti menjemputmu",kata Ji Ra sambil mengusap kepala Chani.
Karena hujan lebat, semua murid disuruh masuk ke dalam villa.
"Ayo anak-anak masuk! Kalian berkumpullah di villa!",seru Chaerin bersama guru lainnya.
"Aigu, kemana sih Ji Ra dan Chani?",Soyoung berusaha mencari. Datanglah Chanyeol menghampiri Soyoung.
"Lihat Chani?"
"Tadi bersama Ji Ra tapi mereka belum kembali juga sampe sekarang!"
"Ah! YiFanssi! Apa kamu bertemu dengan Ji Ra dan Chani",kata Soyoung. Yifan hanya menggeleng.
Mereka masih terus mencari di tengah hujan lebat.
"Apakah gak ada petunjuk?",kata Yifan.
"Aku tanya ke yang lain dari tadi mereka gak lihat",kata Soyoung.
Chanyeol mulai berpikir.
"Ada apa Chanyeolssi?"
"Jangan-jangan......"
"???? Mau kemana Chanyeolssi?",tanya Soyoung yang ditinggal lari Chanyeol.
Chanyeol sampai di tempat yang dia tuju.
"Sial! Kenapa tempatnya tertutup!"
"Sudah ketemu?"
"Fan Fan! Belum, tapi menurutku mereka sepertinya menyebrang ke pulau"
"Ayo kita pulang dulu, baru pikirkan caranya",kata Soyoung.
Sesampainya di rumah, Chanyeol sibuk dengan hpnya, entah siapa yang dihubungi.
"Semoga mereka gak apa",kata Soyoung.
"Yeoboseyo/halo,apa bisa kita jalankan kapal atau helikopter sekarang? Mwo? Sial!",seru Chanyeol yang terlihat emosi sampai hampir membanting hpnya.
"Wae/kenapa?"
"Karena ada badai kapal gak bisa berlayar apalagi helikopter"
Yifan yang sedari tadi diam tiba-tiba berdiri dan berjalan keluar.
"Yifanssi mau kemana!"
YiFan masih mencari Ji Ra dan Chani. Kesana kemari YiFan memanggil nama mereka. Tak lama cuaca sedikit demi sedikit berubah dari gelap menjadi terang.
Hujan lebat pun menjadi gerimis dan akhirnya berhenti. Yifan pun berlari ke jalan yang ditunjukkan Chanyeol tadi. Berlari dan terus berlari menengok kesana kemari mencari keberadaan Ji Ra dan Chani.
Jalan dipulauoun sedikit demi sedikit muncul kembali Yifan. Menyebrangi tanpa kesulitan.
Sedangkan Ji Ra disana masih terus memeluk Chani yang tak berhenti menggigil. Seluruh tubuh Chani gemetar hebat.
"Chani, kamu kuat!",seru Ji Ra. Ji Ra berdoa semoga pertolongan segera datang. Ji Ra memejamkan matanya dan berkonsentrasi berdoa.
"Tuhan, tolong kami! Semoga mereka tau kami disini",pikir Ji Ra.
"Ji Raya!!!"
Ji Ra mendengar seseorang memanggil suaranya membuka matanya. Ji Ra berusaha mencari sumber suara itu.
"Ji Rassi! Chani!"
Ji Ra langsung bangkit sambil menggendong Chani dan mencari suara itu.
"Yeogiso! Yeogi!/sini,disini",teriak Ji Ra.
Sosok yang memanggilnya berlari ke arah Ji Ra dan Chani. Ji Ra melihat jelas siapa yang mencarinya merasa matanya mulai berkaca-kaca.
"Yifanssi.. "
YiFan langsung memeluk erat Ji Ra. Ji Ra yang tak percaya dia ditemukan Yifan merasa air matanya menetes di pipinya.
"Kenapa lama sekali..",seru Ji Ra yang terisak di pelukan Yifan. YiFan mengelus kepala Ji Ra. Ji Ra masih terisak. Dan YiFan mulai mengendurkan pelukannya.
"Ya! Neon paboya/kamu bodoh! Kenapa kalian biss menghilang!",bentak Yifan.
"Mianhae,mulanya hanya menemani Chani kemari. Chani juga sedang sakit!",kata Ji Ra memperliatkan Chani di pelukannya pada YiFan.
"Panasnya gak mau turun. Ketika kami mau pulang jalannya tertutup. Aku bingung sekali",kata Ji Ra sambil menangis, YiFan mengelus kepala Ji Ra.
YiFan menggendong Chani yang tertidur di pelukan Ji Ra. Ji Ra yang masih takut tangannya digenggam erat oleh YiFan.
Mereka berjalan menyebrangi pulau itu dan berjalan menuju villa. Semua yang mengkhawatirkan mereka heboh melihat kedatangan Yifan, Ji Ra dan Chani.
TBC
Syukur alhamdulillah ff ini sdh memasukki part 4 yang artinya next chapter sdh last chapter artinya yang terakhir
Saya senang akhirnya ff ini jadi seperti yang saya bayangkan. Menulis ff ini banyak cobaan malasnya padahal ide sudah ada di dalam otak, di kepala tapi ada aja alasan badan untuk menunda2 tapi alhamdulillah jadi juga!
Ohya ultah kris wu/ fanfan tahun ini bukan di Shanghai tapi di Shenzheng? Tetap aja gak bisa pergi
Tiketnya Mahal apalagi tiket pesawat pp.. Tapi semoga suatu hari ini bisa datang ke fanmeeting + ultah kris (ini ff tahun lama jadi pas momen ultahnya Kris ya)
Aaamiiin ya rabbal allamiiin
Maafkan kesalahan saya yang masih banyak typo atau alur kecepatan dll
Semoga kalian suka ya cerita ff saya! Gak bosen! Jangan lupa vote dan like bahkan simpen ff ini koleksi bacaan kalian!
Sampai jumpa di next chapter dan ff saya lainnya.. Byebye~