bab 11

2108 Words
Menempuh waktu yang lama untuk sampai di kotanya, sangat melelahkan untuk Bastian, dia ingin segera pulang ke rumah nya, setelah mengantarkan Hary ke rumah nya. Tidak mau untuk turun dari mobil, menemui kedua orangtuanya, lelah jika harus berdebat lagi dengan mama nya. “aku langsung balik mas.” Bastian memutar mobilnya, setelah hary turun dari mobil. “kamu hati-hati di jalan bas, salam untuk Ririn.” “iya mas.” Bastian pun pulang ke rumahnya, sangat merindukan istrinya, ingin memeluk nya dengan hangat. Dalam perjalanan menuju rumahnya, dia melihat mobil ririn sedang ada di resto kopi bersama dengan teman-teman nya tadi, ada rasa kecewa teramat sangat di hati bastian. “tidak membalas pesan apapun, ternyata kamu sibuk dengan teman-teman kamu, kau tidak melarang nya, tapi aku juga butuh perhatian kamu Rin, kamu kenapa semakin dingin begini.” Bastian masih melihat tawa ririn bersama 3 wanita tadi. “apa aku turun dan membawanya pulang saja, aku sangat merindukan nya.” Bastian enggan untuk mendekati Ririn, dia takut istrinya akan malu, jika di temui seperti ini. “aku tunggu saja.” Bastian memarkirkan mobilnya, di samping mobil Ririn, dia melihat wajah istrinya dari dalam mobil. “cantik.” Bastian tersenyum melihat Ririn yang sibuk bercerita sambil memperagakan beberapa gaya, membuat teman-teman nya juga tertawa. 15 menit berlalu “kita balik ya, aku mau istirahat malam ini.” ivy melihat jam di tangan nya, sudah menunjukkan pukul 20.00, merasa lelah bekerja seharian di sebuah butik milik orang tuanya. “emang malam sebelum nya, kamu tidak istirahat? Kamu open bo ya.” Celetuk dari Gina. “dia tidak usah open bo, sudah ada sugar daddy tau.” Ririn kembali tertawa,dia merasa semua beban nya hilang seketika. “kalau aku udah punya sugar daddy dan juga open bo,nggak bakalan aku kere gini.” Ivy berdiri dan pamit pulang kepada 3 sahabatnya. “kami pulang juga ya Ri, kamu tahu kan kami ini selalu bersama.” Mika yang selalu menumpang kepada Gina, karena rumah mereka sangat berdekatan satu sama lain,bisa di bilang tetangga satu dinding. “ya sudah pulang sana, aku masih harus menjumpai pelanggaan aku, dia mau pesan baju untuk acara peresmian salon nya, mungkin sebentar lagi.” Ririn sengaja berbohong, dia tidak mau menjawab banyak pertanyaan dari 3 sahabatnya ini. “jangan kecapekan sayang, kamu harus menjaga kesehatan kamu, ingat Rin, kita harus sehat terus, jangan begadang terus.” Gita dan Mika saling berpelukan dengan Ririn, mereka berdua pun pergi meninggalkan Ririn. “kenapa Ririn masih di situ? Dia tidak pulang.” Bastian melihat Ririn termenung seorang diri, Ririn bertopang dagu di atas meja, wajah yang cantik itu sedang cemberut. “apa ada masalah.” Bastian masih tidak sadar dengan apa yang dia lakukan, dia turun dari mobilnya, menghampiri Ririn, masuk dengan wajah cemas nya. “dia sudah pulang.” Ririn melihat jelas wajah bastian saat masuk ke dalam resto kopi. “aku sangat merindukan kamu sayang, tapi aku juga sangat terluka dengan apa yang kamu lakukan.” Ririn hanya menatap bastian yang mendekatinya. “sayang, kamu kenapa sendirian di sini.” Bastian menarik tangan ririn, memeluknya erat, dengan sangat erat. “aku rindu kamu.” “rindu? Tanya Ririn, kata kata yang singkat tapi sangat menyiksa perasaan nya. “iya sayang.” Bastian memeluk erat,sangat erat, dia menciumi pipi Ririn berulang kali. “kamu sehat kan,selama aku pergi. Makanan kamu tidak sembarangan kan?” bertanya dengan sangat cemas sambil mengusap rambut Ririn, penuh kasih sayang. “aku akan selalu sehat untuk diri ku.” Tersenyum dengan manisnya, menunjukkan ketegaran dan ketulusan nya dalam mencintai bastian. “untuk aku juga.” Bastian mencium kening ririn. “tapi aku lebih suka bertahan dan kuat untuk diriku sendiri, karena hanya diriku sendiri yang mencintai semua yang ada dalam diriku, dengan sangat tulus.” Ririn mendorong bastian, dia melangkah meninggalkan bastian begitu saja. “sayang, kamu kenapa?” bastian tidak marah sama sekali, dia pantas untuk diperlakukan seperti ini oleh Ririn. “aku bawa mobil sendiri, kamu bisa pulang dengan mobil kamu kan?” Ririn masuk ke dalam mobilnya, dia tidak banyak bicara pada bastian, lelah dengan cinta yang menyiksa dirinya. “hati-hati sayang,kita ketemu di rumah ya.” Bastian masuk ke dalam mobilnya, dia mengikuti mobil Ririn, jalanan yang lengang membuat Ririn mengemudikan mobilnya kencang, beda dari biasanya. “kenapa dia kencang begitu, apa dia tidak takut bahaya?” Bastian mengikutinya juga dengan kencang, dia sangat takut Ririn celaka. “aku harus bagaimana, jika dia memang selingkuh? Apa aku akan menceraikan nya? Atau aku merelakan nya memiliki 2 istri, aku tidak sanggup bercerai dari nya, cinta ku terlalu besar untuk nya, hingga aku yang bodoh ini, hanya diam saja melihat bukti yang bisa ku pakai untuk meninggalkan nya, tapi aku yang tidak bisa hidup tanpa dia.” Ririn menangis sepanjang jalan, dia mengingat semua nya, di mulai dari malam ulangtahun nya yang di kejutkan dengan fakta suaminya berzinah dengan wanita lain, kemudian di tutup dengan mengirimkan uang kepada Nisa hanifah karyawan nya. “setelah ini, apalagi bastian, apakah kamu akan membawa Nisa ke hadapan ku, dalam keadaan hamil, dan memintaku untuk merestui hubungan mu dengan Nisa, karena kamu tahu jelas, aku tidak bisa melepaskan kamu, karena sangat mencintai mu.” Air mata yang tidak mau berhenti membuat dia menangis sesenggukan dengan menggenggam erat stir kemudi nya. Setengah dengan lamunan nya, setengah dengan kesadaran nya dalam mengemudi mobil, Ririn tersadar ada mobil yang datang dengan kencang di hadapan nya. “awas ririn.” Teriakan keras dari Bastian yang dari tadi mengikuti istrinya ini sangat ketakutan, beruntung nya ririn pandai menguasai pikiran nya, hingga dia bisa menghindari laju mobil yang kencang di hadapan nya. Ririn bisa selamat dari mobil di hadapan nya, tak lama terdengar bunyi rem yang dipijak keras oleh Ririn, bukan karena ada yang mau menabrak nya, tapi mobil bastian tepat ada di hadapan nya, entah darimana asal nya. “kamu bisa bawa mobil tidak.” Bastian berteriak keras di samping ririn, pikiran nya sudah membayangkan jika tadi ririn kecelakaan, dia pasti akan gila. “tidak bisa, aku tidak bisa bawa mobil, kamu mau apa.” Ririn turun dari mobilnya, mendorong bastia yang berdiri di samping pintu mobilnya. “kamu hampir kecelakaan ririn, kenapa kamu bawa mobil dengan kecepatan tinggi seperti itu, kamu mau menyerahkan nyawa kamu di jalan ini.” bastian semakin meradang sekarang, entah apa yang dirasakan nya, karena ririn yang dulu nya sangat lembut berubah sekali. “itu lebih baik, daripada aku hidup di dunia kejam ini! aku pikir kamu satu-satunya orang yang tulus mencintai ku, tulus dengan semua kasih sayang kamu, ternyata semuanya hanya palsu.” Ririn mendorong-dorong badan bastian dengan sangat kuat. Terdiam dengan apa yang dikatakan Ririn, dia teringat dengan penghianatan nya, merasa sudah sangat kotor untuk berdekatan dengan Ririn, dia melukai wanita yang sangat baik dan cuma Ririn yang bisa bersabar di tengah tekanan keluarga bastian,apalagi mama nya yang sangat membenci Ririn. “minggir kamu bastian.” Ririn masuk ke dalam mobilnya, bastian masih terdiam dengan perkataan Ririn, dia beranjak dari tempat nya, Ririn hampir menabrak bastian, dengan cepat pria itu menghindari nya, laju mobil yang kencang, membuat bastian sangat cemas. “apa yang telah aku lakukan,dia hanya punya aku.” Bastian sangat menyesali semuanya. Dia hanya memikirkan kepuasan nya saja, tega menghancurkan wanita yang sangat baik itu. Bastian masuk ke dalam mobilnya, dia mencemaskan Ririn, mengendari mobil dengan sangat cepat, membuatnya harus memeluk Ririn, bila perlu dia akan berlutut di kaki istrinya itu. “aku membenci mu bastian.” Ririn membersihkan air matanya, entah cintanya mulai pudar dengan semua yang dilakukan Bastian, dulu dia sangat manja, sangat mencintai pria itu, hingga membuat siapa saja iri dengan apa yang dilakukan Bastian dan Ririn, banyak teman dari Ririn menginginkan suami seperti bastian. “jika selama 4 tahun ini kamu bisa bertahan dengan aku,itu bukan karena cinta kamu, tapi itu karena kamu kasihan pada ku, ternyata kamu sandiwara kamu sangat bagu bastian.” Ririn sudah berpendapat seperti itu ,sangat sakit pasti, tapi dia tidak bisa berbuat apapun, cinta nya membuatnya bodoh. Ririn masuk ke dalam rumahnya, memarkirkan mobilnya begitu saja di luar rumah. Bastian menahan dirinya, dia yang salah di sini, sudah mengkhianati ririn berkali-kali, hingga di berzinah dengan wanita lain. Ini tidak adil bagi Ririn, sangat menyakitkan. “apa dia mau pergi lagi dari rumah? Kamu tidak akan pernah pergi dariku Ririn, aku sangat mencintai mu.” Bastian berlari ke dalam rumah, dia melihat ririn sedang duduk di atas tempat tidur, memeluk guling, dengan air mata yang terus mengalir. “sayang, bisa kamu bilang apa kesalahan ku?” bastian berlutut di samping tempat tidur, tempat dimana ririn sedang duduk. “sayang.” Bastian membersihkan air mata Ririn, dia sangat salah dalam hal ini, seharusnya dia jujur di awal pernikahan pasti semuanya tidak akan seperti ini. “Nisa Hanifah, kamu punya hubungan apa dengan dia?” pertanyaan yang membuat bastian terkejut,mimik wajahnya berubah, tidak bisa di tutupi semuanya. “kenapa kamu menanyakan itu, kamu menuduh aku selingkuh?” berteriak dengan sekuat tenaga nya, mencoba menutupi semua kebohongan nya, tapi dai semakin menunjukkan jika dirinya, memang bersalah. “jangan berteriak kepada ku, kamu tidak berhak berteriak seperti ini.” Ririn mengucapkan nya dengan sangat lembut, semakin menyakiti hatinya sendiri. “jika kamu masih menyimpan dendam dan amarah padaku tentang kejadian malam itu, aku tidak akan marah pada mu, karena aku memang salah, tapi kamu jangan sekali-kalinya menuduh ku Ririn.” Masih meninggikan suaranya, tidak mau menunjukkan jika dia sedang berbohong. “aku tidak menuduh mu sayang, telah berhasil mengirimkan uang sebesar Rp. 5 juta rupiah , ke rekening xx atas nama Nisa hanifah dengan nomor rekening xxxxxxxxxxx, tanggal xx bulan xx dan tahun xx.! Ririn melemparkan hp nya ke badan bastian, dengan gelagapan bastian mengambil hp itu, wajahnya semakin pucat, jantungnya berdegup kencang, dia lupa jika hp Ririn adalah hp bekas punya dia, segala macam transaksi keuangan akan ada notifikasi nya, “masih mau menyangkal kamu.” Ririn berteriak dengan sangat keras. “aku...” terbata tidak bisa menjawab nya. “aku sudah menikah sirih dengan nya, begitu?” Ririn semakin marah, emosi yang tersulut dengan kebohongan suaminya untuk pertama kalinya. “dengarkan aku dulu sayang.’” Bastian mencari alasan yang tepat, tapi tidak ada, dia bahkan tidak bisa berpikir. “apa.” Dengan air mata yang terus membasahi pipinya, dia mendekati Bastian dan menunjuk dadaa bidang bastian. “perlu berapa menit untuk otak dan mulut kamu sejalan untuk berbohong! agar aku yang bodoh ini percaya begitu saja.” Ririn melampiaskan semua kemarahan nya, dia kecewa, jangan sampai Nisa ini adalah selingkuhan bastian. “aku salah Ririn, tolong dengarkan aku dulu.” Bastian tidak punya alasan lain lagi, “saat mobilnya di bengkel, dia tidak ada uang sama sekali sayang, aku hanya membantu nya, tidak ada tujuan lain.” Bastian berbohong lagi. “waaawwwww.,,,” Ririn bertepuk dengan sangat keras, dia salut dengan bastian yang cepat memberikan jawaban sempurna, “alasan lain yang lebih masuk akal tidak adakah sayang.” Menyakitkan sekali untuk kesekian kalinya. Ririn mengambil hp nya menelfon Nisa, dia sangat emosi tapi masih bisa menahan emosinya. “selamat malam buk.” Terdengar Nisa menjawab nya, bastian pasrah saja akan apa yang akan dilakukan Ririn nantinya. “maaf saya mengganggu kamu, 1 minggu yang lalu bastian mengirimkan uang 5 juta ke rekening kamu buat apa?” suara tegas penuh dengan wibawa nya. “eeemmmmm,,,,ini buk.’ Nisa tampak bingung sekali, buat apa alasan yang tepat. “kenapa gelagapan?” semakin yakin jika mereka berdua ini memang ada hubungan, “kemarin saya mau pinjam uang ibuk, tapi ada tamu, kebetulan ada pak bastian yang ada di luar, jadi saya pinjam untuk bayar sisa kontrakan saya buk.” Jawaban Nisa sudah cukup untuk Ririn, bastian semakin tidak karuan dia menyalahi kebodohan nya. “terimakasih Nisa, saat kamu gajian uang itu akan saya potong langsung!” Ririn memutuskan sambungan telfon nya, dia menangis dengan sangat kuat, hancur sudah semuanya tanpa tersisa. “kamu yang pergi dari sini, atau aku yang akan segera mengurus perceraian kita, mama kamu pasti senang kan?” Ririn membuka pintu kamar. “jangan mengatakan apapun, dan segera keluar dari sini.” Ririn mengangkat tangan nya, agar bastian tetap diam. Bastian melihat wajah Ririn yang tertunduk, dia ingin berlutut minta kesempatan, tapi tidak akan semudah itu. “maafkan aku.” Bastian keluar dari kamar,dia mengambil kunci mobilnya, dan pergi meninggalkan Ririn. entah kemana dia akan pergi,tapi dai tidak mau, jika Ririn menceraikan nya, dia sangat mencintai Ririn,tapi karena terlalu mencintai terjadilah hal yang menyakitkan ini. Ririn duduk di tempat tidurnya, masih tidak tahu apa yang akan dia lakukan kali ini, bercerai tapi dia tidak akan sanggup menahan hati yang terus menyiksanya, bertahan dalam kebohongan,akan sangat membuatnya terluka pada akhirnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD