Setelah beberapa detik dikejutkan dengan apa yang dilontarkan oleh Brenda di tengah pembahasan antara Dava dan Saka, Davina pun nampak tergelak tawa sambil tepuk tangan gembira. “Well… nice, Kakak ipar sangat keren dan hebat!” pujinya di sela tawa dan tepukkan tangannya. Brenda tersenyum mengembang, mendapat sebuah pujian dari calon adik iparnya yang selalu mendukung hubungan ia dan Dava, meskipun awal perjodohan dulu cukup susah untuk mengambil hatinya. Sementara Dava nampak gusar dengan sikap ikut campurnya Brenda yang akan menggagalkan rencana perjalanan dinasnya bersama kekasih hatinya. Saka dan Mentari pun nampak setuju dengan apa yang menjadi keinginan calon menantunya tersebut. “Nah, ini usul yang sangat bagus, Sayang! Jika calon istrimu sendiri yang akan menemani perjalanan dina

