Bab 9

2207 Words
Nisa sampai di butik Ririn, dia naik ke lantai 2 menuju kamarnya. Wajahnya tak berhenti senyum, bastian sudah mulai terperdaya sedikit demi sedikit. Ririn menenangkan pikiran nya, berharap jika bukan nisa karyawan nya yang dikirimi uang oleh bastian. Meskipun jelas-jelas sudah tertera nomor rekening nisa di layar hp nya. “aku menemui mama nya Linda saja, aku sangat merindukan pelukan nya.” Ririn mengunci ruangan nya, dan memberikan kunci nya pada keke. “kamu pegang kendali ya, saya ada urusan penting.” Ririn memakai kaca mata hitam nya, keluar dari butik nya. Mobil pribadi Ririn, yang di parkir kan di halaman butik nya, karena mobil bastian juga ada di rumah. Ririn mengendari mobilnya, singgah di berbagai resto untuk membeli makanan kesukaan mama linda. “mama pasti suka.” Ririn sudah membelikan banyak makanan untuk mamanya linda. Menuju Rumah linda dengan kecepatan sedang, dia melihat hp nya, sama sekali tidak ada panggilan dari Bastian. “terserah kamu saja Bastian, aku juga berhak bahagia kan.” Ririn menghapus nomor bastian dari hp nya, dia sangat kecewa,memikirkan hubungan apa yang dimiliki oleh bastian dan Nisa,membuatnya emosi kembali. Sesampainya di rumah Linda, Ririn sudah di sambut oleh mama linda, tampak senyum sangat tulus dari wanita paruh baya ini, yang sudah berusia 55 tahun. Ririn belum turun dari mobil, tapi sudah ada yang menunggu nya di depan pintu. “andaikan saja mama dan mertuaku seperti ini, aku tidak akan bernasib menyedihkan ini.” Ririn menitikkan air mata nya, kemudian dia turun dari mobil. “sayang, mama rindu kamu nak.” Sapa Vika, nama dari mama linda “ma.” Ririn berlari kecil, menerima pelukan hangat dari Vika, yang sudah dia anggap mama. “anak mama, kamu sehat sayang? Bastian mana nak?” Vika mengusap punggung Ririn, terdengar tangisan kecil dari Bibir Ririn. “ma, Ririn kangen, jangan pergi lagi ma.” Ririn sengaja menggunakan alasan ini, agar vika tidak merasa cemas. “iya nak, mama akan di sini, kamu kan juga sudah punya suami kan? Jadi juga kamu tidak bisa bertemu mama setiap hari ataupun berkunjung.” Vika membawa Ririn ke rumah. “mbak, tolong bawa makanan yang ada di mobil ya.” Ririn menyerahkan kunci mobilnya pada Art Linda “iya buk.” Vika memberikan cokelat kesukaan Ririn, khusus dia bawakan dari Negara xx. “ma, sudah lama Ririn tidak makan ini.” Ririn semangat kembali, dia mengambil nya dan mengunyahnya,sesekali dia tersenyum dengan kenikmatan cokelat di tangan nya. “habisin semuanya nak, nanti Linda rebutan sama kamu.” Vika tertawa dengan tingkah celine yang masih sama seperti dulu. “ma, Linda nggak di belikan?” Ririn menutup kotak cokelatnya, “aku simpan saja nanti Linda minta lagi, kalau di habiskan Ririn nggak kuat ma.” Ririn menyimpan nya dalam tas. “kata linda, “ma cokelat xx jangan beli 2, cukup 1 saja”. Vika tertawa lagi jika mengingat nya. “kenapa ma.” Tanya ririn “katanya, biar kamu dan dia rebutan, seperti kalian SMA dulu, rebutan cokelat xx,padahal mama beli banyak.” Vika selalu tertawa jika mengenang segala kenangan manis Linda dan Ririn. “kalau gitu, nanti dia pulang, aku sama dia rebutan aja deh, kalau menang telak gini, cokelatnya nggak kerasa ma.” Ririn dan Vika tertawa bersama, mengenang masa muda Linda dan Ririn. Di tempat lain Bastian dan hary baru sampai di kota xx, dia melihat hp nya tidak ada panggilan atau pesan dari Ririn. “dia kemana? Kenapa tidak menghubungi aku?” Bastian menghubungi Ririn,sementara hary yang memesan kamar hotel “ya.”jawab Ririn acuh “kamu dimana? Kenapa tidak menghubungi aku sama sekali.” tampak Bastian sangat kesal. “aku sedang di rumah Linda, kamu juga tidak di sini jadi aku nginap di rumah linda, kebetulan mama juga baru datang, dan kamu lagi makan.” Ririn tidak seperti biasanya, Vika yang sangat mengenal Ririn dan bastian jelas merasakan ada yang lain dengan hubungan rumah tangga mereka. “mama vika datang?” bastian tampak senang, karena Cuma wanita paruh baya itu yang sangat sayang Ririn, berbeda dengan mama dan mertuanya. “iya.” Jawab ririn lagi, tangan nya sibuk mengambil makanan di hadapan nya. “sayang, kamu bisa kasih hp nya ke mama .” Bastian juga sangat dekat dengan Vika, dia sudah seperti ibu kandung bagi Ririn, dan juga sangat sayang pada bastian. “ma, bastian.” Ririn meletakkan hp nya di meja. “hallo nak, kamu dimana? Kenapa tidak datang ke rumah?” Vika melihat wajah Ririn yang kesal, dia yakin ada masalah dengan Ririn dan bastian. “hallo ma, maaf ma aku sedang di luar kota, minggu depan baru kembali. Mama netap di sini lagi kan, tidak balik ke negara xx kan.” Bastian tampak sangat antusias sekali dengan kedatangan Vika. “hati-hati di sana ya nak, ingat istri kam. Mama akan lama di sini, Linda sering bilang, “ma, tinggal di sini ya,Ririn udah ada suami , dia jarang ke sini.” Jadi mama memutuskan untuk kembali ke sini nak.” Vika menjelaskan alasan kedatangan nya pada bastian. “kalau gitu, bastian nanti balik kita ketemu dan liburan ya ma.” Bastian sangat senang 1 minggu ini, ririn tidak akan kesepian dan dia bisa fokus bekerja. “iya, kamu hati-hati kerjanya ya nak.” Vika memutuskan sambungan telefon, dia melihat tidak ada nama Bastian, hanya nomor hp saja. “selesai makan, mama mau kamu jujur Rin.” Vika melihat air mata yang menetes di pipi Ririn, tapi dia tidak menjawabnya. “sudah.” Vika membersihkan air mata Ririn, yang semakin membasahi pipi nya,Ririn memeluk Vika. “ma.” Ririn menangis dengan sangat kencang, sesak da daadanya sangat menyiksa nya. “kenapa nak.” Vika mencium kening Ririn. Setelah Ririn tenang, Vika membawa Ririn duduk di taman yang ada di samping rumah,ada ayunan yang selalu di gunakan oleh Vika,Linda dan Ririn jika mereka bercerita. “mama selalu bilang di awal pernikahan kamu nak, apapun masalah yang terjadi itu biasa di dalam rumah tangga, tidak ada yang tanpa masalah, Mama selalu melihat jika bastian sangat memanjakan kamu.” Vika menggenggam tangan Ririn. “ma, kalau suami melakukan perzinahan dengan wanita lain, apa salah Ririn sakit hati dan marah ma, tapi karena yang salah Ririn, maka Ririn memaafkan nya, tapi kalau di ulangi lagi, Ririn lebih baik menjadi janda ma.” Ririn masih menitikkan air matanya. “bastian?” vika tampak terkejut, dia tidak percaya apa yang dikatakan Ririn, kekurangan apa yang membuat Bastian sampai melakukan zinah di belakang Ririn. “ma, apakah Cuma hubungan suami istri yang membuat rumah bisa harmonis?” Ririn bertanya, jika iya jawaban nya, maka dia akan mengalah dan pergi dari bastian. “mam tidak membenarkan hal itu, tapi mama juga tidak bisa menyalahkan itu nak, kamu tahu, pria memiliki nafsu nya sendiri, ada yang butuh hubungan suami istri setiap hari, karena itulah cara pria mengungkapkan cintanya,dia akan semakin cinta pada istrinya, hubungan harmonis tetap terjaga. Ada juga yang melakukan nya 3-4 kali dalam seminggu, mungkin ini tidak menjadi guncangan bagi pasangan suami istri,karena mereka sama sama tidak keberatan. Bahkan ada yang 1 kali seminggu karena alasan lain.” Vika menceritakan yang dia tahu kepada Ririn. “kalau ririn dan bastian, bahkan tidak melakukan nya dalam 2 minggu ma.” Ririn sudah tahu alasan bastian melakukan itu kepadanya, tidak ada kepuasan yang dia dapat. “kenapa nak, kalian terlalu sibuk?” Vika masih berpikiran positif. Ririn pun menjelaskan semuanya, kelainan pada rahim yang mengakibatkan jika hubungan suami istri itu tidak akan memuaskan pasangan nya. Vika menggenggam erat tangan Ririn, dia merasa sakit di hatinya, kekurangan Ririn menjadikan Bastian bertahan dalam kebohongan. “hingga mas bastian mabuk dan melakukan nya dengan wanita lain ma, dari sini semua nya terbongkar.” Ririn menangis sedih, dia sangat menyedihkan di matanya sendiri. “kenapa harus kamu nak.” Vika menangis dan dia sangat merasakan sakitnya, apa yang dilakukan bastian ini sudah keterlaluan. “tadi juga dia mengirimkan uang ke nomor rekening wanita lain ma, dan ternyata wanita ini karyawan Ririn, mama lihat.” Ririn menunjukkan bukti transferan uang yang ada di hp nya, dan dia juga menunjukkan data pribadi nisa, nama dan nomor rekening sama. “mama yakin wanita ini yang sedang dekat dengan suami kamu nak, tidak ada alasan bagi suami untuk mengirimkan uang kepada wanita lain, selain untuk istri dan keluarga nya, dan semua itu juga harus melalui pengetahuan kamu.” Vika tampak sudah geram,apakah salah saat itu dia merestui hubungan ririn dan bastian. “tapi dia tidak suka dengan Nisa ma, kalau bertemu, tampak wajah tidak suka dari bastian ma.” Ririn masih membela suaminya ini, dia tidak mau ini semua benar adanya, dia tidak bisa melepaskan bastian pergi begitu saja, cintanya sangat besar, dia hanya mencintai bastian. “alasan nya apa? kepada karyawan mu yang lain, apa bastian menunjukkan wajah tidak suka itu? dia sangat ramah kepada siapapun, jika dia bertingkah aneh pada Nisa di hadapan kamu, dia sedang menyembunyikan apa yang terjadi pada mereka berdua.” Vika semakin yakin bastian sudah menduakan Ririn, meskipun Ririn masih menepis hal itu. “ma, kalau ini benar, Ririn harus bagaimana ma?” tangisan yang tak hentinya. “jika kamu tidak sanggup akhiri saja nak, perselingkuhan akan terus terjadi, ditambah alasan kuat nya. Mama yakin kamu bijak dan dewasa nak,ambil lah keputusan yang tepat, mama akan selalu mendukung kamu.” Vika akan selalu mendukung Ririn, seperti Linda yang akan selalu berdiri tegak untuk membela Ririn. “apakah aku sanggup sayang, berpisah dari kamu?” Ririn bergumam dalam hatinya, sakit teramat dalam hatinya kini. -- Malam menjelang Linda baru sampai di rumah nya, dia sangat lelah perjalanan dinas ke luar kota kali ini menguras tenaga nya. “waahhh, enaknya 2 pengusaha minum teh di depan rumah.” Linda yang baru turun dari mobil, melihat mama nya dan Ririn sedang minum teh di teras rumah. “enak dong, kamu saja yang tidak mau menjadi pengusaha.” Celetuk vika yang tenang duduk, tidak memberikan pelukan pada Linda “ma, tadi Ririn sampai, mama langsung peluk, anak sendiri kenapa tidak di peluk ma.” Ririn tertawa melihat wajah cemberut Linda, yang berjalan kearah mereka berdua. “kan kamu tadi udah, jadi sama saja.” Vika tertawa bersama Ririn. “mama, kenapa gitu?” linda memeluk mama nya, dia tidak tersinggung akan hal itu,dia ikhlas jika ririn yang disayangi di hadapan nya, karena Ririn tidak se-beruntung dirinya, dia memiliki mama yang tidak menginginkan nya ada dalam kehidupan nya. Ririn saat itu lahir tanpa seorang ayah, ibu nya sudah mengkonsumsi segala macam obat-obatan penggugur kandungan, tapi Ririn tetap lahir dengan selamat, tanpa ada kekurangan apapun, dia lahir dan tumbuh menjadi wanita yang luar biasa sabar,penyayang dan sangat sukses sekarang. “kamu mandi dulu sana.” Ririn menarik tangan Linda. “orang masih rindu.” Linda erat memeluk Ririn. “sesak lin.” Ririn mengeluarkan lidahnya,begitulah mereka berdua bercanda ria di hadapan Vika, membuat Vika tertawa. Malam yang hangat mereka habiskan dengan bercerita di atas tempat tidur, Ririn merasa sedikit lega dengan apa yang di ceritakan pada vika, paling tidak dia sudah mendapat gambaran rumah tangga nya akan seperti apa nantinya. Hingga malam semakin larut, mereka bertiga tertidur dengan saling berpelukan, sementara di butik Ririn tepatnya di kamar Nisa, sedang ada percakapan melalui hp dimana Bastian dan Nisa sedang tertawa-tawa. “mas, kapan kamu pulang.” Nisa sengaja mengusap perut datarnya, seolah-olah menarik perhatian Bastian “1 minggu lagi, kamu sudah makan kan? Vitamin dan s**u sudah kamu beli untuk anak kita?” bastian sudah tidak enggan lagi mengatakan nya. “mas, kamu bilang anak kita.” Tampak sangat bahagia dengan apa yang di dengarnya. “iya,anak kita, kamu bisa kan memberikan aku seorang anak?” bastian sudah tidak perduli lagi akan Ririn, bukankah Nisa sudah berjanji akan pergi jauh,dan anak itu akan menjadi anaknya dan Ririn. “aku bisa memberikan 10 anak buat kamu mas, asalkan kamu membuatnya setiap hari dengan aku.” Nisa mulai berbicara nakal pada Bastian. “semakin cepat akan semakin baik kan.” Bastian juga memiliki niat tertentu pada nisa. “aku rindu kamu mas.” Nisa yakin jika Bastian akan menjadi miliknya. ‘tunggu aku ya, kamu tidur, jangan begadang, jaga anak kita Nisa.” Bastian menyudahi panggilan telpon nya. “kalau gitu, aku tidak akan minum pil kb lagi, anak kita mas.” Nisa tertawa bahagia diatas air mata Ririn. “ternyata bersikap mesra di hadapan orang banyak, membuktikan jika hubungan rumah tangga kalian sedang retak, dan aku akan semakin membuatnya retak Rin, hingga pecah sekalian. Sebagai wanita kamu harus bisa memuaskan suami kamu, bukan malah asyik dengan benang jahit dan kain, emang suami kamu lemah syahwat. Kasihan sekali kamu Ririn, memberikan anak tidak bisa, melayani suami tidak bisa, lantas kamu mengejar apa bastian? Sampai kamu putuskan aku begitu saja, tapi sudahlah,lebih enak bertindak nyata, hingga bastian ketagihan kan dengan aku, untung aku kasih obat tadi siang, suami hebat di ranjang, malah kamu tidak bisa menikmatinya Rin,kasihan nya mas bastian ku , tapi sekarang, dia hanya akan mencari aku,aku dan aku!” Nisa semakin bahagia sekarang, bastian sudah ada dalam genggaman nya. “begini rasa nya bisa memuaskan suami orang, seru juga ya, untung juga mas bastian, mantan pacar aku, kalau pria lain, aku tidak akan mau lah.” Nisa menaikkan suhu dingin pada Ac nya dan menarik selimut nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD