Geng Kepompong!

1030 Words
Jam menunjukan pukul 11:10 malam saat aku tiba di rumah. Assalamualaikum..” ucapku saat memasuki rumah. “Wa’alaikumsalam..” ayah dan bunda kompak menjawab salamku. Mereka masih menonton tv saat aku pulang. Tumben sekali. Biasanya jam 9:30 malam mereka sudah tidur. “Sudah makan?” Tanya bunda saat aku menghampirinya untuk cium tangan padanya dan juga ayah. “Udah, bun. Td pulang kerja janjian sama teman makan di cafe.” Jawabku. “Rama?” Tebak bunda. “Iya” jawabku singkat. “Kamu masih dekat dengan dia? Bunda enggak sreg kalau kamu dekat dengan dia” kata bunda dengan nada tidak suka. “Dinda cuma temenan kok bun sama Rama” jawabku. Ya, memang saat ini aku hanya berteman dengannya. Entah ia menganggapku teman juga atau tidak. “Alhamdulillah kalau kalian hanya berteman. Jagan terlalu dekat dengan Rama ya nak” ucap bunda. “Iya. Dinda ke kamar dulu ya bun, yah” kataku. Menghindari percakapan tentang Rama. Ting.. Ting.. Ting.. Pesan masuk di group Kepompong. Group chat yang berisi 7 orang sahabatku. Anto: besok kumpul yok! Satria: kuy lah. Dimana? Silvy: rumah Dinda. Biar dia ikut. Gak pacaran mulu. Dinda: pacaran sama siapa? Anto: sama laki lo yg posesif Dinda: gue udahan sama dia Panji: beuh.. hot news nih Silvy: what?? Kapan? Kenapa? Anto: bunda lo kudu tau nih. Okta: kok bisa? Terus sekarang lo gmn? Ricky: Lemes bgt lo, To! Dinda: I’m ok. Besok gue confrensi pers ya. Siapin pertanyaan kalian. Bakalan gue jawab satu per satu. Satria: tengil bgt si Dinda gayanya baru putus juga. Kartika: cuss.. jam 3 ya. Ricky: ok. Sekalian karokean. Udh lama. Satria: sip! Panji: Sebelom karokean kita makan dulu di rumah Dinda. Biar irit. Anto: Nah! Mantap itu. Dinda: dih! Kagak ada. Boleh ngumpul tp gak boleh numpang makan. Lo pada tuh makannya pada banyak-banyak. Beras di rumah gue jadi cepet abis. Panji: medit lu! Kl sama bunda pasti kita dipaksa-paksa makan. Ricky: yoi. Besok kumpul & makan di rumah Dinda. Abis itu baru cuss karokean. Deal! Satria: deal! Okta: Deal! Kartika: Deal! Silvy: Voting ditutup! Dinda: Dih! Apa-apaan lo pada. Kagak boleh numpang makan! Anto: tlg bilang ke bunda siapin makanan yg enak-enak & banyak, Din. Dinda: Bodo amat Sebenarnya masih banyak lagi chat masuk dari Group Kepompong. Tapi aku lebih memilih untuk menyudahinya. Ting.. Pesan singkat masuk. Dari Rama. Selamat istirahat, Dinda. I love you. Hanya k*****a. Tak ingin hati ini goyah. Akhirnya aku memilih untuk segera mandi lalu istirahat. Sungguh lelah jiwa dan raga hari ini. Esok hari.. Permisi. Paket!! Dinda berjalan ke depan hendak menerima paket. Setelah pintu dibuka.. “Dih! Ngapain ke sini?” Tanyaku begitu tau ternyata Anto yang teriak-teriak paket. “Main lah. Kan semalem gue udh bilang mau ke sini” jawabnya sambil cengengesan. “Siapa nak?” Tanya bunda “Anto bun” jawabku sedikit teriak karna bunda ada di dapur “Suruh masuk. Kasian panas di luar” kata bunda sembari menghampiri kami. “Gak boleh masuk bun sama Dinda” jawab Anto asal. “Ayok masuk, To. Kebetulan bunda abis masak sm Bi Tinah. Kita makan sama-sama” ajak bunda “Beuh.. Mantap! Bunda emang pengertian banget. Gak kaya si Dinda” kata Anto sambil nyelonong masuk mengikuti bunda masuk ke arah ruang makan. Tak berselang lama.. “Assalamu’alaikum..” terdengar beberapa orang mengucap salam hampir bersamaan. “Wa’alaikumsalam..” Jawabku, Anto dan bunda. Tak lama setelah Bi Tinah kembali ke dapur setelah membukakan pintu, tampak lah ke-6 orang sahabatku lainnya.. Anto.. sahabat yang paling dekat denganku. Kami satu sekolah waktu SMA, juga satu komplek perumahan. Sedangkan ke-6 orang sahabat lainnya Silvy, Kartika, Okta, Panji, Ricky dan Satria kami semua beda sekolah SMA. Mereka adalah sahabat Anto dari SMP. Dinda dulu siswi pindahan di sekolah Anto. Karna Dinda satu kelas dan rumahnya dekat dengan Anto jadi mereka akrab. Anto juga mengenalkan Dinda pada sahabat-sahabatnya yang lain. Dan semenjak itu mereka jadi sering kumpul bersama. Suasana di meja makan cukup riuh. Apalagi setelah mereka melontarkan banyak pertanyaan mengenai putusnya hubungan Dinda dan Rama. Dan Anto yang mulutnya cukup ember langsung memberitahu bunda mengenai kabar tersebut. “Bun, ada hot news” kata Anto sebelum memulai acara ghibahnya. “Hot news apa, To?” Tanya bunda penasaran. “Sekarang Dinda gak dekat lagi sama Rama” kata anto. “Alhamdulillah. Akhirnya ya, To. Entah kenapa perasaan bunda gak enak aja sama Rama. Gak kaya temen-temennya Dinda yang lain.” Kata bunda seperti bersyukur tentang berita yang dibagikan oleh Anto barusan. “Gak enak kenapa bun?” Kali ini giliran Kartika yang bertanya. “Gak tau ya, Tik. Kaya gal sreg. Feelingnya gak enak aja kalau Dinda sama Rama” jawab bunda “Udah ayok pada makan!” Lanjut bunda mengajak kami semua makan. “Anggap aja syukuran Dinda putus sama Rama” timpal Panji. Tanpa malu-malu langsung menyendok nasi beserta lauk pauknya lalu diikuti oleh yang lainnya. “Assalamu’alaikum..” suara Fauzan adikku saat memasuki rumah. “Wa’alaikumsalam..” jawab kami serempak. Tak lama ia pun muncul “Wihh.. Rame bener nih. Ada acara apa nih kak?” Tanya Fauzan pada sang kakak, Dinda. “Syukuran. Kakak lo udahan sama Rama” jawab satria. “Wuiii.. Congratulation ya kak. Akhirnya setelah sekian lama mata hati Kak Dinda terbuka juga” celoteh adikku yang disambut tawa oleh yang lainnya. “Ganti baju terus cuci tangan dulu. Baru ikutan gabung di sini” kata bunda mengingatkan Fauzan. Dan ia pun segera beranjak ke kamarnya dan tak lama kembali lagi ke ruang makan. “Dari kapan putusnya kak?” Tanya Fuzan ikutan penasaran. “Udah sekarang makan dulu. Tanya jawabnya nanti. Liat itu muka kakak kamu udah gak enak gitu diledek terus dari tadi” kata bunda yang disambut tawa oleh semua yang ada di ruang makan. Kami pun melanjutkan makan siang bersama. Suasana riuh di ruang makan di rumah Dinda selain ramai karna sesi tanya jawab mengenai alasan dibalik kandasnya hubungan Dinda dan Rama, juga ramai karna diselingi oleh celotehan yang gelak tawa dari Geng Kepompong, tak terkecuali bunda dan juga Fauzan. ———————————————————
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD