Ririn berusaha tegar untuk menghadapi semua nya, jika dia menangis nantinya, pasti Nisa akan tertawa dengan kerapuhan nya.Bastian, pria inilah yang akan di berikan pelajaran terlebih dahulu oleh Ririn.
“kamu belum melihat yang lain dari diriku Bastian, kmu terhanyut dengan sikap ku yang sangat lembut kan,sehingga saat kamu melakukan nya, kamu tidak menyesal, kamu melakukan nya lagi dan lagi, karena apa? Karena kamu pikir aku ini istri yang bodoh kan.” Ririn menahan air matanya, tidak lagi akan ada tangisan nya.
Tangan Ririn menggenggam erat botol parfumnya, dan melemparkan nya ke kaca hias nya, serpihan kaca tersebar kemana-mana, “tunggu dan rasakan sakitnya menjadi aku Nisa.”
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi, Ririn sudah selesai dengan dirinya, Eka yang mendengar semua pertengkaran di kamar, hingga kaca yang pecah, tapi dia tidak berani untuk masuk ke dalam kamar Ririn.
“eka, kamu sudah makan?” ririn mengisi nasi ke dalam piring nya, mengambil lauk kesukaan nya dan juga sayuran.
“belum buk, saya belum lapar.” Eka menunggui Ririn makan, dia sangat tahu jika Ririn tidak biasa makan sendirian.
“temani aku makan ya.” Ririn menyuapi makanan ke dalam mulutnya, Eka sangat lega, Ririn cantik seperti biasanya, tidak ada wajah lelah.
“saya buatkan teh hangat ya buk.” Eka menyediakan teh hangat yang biasa Ririn minum setiap makan.
Selesai makan pagi Ririn,bersiap-siap berangkat menuju butik nya, dengan perasaan yang tenang, banyak pekerjaan yang menunggu nya.
“Eka, jangan bersihkan kamar saya.”
“baik buk.” Eka membukakan pagar untuk Ririn.
Ririn melajukan mobilnya, meninggalkan rumah, dia akan menemui Linda nanti sore, jika memang alasan bastian melakukan semuanya hanya karena tidak puas, dia akan memuaskan bastian.
“4 tahun hidup dalam kepalsuan bastian, kamu bisa ya! Patutnya kamu mendapatkan penghargaan sayang dengan kategori “ pria bertahan tanpa kepuasan” miris sekali kehidupan ku Tuhan.” Ririn memijit kening nya, dia merasa tertipu kali ini.
“Bastian,sifat lembut mu ternyata bisa yang mematikan, membuat ku tersanjung setiap hari,seolah semua cinta mu memang milik ku, memberikan perhatian luar biasa, kasih sayang yang tak berkesudahan, tapi semua hanya palsu. Aku tertipu bastian, aku sama sekali tidak menyangka kamu akan setega ini, kemana aku harus mengadu, mama? Aku bahkan tidak bisa memanggil itu kepada nya, karena dia sangat benci kepada ku.” Ririn masih menahan air matanya, “ kenapa kamu sangat gampang tergoda Bastian, kenapa? Bagaimana aku memaafkan mu?” aku masih sangat mencintai mu bodoh.” Berteriak dengan sekuat tenaga nya, hingga dia berhenti di pinggir jalan, “ Bastian, ini sangat kejam bagiku.”
Sementara di rumah Nisa, mereka berdua sedang tertawa bahagia, seperti tidak ada yang terjadi, duduk berdua di atas tempat tidur, saling bermanja-manja satu sama lain.
“sayang, anak papa, kamu harus lahir ke dunia ini, kamu akan menjadi kebanggaan papa dan mama mu kelak nak.” Bastian mengusap perut Nisa, terasa hangat bagi wanita ini.
“maafkan aku ririn, aku akan mendapatkan anak ini,dan menjauhkan Nisa dari kehidupan kita, aku hanya akan membesarkan anak ini bersama mu, maaf kan aku jika kamu tersakiti, maaf.” Bastian bergumam dalam hatinya, dia menitikkan air matanya, tapi dia sangat ingin anak dari darah daging nya sendiri.
Nisa sangat senang, dia akan menjadi mama dari anak Bastian, saling memiliki niat masing-masing dengan Ririn sebagai korban nya,yang bastian kira Ririn akan memaafkan nya seperti biasa.
“aku mau kerja dulu sayang.” Nisa beranjak dari tempat tidurnya
“aku mau pamer pada Ririn, gimana kalau dia lihat semua tanda merah ini, aku juga akan sangat penasaran dia akan bilang apa tentang uang kemarin.” Merasa akan langsung dinikahi oleh Bastian setelah ini.
“kamu bisa berhenti bekerja Nisa, di rumah saja, kamu bisa capek kalau menjahit kan.” Bastian hanya tidak mau ririn dan nisa akan saling bertemu di butik, dia akan tahu pasti Ririn akan sangat terluka dengan hal itu.
“aku sudah tanda tangan kontrak sayang, tidak bisa keluar begitu saja.” Nisa mengambil handuknya, melihat jam sudah hampir menuju pukul 09.30 pagi, dia bisa terlambat nantinya.
“aku juga harus kerja.” Bastian memilih mandi di kamar mandi lain saja, dia harus menyampaikan hasil meeting nya kemarin.
--
Ririn sudah mulai bekerja, dia menggambar beberapa model kebaya dan gaun terbaru, sesuai dengan pesanan dari para pelanggaan nya, Ririn sama sekali tidak mau melibatkan masalah nya dalam pekerjaan nya.
“harus meeting ini, biar semua tahu pola design yang akan aku keluarkan, jam 11 saja, aku juga harus menunjukkan ini pada para artis dan pengusaha wanita .” Ririn menyelesaikan pola design nya, dia keluar dari ruangan nya, dan memang belum jam bekerja.
“jam 11 silahkan kalian semua tunggu saya di ruang meeting.” Ririn menuliskan pemberitahuan di papan putih yang ada di ruang karyawan nya.
Ririn memilih membuat kopi ke lantai atas, dia melihat keke yang sudah keluar dari kamarnya.
“selamat pagi buk, mau buat kopi? Saya buatin?” keke merasa tidak enak jika Ririn sudah sampai duluan, sementara dia baru siap untuk bekerja.
“tidak usah Ke, saya saja yang buat, kamu bisa beri tahu yang lain pemberitahuan yang saya tuliskan,segera telefon nomor yang saya kirim ke kamu.” Ririn menghidupkan mesin kopi nya, menunggu gelas itu penuh.
“iya buk, saya segera sampaikan kepada yang lain buk, dan menghubungi semua pelanggaan kita.” Keke pun turun menuju ruang kerja, dan memberitahukan karyawan yang lain nya, dia juga langsung menyiapkan ruang meeting.
Nisa yang baru datang,segera memarkirkan mobilnya, dia masuk ke dalam butik Ririn, berharap akan di serang oleh Ririn, dan bastian akan menceraikan Ririn, begitulah rencana Nisa.
“datang juga.” Ririn turun dari atas, dia membawa segelas kopi di tangan nya, dan berpapasan dengan Nisa.
“selamat pagi buk Ririn.” Tersenyum dengan sangat jahat, sengaja dia mengangkat rambutnya setinggi mungkin karena melihat Ririn, agar wanita itu bisa melihat semua tanda merah yang diberikan oleh Bastian.
“selamat pagi Nisa, kita akan ada meeting sebentar lagi.” Tersenyum pada nisa, masih menjaga sikap nya,Ririn sangat terkejut dengan semua tanda merah di leher Nisa, tapi dia masih bisa menjaga mimik wajahnya, yang ingin marah dan menyiramkan kopi panas ke leher Nisa.
“iya buk, saya langsung ke ruang meeting.” Nisa merasa menang dengan apa yang di lakukan.
“kamu belum tahu siapa aku?” Ririn masuk ke dalam ruangan nya, dia memanggil keke, dan langsung mengukur badan keke, karena juga Nisa se ukuran dengan Keke.
“ini buat apa buk, kita kan ada model yang bisa di pakai.” Keke tidak pernah melihat ririn se sibuk ini.
“ini ide mendadak, jadi sejadi nya aja, nanti penyempurnaan nya akan kita tampilkan ulang,jangan lewatkan untuk menghubungi suami saya Keke.” Ririn segera ke ruang khusus untuk dia menjahit dress terbaru, yang hanya dia yang tahu apa tujuan nya.
Bastian yang baru sampai di kantornya, sangat senang membaca pesan Keke dengan pesan tertulis, “selamat pagi pak Bastian, maaf saya mengganggu, hari ini buk Ririn akan ada mengeluarkan dress terbaru, semoga bapak bisa berkenan hadir.”
“saya akan datang.” Balasan dari bastian.
Ririn menjahit dengan air matanya “ ini kan yang kalian mau Nisa dan Bastian, mau pamer,sekalian aku akan memamerkan nya di hadapan semua orang.” Ririn masih menjahit dress itu, dengan tujuan yang akan membuat dia senang.
Selesai sudah, Ririn memilih Nisa yang menjadi model nya, dia mengatakan nya pada keke, dengan senang hati keke mengatakan nya pada nisa.
“kamu siap-siap ya, pakai dress ini, akan ada meeting dengan banyak pelanggaan butik ruika, jangan mengecewakan ya nisa.” Keke memberikan dress nya pada nisa.
“oh iya mbak, saya akan pakai.” Nisa semakin di awang awang.
Jam menunjukkan pukul 10.45, sudah datang beberapa pelanggaan butik ruika, ya rekan artis, pengusaha dan juga dari kalangan yang bekerja di kantor swasta juga sudah datang.
“siapkan semuanya keke.” Ririn menyerahkan gambar scan gaun terbaru Ririn pada keke, dengan sigap Keke membagikan nya ke meja yang sudah di beri nama sesuai dengan siapa saja yang datang.
Sudah ada tirai yang tertutup dengan diberi pita oleh Ririn, dalam rangka menampilkan dress terbaru yang akan menjadi model terbaru dari butik nya. Para pelanggaan undangan Ririn sudah berdatangan dan duduk di meja yang ada nama mereka.
Bastian yang baru datang, tampak tersenyum pada Ririn yang melambaikan tangah kepadanya, dengan tersenyum seola-olah melupakan kejadian tadi malam.
“maaf, aku terlambat.” Bastian mengusap kepala ririn,
“belum mulai sayang.” Ririn mencium pipi bastian, dan duduk di tempatnya.
“kamu tidak marah lagi sayang.” Bastian tampak sangat senang, teramat senang.
Semua yang hadir tampak tidak sabar, dengan karya terbaru Ririn, semuanya sama sama menunggu, tepat pukul 11.00, Keke memberikan gunting untuk Bastian, untung memotong pita yang ada di tirai.
“silahkan sayang.” Ririn mempersilahkan Bastian, dengan senyum nya yang mendamaikan hati Bastian.
Bastian maju ke depan sendirian,ririn hanya duduk di tempatnya, menunggu rekasi 2 manusia ini.
“silahkan pak.” Keke berdiri di samping bastian sesuai dengan permintaan ririn.
“1.2.3.” Keke menghitung nya dan bastian menggunting pita itu, tampaklah Nisa dengan tidak tahu malu nya, menggunakan dress dari atas dadaa nya hingga atas lutut nya. Tersenyum bangga, di tambah lagi Bastian yang ada di hadapan nya.
“apa-apa'an ini.” bastian menatap ririn yang tenang.
“astaga ada apa dengan leher nya.” Terdengar bisikkan dari orang-orang yang melihat Nisa, semuanya sangat geli, dari leher hingga atas daada Nisa penuh dengan tanda merah seperti habis di pukuli saja.
“ini adalah rancangan terbaru saya, dengan bertema gaun untuk menghadiri acara pernikahan atau minum teh bersama para sahabat, dress yang terlihat sangat sederhana, tapi berarti di mata orang banyak,termasuk saya sendiri.” Ririn tersenyum pada Bastian, dan Nisa. Nisa sangat malu sekali, dia tiba-tiba ingat dengan semua tanda merah di bagian tubuhnya, malu dengan pandangan jijik dari orang yang melihat nya.
“aku hanya ingin fokus ke dress indah ini, aku tidak tertarik pada wanita itu, sangat menjijikkan.” Komentar dari salah satu artis papan atas yang memang suka gaun nya, tapi tidak pada nisa.
“ternyata ini tujuan mu Ririn.” Nisa menitikkan air matanya, dia meninggalkan ruang meeting, Ririn tampak menatap tajam Bastian, tapi di iringi dengan senyum nya.
“apakah kejutan mendadak dari ku, sangat memuaskan sayang.” Ririn merapikan dasi bastian.
“tadi aku juga terkejut, sama dengan kamu.” Ririn menepuk pipi bastian.
“kenapa kalian berdua, selalu membuat iri kami.” Celetuk wanita wanita istri pengusaha.
“bukankah indah, jika dipandang mata baby.” Ririn tertawa menyahut perkataan pelanggaan ter baiknya.
“saya tunggu kamu di ruangan kamu ya sayang, lanjutkan pekerjaan mu.” Bastian tersenyum pada semuanya, dan dia keluar dengan muka yang merah sekali.
“kita mulai lagi meeting nya ya, tadi itu hanya bercanda saja.” Ririn membuat semuanya bingung, tapi mereka enggan bertanya. Bastian ingin menanyakan maksud dan tujuan ririn melakukan nya, tapi nanti Ririn akan tahu semua nya, hubungan nya dengan Nisa, akan memicu kehancuran rumah tangga nya.