“Ada apa, Brenda? Kenapa kamu ke sini lagi?” tanya Dava, mengalihkan tatapan Brenda yang begitu tajam ke arah Nadira yang tengah berdiri di sampingnya. Sementara Nadira berpura-pura acuh tak acuh ketika melihat keberadaan Brenda yang nampak tidak bersahabat. Usaha Dava pun berhasil, dengan cepat Brenda menoleh ke arahnya. “Kenapa memangnya, Mas? Aku bebas sesuka hati untuk bertemu denganmu kapan saja, bukan? Aku ini calon istrimu. Ingat, CALON ISTRIMU, MAS!” Bukannya menjawab pertanyaan Dava, Brenda malah membalikkan pertanyaan dengan penuh penekanan. Dava pun mengedikkan bahunya, seolah tahu arah ke mana ucapan Brenda yang dimaksud. “Terserah apa katamu!” Brenda sampai terperanjat ketika mendengar kata-kata Dava yang sepertinya tidak suka dengan apa yang baru saja ia lontarkan. “Apa

