Chapter 46. Fakta Masa Lalu.

1215 Words

Di kediaman Cakra Raka Bumi. Pagi-pagi sekali, Nadira baru saja meminta izin untuk ikut bosnya ke luar kota kepada sang ayah. Sedangkan kepada kedua anak kembarnya, sudah dari semalam ia memintanya. “Kok, mendadak?” tanya Cakra yang sedang asik menikmati secangkir kopi dan pisang goreng di depannya. Nadira tersenyum kecil sambil cengengesan salah tingkah. “Sebenarnya, Dira nggak mau ikut, Pah. Tapi, Kak Dava tetep maksa. Makanya, Dira baru ngomong sekarang,” jelasnya jujur. “Apa nggak bahaya, huem? Secara, kamu dan dia….” “Dira tahu batasan, Pah!” potong Nadira, agar ayahnya tidak berpikir negative. “Lagipula, masa lalu itu di luar kendali Dira, Pah. Kata Kak Dava, temannya yang bernama Adit, yang sudah memasukkan obat per4ngsang ke minuman Dira. Makanya, Dira melakukan hal-hal tidak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD