"Siapa yang mengirimkan buket ini?"
Kate masih terus bertanya-tanya di dalam hatinya.
Di tempat seleksi ini dia tidak mengenal siapapun kecuali Wilson. Tapi sampai saat ini pria itu bahkan belum menunjukkan batang hidungnya lagi.
"Kate, selamat ya ... aku dengar dari beberapa senior kalau nilaimu menjadi yang terbaik di antara kami. Wow! Sepertinya kita sudah memiliki calon peserta terbaik," ucap Hanna sambil menepuk pundak Catherine.
"Jangan bergosip! Ini tempat yang sangat menyeramkan. Aku bahkan tidak tahu bagaimana cara mereka menilai kita. Harus kuakui sebagai polisi dari Departemen Laboratorium Forensik, kau bahkan jauh lebih sigap dan bernyali dari yang aku pikirkan. Berada di sini aku seperti seekor semut diantara para belalang," ucap Catherine sambil menyeka keringatnya menggunakan handuk kecil yang baru saja dikeluarkannya dari dalam loker.
senyuman mansi pun mengembang di waah Hanna.
"Aku rasa kau sudah mendapatkan seorang penggemar," ucap Hanna lagi. Sepertinya sudut mata wanita itu melihat sebuah buket manis tersimpan di dalam loker Catherine.
Kate menarik nafasnya dengan berat.
"Asal kau tahu, aku tidak tahu siapa yang mengirimkan buket ini dan entah bagaimana caranya buket ini bisa masuk di loker ku yang terkunci. Kalau harus aku bilang, ini sesuatu yang horor." ucap Catherine tentu saja bergurau.
Mendengar hal tersebut Hanna nyaris tersedak karenanya. Wanita yang tengah meneguk minuman dari botol air mineral itu pun tertawa dan segera menahan tawanya karena nyaris saja tersedak.
Mereka masih tergelak berdua, sehingga tidak menyadari ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Oh, jadi ini yang namanya Catherine Belka?"
Kate dan Hanna sangat terkejut. Pandangan mereka langsung mengarah kepada seorang wanita berseragam rapi dengan lencana khusus di pundaknya melangkah masuk ke dalam ruang ganti mereka.
"Salam senior," ucap Kate dan juga Hanna dengan sangat kompak menyambut polisi wanita dengan pangkat yang jauh lebih tinggi dari keduanya itu sambil berdiri dan memberikan hormat.
"Catherine Belka dan kau pasti Hanan Si Ahli Forensik. Dua calon terbaik yang akan masuk ke tahap berikutnya. Luar biasa untuk tahun ini, kalian memberikan kami kejutan setelah 6 tahun absen. Akhirnya ... kalian berdua mewakili para polisi wanita untuk masuk kembali ke dalam jajaran pasukan elit," ucap wanita tersebut membuat Hanan dan juga Kate saling berpandangan.
"Izin senior, jangan bergurau," ucap Catherine spontan.
Sorot tajam menghunus membuat Catherine dan juga Hanna mendadak terkesiap.
"Apa menurutmu seseorang dengan pangkat sepertiku masih pantas untuk bergurau?" ucap wanita tersebut dengan intonasi suara yang semakin ditekan membuat Hanna dan juga Catherine meneguk salivanya dengan sangat kasar dan ketar-ketir karena menyadari jika spontanitas Kate barusan sepertinya akan menjadi masalah untuk keduanya.
"Tapi kalian beruntung, karena saat ini aku sedang bahagia. Selamat datang di pasukan elit One Zero Two. Aku Yellow. Kalian bisa memanggilku dengan kode itu. Tanpa papan nama karena sebentar lagi kita akan kehilangan identitas kita. Jadi ingat selalu kode itu. Yellow. Welcome! Kita bertemu lagi suatu hari nanti dan jangan lupa tetap membersihkan ujung sepatumu itu meskipun kau baru saja dari lapangan. Aku tidak suka ujung sepatu yang kotor seperti itu," ucap wanita berkode Yellow tersebut membuat Hanna langsung ciut karena dia sadar jika ujung sepatunyalah yang tengah dibicarakan oleh Yellow saat ini.
"Siap Bu!" ucap keduanya serentak dan sangat kompak.
Sementara Yellow langsung berbalik arah meninggalkan ruangan ganti, kini tinggallah Hanna dan juga Kate yang merayakan sesuatu hal yang sebenarnya masih sangat abu-abu untuk mereka berdua rayakan itu.
"Kau dengar senior itu? Si misterius itu ... Itulah ciri khas pasukan elit. Oh ... Tidak! Apa kita benar-benar akan menjadi ... Tunggu dulu! Ini belum pengumuman resmi bukan?" ucap Hanna yang terjeda dalam antusiasnya karena menyadari jika yang dikatakan Yellow tadi tidak bisa menjadi sebuah kepastian mengingat upacara penutupan seleksi dan pengumuman hasil seleksi pun belum diumumkan oleh pihak panitia penyelenggara.
"Hei. Aku rasa iya. Yellow hanya sedikit memberikan gambaran supaya kita tidak terkejut. Aku hanya takut jika kode ini justru berarti benar. Itu artinya kita benar-benar masuk dan kita benar-benar lolos," ucap Kate menduga-duga.
Kedua wanita itu kemudian membasuh waah mereka pada wastafel.
"Hah! Sudahlah! Ssetengah jam lagi acara penutupan dan kita belum berpakaian. Ayo cepat! Apapun yang terjadi sebaiknya kita benar-benar mengikuti acara penutupan tersebut sampai selesai supaya mengetahui kepastiannya. Ingat ya, Yellow bilang dia tidak sedang bermain-main. Aku merasa itu kode yang sangat buruk untuk kita berdua," ucap Kate semakin sibuk dengan praduganya membuat Hanna pun lumayan bingung dan cukup ketar-ketir.
"Jika kau lupa, biar aku ingatkan dan perelas. Pasukan elit hanya mengambil satu polisi wanita pada setiap angkatannya bukan?" akhirnya kalimat tersebut meluncur dari bibir Hanna.
"Kau benar! Sebuah kesialan. Karena itu artinya kita berdua akan ..." Ucap Catherine langsung terbelalak.
Dua pasang bola mata itu kini saling berpandangan dengan sangat lebar. Mereka akhirnya mengerti apa yang dikatakan oleh Yellow.
"Matilah kita!" ucap Hanna sambil duduk kembali.
Hanna dan juga Catherine kini tengah mengira-ngira apa yang akan terjadi dengan mereka berdua mengingat sebuah tradisi khusus di dalam pantohir penyeleksian pasukan elit ini benar-benar akan memangkas peserta yang tidak berkualitas dan mengeliminasinya dengan cara yang sangat berat.
"Enam tahun, Yellow mengatakan jika ini adalah tahun ke-6 sejak terakhir kali seorang polisi wanita lolos menjadi pasukan elit. Jika kita melihat pangkatnya, apa itu berarti dialah polisi wanita terakhir yang masuk dalam jajaran polisi elit?" ucap Hanna tampak tengah membentuk sebuah pemikiran yang juga cukup dilematis terdengar oleh Catherine.
Wanita itu mengangguk-ngangguk dan semakin memperkuat praduganya.
"Ayo, kita harus segera berpakaian dan menemui Yellow. Aku rasa dia tahu sesuatu yang akan terjadi pada kita. Terakhir kudengar ketika ada dua peserta seleksi dengan nilai yang sama, maka jawabannya adalah Arena," ucap Catherine yang membuat Hanna langsung meloloskan teriakannya dengan sangat kencang hingga terpaksa Catherine pun membekap mulutnya dengan handuk di tangannya.
"Kau mau membuat keributan?" ucap Catherine dengan mata menyipit tajam.
Hanna hanya diam setelahnya. Wanita itu bungkam karena seperti apa yang kau maksudkan aku tidak mendengarnya kau tidak mengatakan itu. Jika tahu akan begini aku tidak mau mendapatkan nilai yang terbaik setelah tahu kau jago berenang. Aku rasa seharusnya aku mundur kali ini." Hana terus mencecar dirinya sendiri dan menyalahkan dirinya sendiri karena telah sampai di tahap akhir yang membuatnya justru harus bersusah payah lagi.
"Terserah padamu mau ikut atau tidak. Aku ingin menemukan Yellow sebelum acara penutupan seleksi berakhir dan pengumuman diberikan oleh panitia," ucap Kate sambil terus mengenakan pakaiannya.
Sejenak Hanna terdiam.
"Tidak ada lagi perwakilan dari Departemen ku di sini. Aku tidak mengenal siapa-siapa, jadi aku akan ikut denganmu suka atau tidak!" ucap Hanna tampak emosional
"Bagus, aku rasa ini sebuah sistem dan kita hanya perlu menaklukkan sistem tersebut. Ayo kau sudah siap?" ucap Catherine sambil kembali membuka sebuah tulisan di dalam buket yang berada di lokernya itu. Sebuah angka yang cukup misterius tertulis di sana LT 1/14 otaknya terus berputar membuat Catherine menerka-nerka.
"LT 1/14 LT 1/1," ucap Kate mulai meracaukan tulisan di dalam buket bunganya itu.
"Kau ini kenapa? Jangan mengatakan kalimat itu. Kau tahu arti dari kata itu?" ucap Hanna sambil mendelik sebal kepada Catherine.
"LT 1/14. Memangnya kau tahu apa tentang tulisan itu dan angka-angka itu?" tanya Catherine menjadi sangat penasaran.
"Itu adalah sebuah ... " ucap Hana terjeda karena mereka akhirnya masuk ke dalam barisan di mana para peserta seleksi lainnya sudah mulai bergerak masuk kembali menuju aula utama.
Di tengah perjalanan mereka terpaksa terpisah karena perbedaan nomor urut peserta.
"Jangan lupa kau harus memberitahuku mengenai LT 1/14 itu!" teriak Catherine kepada Hanna.
Tapi Hana tidak menyahut, wanita itu sudah digiring oleh salah satu coach ke bagian kiri aula.