Bastian menuju rumah Nisa, dia sudah dikuasai oleh emosinya, sehingga dia tidak bisa berpikir dengan jernih, menurut nya kemarahan Ririn juga harus di balas dengan emosinya. tidak peduli lagi jika dia akan melakukan hal yang sama kepada Nisa secara berulang-ulang
"Kamu pikir hanya kamu yang bisa marah begitu? Dirimu sendiri tidak bisa untuk memuaskan suami, untuk apa aku harus mengalah lagi, seharusnya kamu perbaiki diri kamu,agar aku bisa tahu bagaimana rasanya nikmatnya melakukan hubungan suami-istri bersamamu!" Bastian semakin cepat melajukan mobilnya, emosi di jalanan yang tidak terlalu ramai kendaraan lalu lalang.
Nisa yang sedang di rumah,senang bukan main mendengar Bastian akan ke rumahnya,dia sengaja izin kepada Keke untuk tidur di rumahnya saja, karena ada orang tuanya yang datang,tanpa diduga ternyata Bastian yang akan menginap di rumahnya.
"Semakin panas, rumah tangga mas Bastian dan Ririn, akan lebih mudah untuk mendapatkan kamu sayang. Bagaimana Ririn? Apa kamu tahu rasanya kehilangan pria yang amat kamu cintai?" Nisa merasa menang saat ini, dia berhasil menggoyahkan rumah tangga Bastian dan Ririn.
Bastian sampai di depan rumah Nisa, dia membunyikan klakson mobil nya, Nisa tertawa senang, "mas Bastian datang." Nisa keluar dari rumahnya, tanpa mereka tahu sudah ada Anto yang sudah mengambil banyak photo dari dalam mobil.
"Sayang." Nisa membukakan pagar rumahnya, mobil Bastian masuk ke dalam halaman rumah Nisa.
Bastian turun dari mobilnya, dia mengacuhkan Nisa,dan segera masuk ke dalam rumah Nisa.
"Marah tidak jelas, nanti aku kasih kamu minuman seperti kemarin, pasti kamu kewalahan mas." Nisa tersenyum, merasa senang akan ada Bastian tidur bersamanya.
Bastian duduk di sofa di ruang tamu, dia memikirkan semua kesalahan yang di buatnya, berteriak kepada Ririn, hal yang tidak pernah dia lakukan sama sekali. Nisa melangkahkan kakinya ke dapur, dia mau memberikan minuman pada Bastian, dia mengambil obat khusus pria dewasa dan mencampurnya ke dalam minuman Bastian.
"Kamu pasti sedang mencari kesenangan kan mas? Aku berikan sayang." Nisa tersenyum jahat,dia memberikan dosis yang sedikit lebih banyak dari kemarin.
Nisa membawa minuman ke ruang tamu, dia memberikan nya kepada Bastian "Minum dulu sayang."
"Aku pria normal, wajar aku begitu, 4 tahun aku mengalah untuk menjaga perasaan nya!" Bastian tidak mau menurunkan ego nya, dia sangat tidak terima dengan sikap Ririn. Bastian meneguk segelas air putih dingin yang diberikan oleh Nisa, terasa segar di tenggorokan nya.
"Kamu capek ya? Sini aku urut kaki kamu mas." Nisa meletakkan kaki Bastian di pahanya. Bastian teringat dengan anak Nisa, pengakuan hamil Nisa membuat hati Bastian sedikit tenang.
"Sayang." Bastian menciumi perut Nisa dari luar, "nak, kamu tidak salah nak, tumbuhlah menjadi anak yang kuat sayang, papa akan menunggu kehadiran kamu." Bastian berbicara pada perut yang datar itu.
"Mas." Nisa menangis, dia mengusap rambut Bastian, dia merasa bersalah sekali,telah berbohong kepada Bastian, "maafkan aku mas, tapi hanya ini caranya, agar aku bisa memiliki mu seutuhnya." Nisa bergumam dalam hati nya.
"Nisa, lahirkan anak ini untuk aku, kamu mau kan." Bastian masih mencium perut Nisa, dia berharap Nisa memegang perkataan nya, untuk pergi sejauh mungkin dari hidupnya dan Ririn.
"Akan aku lahirkan mas, anak kamu, anak kita." Nisa mencium kepala Bastian yang masih mengusap perut nya, air matanya selalu membasahi pipinya, "aku sangat mencintaimu mas." Nisa semakin bersemangat untuk bisa menghancurkan rumah tangga Bastian dan Ririn, apalagi jika dia hamil.
"Nisa, malam ini aku menginap di sini. Bisa aku pakai kamar kosong mu, untuk aku tidur dan beristirahat?" Bastian ingin sendiri sekarang, tapi dia tidak tahu jika obat sudah di masukkan dalam minuman nya.
"Silahkan mas, kamu pasti lelah ya." Nisa tersenyum merasa senang, karena Bastian akan mencari nya nanti, tidak usah di paksa.
"Aku mau mandi dulu." Bastian membuka kancing kemeja nya.
"Iya mas, silahkan, aku sudah masak mas,kamu makan dengan aku ya selesai mandi, mau kan mas?" Nisa berharap, Bastian mau untuk makan bersama nya, paling tidak merasakan indahnya rumah tangga, walaupun dengan cara yang salah.
"Tapi aku mandi dulu,bisa ambilkan tas di dalam mobil? Baju ganti ku, ada di sana." Nisa memberikan kunci mobil pada Nisa.
"Ya sayang, aku akan mengambil nya,kamu mandi saja." Nisa keluar, dan Bastian mandi dulu.
Nisa menyiapkan makanan untuk Bastian, dia pun sudah mengganti pakaian nya, yang tadinya memakai baju tidur sekarang sudah berubah memakai lingerie yang baru di belinya, dia sangat bangga memakai nya,entah lah, akal sehatnya sudah terkuasai oleh hasratnya yang salah, memuaskan pria lain yang bukan suaminya
Bastian yang baru selesai mandi, sudah memakai celana boxer nya dengan baju kaos yang sangat menambah ketampanan nya, badan Bastian yang sixpack menambah kharisma dari Bastian.
"Mas,mari makan." Nia menarik tangan Bastian untuk duduk di kursi meja makan, Bastian yang sedari tadi merasa aneh, dia semakin terpancing setelah melihat Nisa yang begitu menggoda nya.
"Ini makanan kesukaan kamu mas." Nisa mengambil kan nasi untuk Bastian , dengan lauk pauk kesukaan Bastian, berulang kali Bastian mengangkat baju kaos nya, merasa gerah, ditambah lagi yang mengganjal dalam dirinya.
"Silahkan mas." Nisa sengaja mengikat tinggi rambut nya, menambah siksaan untuk Bastian.
"Aku belum lapar." Bastian menggendong Nisa, bibir mereka saling bertautan dengan saling melampiaskan hasrat mereka berdua, terdengar bunyi ecapan dari dua manusia yang tidak terikat tali pernikahan.
"Mas, kamu kenapa." Pura pura tidak tau dengan apa yang dia lakukan,yang penting dia bisa memuaskan Bastian.
"Mau apalagi, menjenguk anak ku, dan melepas rindu dengan kamu." Bastian menutup pintu kamar Nisa, tak berapa lama setelah saling membalas lilitan lidah, dan memberikan semua tanda merah di leher Nisa, Bastian dan Nisa saling terlarut dalam penyatuan mereka berdua, terdengar erangan kecil dari mulut Nisa.
"Aku sudah sangat gila dengan badan kamu Nisa, kamu sempurna, bisa memuaskan aku dan mengandung anak ku, ririn tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kamu." Bastian dan Nisa saling memberikan kepuasan, Nisa memuaskan Bastian dengan segala yang ada pada tubuhnya.
"Nisa, aku sangat puas dengan badan mu, berjanjilah Nisa, jangan berikan tubuh mu pada pria lain, di saat aku lelah dan sangat ingin melakukan nya,kamu akan selalu memberikan segalanya kepada ku." Bastian menciumi badan Nisa.
"Semua milik mu mas, apalagi yang kami takutkan." Nisa bergerak liar di atas Bastian, masih terus melakukannya, sementara Ririn sedang menangis pilu, melihat Bastian yang masuk ke rumah Nisa dari photo yang dikirimkan oleh Anto.
"Bastian!" Ririn semakin sakit hati sekali, dia hancur dengan semua perbuatan suaminya.
"keterlaluan sekali kamu Bastian, aku akan membalasnya, kalian berdua akan aku buat menyesali semuanya! aku tidak akan menjadi wanita bodoh lagi, aku akan membuat Nisa menderita, lihat saja Bastian." Ririn merasakan sakit di bagian dalam tubuhnya, reaksi yang selalu diterima nya,jika dia dalam keadaan stres dan tertekan dengan keadaan.