28

1509 Words

Galilleo menginjak rem dengan pelan, membuat mobil miliknya itu berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah bergaya klasik. Ia melepas kaca mata hitam yang dipakainya dan meletakan di atas dashboard mobilnya. Tangannya melepas sabung pengaman yang melingkari tubuhnya sebelum akhirnya membuka pintu dan menjejakkan kaki di tanah aspal yang rapi. Hanya butuh berdiri sekitar kurang dari lima menit sampai akhirnya gerbang tinggi di depannya itu terbuka. Gali sempat menyapa pembantu rumah tangga yang membukakan gerbang itu untuknya dengan ramah, sebelum kemudian bergerak masuk ke arah pintu utama dimana seorang wanita dewasa sedang menunggunya. "Kayaknya aku semalam mimpi indah sampai-sampai hari ini kedatangan calon pewaris Abraham." Gali tersenyum miring, matanya menatap sekilas pada perut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD