Bastian sangat terganggu dengan kehadiran Nisa di butik Ririn, ingin memecat tapi dia tidak punya hak akan itu. Ririn masih sibuk bicara dengan Keke,sementara Nisa sibuk menggoda Bastian dengan terus tersenyum pada Bastian dengan terus mengusap perutnya yang rata. Akal jahat Nisa sudah mulai terbaca oleh Bastian, tapi dia sudah sangat meyakinkan hatinya untuk terus menjauh dari Nisa dan mempertahankan Ririn. “sayang,aku tunggu kamu di luar ya,kamu selesaikan dulu pembicaraan dengan Keke.” Bastian meninggalkan Ririn yang tidak menjawab nya sama sekali, dia benar-benar hampir gila dengan ulah Nisa. “ya pergi.” Nisa tersenyum menang berhasil membuat Bastian ketakutan di hadapan Ririn. “ sayang, ini baru permulaan untuk kita berdua, siapkan diri kamu, karena untuk menghancurkan wanita ini, bukan hal yang sulit.” Nisa mengirimkan pesan nya pada Bastian. “Bangsaat juga kamu ternyata, kamu tahu apa yang sangat aku syukuri dalam hidup ku ini? tidak menikahi mu dan menjadikan mu istri ku!” balasan dari Bastian membuat hati Nisa sangat sakit, dia menggunting asal-asalan kain yang ada di tangan nya. “tunggu saja kamu Bas.” Pesan nisa terkirim ke hp Bastian. Ririn dan eka selesai dengan pembicaraan mereka, Ririn melihat Bastian sudah menunggu nya di dalam mobil. “Saya pulang duluan ya, selamat bekerja, dan juga kalian pesan makanan apa saja untuk kalian ya.” Ririn yang sangat cantik, itulah poin yang tidak bisa di pungkiri, sangat ramah dan bersahaja, bagi semua karyawan nya, tentu saja tidak bagi Nisa. Perasaan dendam semakin menyala di hati Nisa, mendengar pernyataan para karyawan dari Ririn, sampai hari kiamat pun atau bahkan Nisa meninggal, Ririn tidak akan pernah menjadi wanita benar di mata Nisa. “sekarang puja lah dia, lihat saja,aku akan membuat Bos kalian itu menangis hingga berlutut di kaki ku, untuk memulangkan Bastian ke pelukan nya.” Nisa melanjutkan pekerjaan nya, dia ingin menghubungi Bastian nanti mala, tidak rela jika Ririn dan Bastian berduaan. Di dalam perjalanan pulang, Bastian menggenggam erat tangan Ririn, sangat kesal dengan ulah Nisa, dia tidak mau Ririn sampai pergi darinya, entah lah dia sangat mencintai Ririn, kebodohan nya adalah saat itu, dia dalam keadaan mabuk yang dia pun tidak tahu mengapa bisa sampai menghubungi Nisa. “sayang, aku pengen makan sate kerang, singgah sebentar ya.” Ririn melihat ada makanan pinggir jalan yang sudah buka, dia sangat ingin memakan nya. “tentu saja boleh sayang, kamu mau makan aja, terserah kamu.” Bastian berhenti tepat di depan makanan yang akan di beli Ririn, rasa bahagia teramat sangat yang di rasakan Ririn, ada makanan kesukaan nya di hadapan nya. “pak aku mau 10 tusuk ya, biasa pak.” Ririn duduk di kursi plastik dengan meja kayu di hadapan nya, dia sangat enjoy dengan tempat sederhana yang di sediakan oleh penjual sate kerang kesukaan nya. “sayang,kamu mau apa?” Ririn mulai menikmati sate kerang nya, Bastian malah asyik dengan cara makan Ririn, dia sangat lahap sekali. “sayang, makan yang banyak, aku suka lihat kamu makan begini.” Bastian sibuk mengambil photo Ririn, yang sedang makan tidak mau tahu apa yang di lakukan Bastian. Kenyang dengan makanan yang sudah masuk ke dalam perut, mereka berdua pulang ke rumah, dengan bastian yang terus menggenggam tangan Ririn. “kamu kenapa gini sih.” Ririn berusaha melepaskan tangan nya dari tangan Bastian. “takut kamu hilang lagi sayang, aku takut kamu pergi lagi dari aku.” Bastian melihat wajah Ririn sekilas dan fokus lagi pada jalanan di hadapan nya. “ohh.” Ririn hanya mengangkat bahunya, merasa kesal lagi jika di ingat dengan kelakuan Bastian padan nya. Bastian dan Ririn sampai di rumah, Eka dengan sigap membuka pagar,setelah mendengarkan klakson mobil Bastian dari dalam rumah. “ibu sudah pulang.” Eka sangat senang melihat Ririn di dalam mobil Bastian. “eka..aku rindu kamu.” Ririn melambaikan tangan nya pada Eka. “jangan pergi lagi, kasihan Eka, dia sedih terus kamu tidak di rumah.” Bastian memarkirkan mobilnya, Ririn langsung keluar dia memberikan 1 bungkus makanan untuk Eka. “terimakasih ibu.” Eka sangat suka dengan sate kerang. “iya, kamu makan dulu sana.” Ririn mengusap punggung Eka, dengan senang hati Eka masuk ke dalam rumah. “perut kamu masih sakit?” bastian langsung mengangkat badan Ririn, dan membawa nya masuk ke dalam rumah. “kamu tu bikin kaget aja mas.” Ririn memukul bahu Bastian. “mau aku kompres dengan air hangat.” Bastian membaringkan Nisa di tempat tidur. “mau mas.” Ririn sangat manja kepada Bastian, jika sedang sakit begini, apalagi jika datang bulan, Ririn bisa kesakitan sepanjang hari. “bentar ya.” Bastian keluar dari kamar, dia ke dapur menyiapkan air hangat, dan juga membuatkan secangkir teh jahe hangat untuk Ririn. “masih sakit untuk melupakan semuanya,tapi aku sangat mencintai nya, dia sangat baik, dia bisa menenangkan aku saat aku dalam keadaan terpuruk, dia juga sahabat terbaik ku.” Ririn ingin memaafkan tapi masih merasa enggan akan hal itu. “sayang, maaf ya aku lama, aku buat teh jahe dulu buat kamu, minum dulu.” Bastian menyerahkan segelas air jahe untuk Ririn. “makasih sayang.” Ririn tersenyum dengan hangat, senyum yang dirindukan Bastian. “akhirnya, senyuman ini bisa aku lihat lagi.” Bastian mencium kening Ririn. Ririn menghabiskan minuman nya, Bastian memberikan kompres hangat pada perut Ririn, nyaman begitulah yang dirasakan oleh Ririn. “sayang,3 hari lagi aku ada perjalanan kerja ke luar kota, kamu tidak apa-apa kan aku tinggal dulu?” Bastian sangat tidak mau meninggalkan Ririn jika dalam keadaan sakit, meskipun sebenarnya tiap bulan itu sudah biasa. “kemana sayang.” Ririn sangat suka jika Bastian ke luar kota, karena banyak souvernir yang akan di bawakan oleh Bastian, Ririn wanita yang suka dengan bermacam macam souvernir dari berbagai kota. “kota xx, mau dibawakan apa nanti?” Bastian masih setia dengan tugas nya, memberikan kehangatan di perut Ririn. “mas, aku mau dibawakan miniature yang terkenal itu ya, boleh kan mas?” Ririn tersenyum dengan imutnya, membuat Bastian sangat gemas dengan kelakuan istrinya. “apapun untuk kamu sayang, aku akan belikan semuanya.” Bastian mengusap kepala Ririn, dan memeluknya erat, dia sangat merindukan istri nya, wanita yang sangat di cintai nya. “terimakasih.” Ririn mengusap pipi nya di leher Bastian “aku mencintai mu Ririn, sangat.” Bastian berharap tidak akan ada lagi kebodohan yang terjadi ke depan nya dengan Nisa. “bisakah aku percaya?” ucap ririn dalam hatinya. Melihat wajah Ririn yang seperti ragu, bastian tahu ini bukan hal mudah untuk Ririn, jika dia yang ada di posisi Ririn mungkin juga dia tidak akan menerima nya begitu saja. Semakin memeluknya erat, agar ririn tidak pergi lagi darinya, cukup sekali saja jangan sampai 2 kali. “”sayang, aku sesak.” Ririn merasa tidak nyaman di peluk terlalu lama dengan sangat erat nya. “maaf sayang.” Mencium kening ririn. “aku mandi dulu, kamu tidur saja ya, nanti aku pesan makanan kesukaan kamu.” Bastian beranjak dari tempat tidur, mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi. “iya sayang.’ Ririn kembali membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, pikiran nya kembali kepada kejadian itu, ulang tahun yang menyakitkan bagi Ririn. “apa kamu yakin sayang, jika hal itu tidak akan terulang lagi? Kenapa harus aku yang mengalami penyakit seperti ini?” Ririn masih belum terima dengan apa yang menimpa dirinya. Sementara di butik Ririn “nisa, kamu mau tinggal di sini nggak?” Keke menawarkan nya pada Nisa, masih ada juga kamar kosong di butik Ririn, mungkin menurut Keke, Nisa bisa lebih dekat dan tidak perlu ngontrak lagi. Nisa sudah mempunyai rumah sendiri, tapi demi niat jahat nya, dia akan melakukan apapun. “kamarnya sendiri atau berdua ya mbak?” Nisa menghentikan mesin jahit nya. “sendiri kok, ibu Ririn tidak mau kalau ada karyawan satu berdua dalam satu kamar, karena menjaga privasi karyawan nya, buk ririn terbaik dalam segala hal.” Keke membanggakan Ririn kepada Nisa. “kelihatan dari wajah nya sih, buk ririn lembut dan baik ya.” Nisa memuji tapi di dalam hati sangat ingin menghancurkan Ririn. “istri idaman pak Bastian.” Keke tersenyum saat melihat perhatian Bastian untuk Ririn. “ beruntung nya ya pak Bastian, semoga kita bisa dapat suami seperti pak bastian ya.” Tersenyum palsu menutupi sakit hatinya. “aku akan mendapatkan nya, dulu kalian menghancurkan aku, aku hanya mau mengambil milik ku lagi.” Nisa tersenyum seraya berkata dalam hatinya. “jadi kapan kamu pindah ke sini, bawa baju dan keperluan kamu aja, semuanya lengkap di sini.” Keke harus memastikan kepada Nisa “Besok aja mbak, malam ini aku kumpulkan baju aku dulu.” Nisa sudah bersemangat sekali dengan rencana nya. “ya udah, kata buk ririn kamu besok libur aja, kumpulkan semua barang kamu, masuk nya lusa aja.” Keke sudah mengirimkan pesan kepada Ririn, jika nisa mau tinggal di butik. “baik ya buk Ririn.” Tersenyum dengan puasnya. “tapi dia buk ririn sangat menakutkan jika dia di bohongi, bisa habis yang main-main dengan buk Ririn.” Keke bergidik ngeri, membayangkan kejadian yang menimpa rekan kerja nya. “oh ya.” Nisa tidak takut, dia malah menunggu hal itu, membuat Ririn marah dan menceraikan Bastian nantinya. “makanya kerja yang baik di sini, kalau uang, ibu Ririn tidak pernah pelit sama sekali” Keke menarik meteran nya dari bahan kebaya yang sudah di ukurnya dari tadi. “pasti dong mbak, dan juga di sini bisa mendapatkan semua impian aku." Nisa tersenyum penuh arti. “Ya udah,kamu lanjut kerja lagi, eh iya itu makanan nya, jangan lupa di makan ya.’ Keke meletakkan semua bahan kain yang sudah di potong nya di atas meja Nisa. “ini buat besok,ok.” Keke meninggalkan Nisa, setelah nisa menjawab iya. “mas Bastian sedang apa ya? Aku telfon aja kali ya, pasti mereka lagi berdua'an sekarang, aku malah seperti sampah yang terbuang, enak sekali kamu mas.” Nisa mencari nomor Bastian di hp nya, dan nomor Bastian tidak bisa di hubungi. “kamu blokir nomor hp aku sayang, waaww takut ya.” Nisa semakin tertantang untuk menaklukkan Bastian. “lihat saja, Ririn akan hancur dengan cara ku.” Nisa melihat lagi rekaman video nya bersama Bastian,lagi lagi niat untuk menghancurkan Ririn semakin menggebu-gebu, seolah Ririn adalah biang masalah dalam hubungan nya dan Bastian, kenyataan nya Ririn tidak pernah tahu jika Nisa dan Bastian dulu menjalin hubungan, Ririn hanya menerima cinta Bastian yang datang menyatakan cinta pada nya, cinta Ririn yang susah payah Bastian raih Nisa sedang berada di sebuah apotek, dia membeli vitamin untuk meningkatkan stamina tubuh nya, lelah bekerja sehari-hari di butik Ririn. Nisa membeli beberapa vitamin yang biasa dia minum, saat menunggu kasir menhitung vitamin yang di belinya, mata Nisa tertuju pada sebuah obat khusus pria dewasa. Mengambil hp nya dan mencari tahu apa kegunaan dari obat yang di dalam etalase. “waawww,,,untuk menjebak mas Bastian pakai ini lebih ampuh deh.” Tersenyum jahat setelah tahu apa kegunaan obat yang ada dalam etalase, dia juga mengambil obat lain nya, untuk meningkatkan keinginan pada pria dewasa. “kalau kamu sudah minum ini, kamu tidak akan bisa nolak aku mas, maaf Rin, aku hanya mau mengambil apa yang sudah di ambil dari tangan ku, dan mahkota ku yang paling berharga sudah di ambil oleh Bastian, suami mu dan mantan kekasih ku.” Nisa menunjuk berbagai macam obat- obatan itu, dan tersenyum senang, selesai dengan urusan nya, Nisa kembali masuk ke dalam mobilnya, dia juga sudah membawa semua baju nya, untuk tinggal di butik Ririn. Di lain tempat, Bastian dan Ririn sedang ada di dalam kamar,Ririn sama sekali tidak boleh turun dari tempat tidur, dia hanya berbaring saja di samping Bastian yang sedang sibuk bekerja. “sayang, aku hanya datang bulan, ini sudah sangat berlebihan untuk seseorang wanita yang sedang datang bulan!” Ririn berbicara dengan ketus nya, dia hanya menonton dan makan saja di kamar. “sayang.” Bastian melihat Ririn sebentar, seolah-olah ingin mengatakan, kamu jangan membantah aku, kemudian matanya kembali ke laptop nya. “sayang.” Ririn memanggil Bastian, dia menarik baju kaus suaminya, menggoda dengan senyuman nya.