Bab 6-Musuh Bebunyutan

1688 Words

Langkah Elarys belum sempat menjauh sepenuhnya dari koridor kantin ketika suara langkah cepat terdengar di belakangnya. “Berhenti.” Elarys menoleh. Virella berdiri tak jauh darinya, membawa gelas minuman di tangannya. Senyum di wajah gadis itu terlalu manis untuk disebut wajar. Aurelia refleks menarik lengan Elarys, firasat buruk langsung muncul. “Virella, jangan bodoh,” desis Nadine. Namun terlambat. Dengan satu gerakan cepat, Virella menyiramkan seluruh isi gelas itu ke tubuh Elarys. Air dingin membasahi rambut, seragam, dan wajahnya. Beberapa siswa di sekitar terkejut, sebagian menahan napas. Koridor mendadak sunyi. Aurelia berteriak, “Gila kau?!” Marsha menatap Virella dengan wajah pucat. “Kau sudah keterlaluan.” Air menetes dari ujung rambut Elarys. Ia terdiam beberapa detik,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD