Ulang Tahun Silvy

1072 Words
Sore itu di rumah Dinda.. “Cuss sekarang yok!” Ajak Satria pada sahabat-sahabatnya. “Yok. Dinda, udah mandi belom lu?” Tanya Ricky. “Belom!” Jawab Dinda singkat. “Mandi beb. Bau!” Timpal Kartika asal. “Dinda kalau libur kerja, mandinya libur juga” bunda menimpali sambil tertawa. “Dih.. Jorok lu Din” timpal Satria. “Iya..iya gue mandi. Tunggu dan jangan ngomongin gue kalau gaue gak ada” pesanku pada mereka yang masih betah duduk-duduk di rumahku. Setelahnya aku segera berlalu ke kamar untuk mandi. Sekitar tiga pulih menit kemudian aku sudah selesai dan menghampiri teman-temanku. “Yok cuss. Naik mobil Ricky semua aja ya. Biar ngirit & sampenya bareng. Jadi gak usah tunggu-tungguan lagi di sana” ajakku setelah itu lalu mencari bunda ke halaman belakang untuk pamit. Diikuti juga oleh yang lainnya. Setelah selesai karokean. Mereka lanjut makan malam bersama di salah satu tempat makan yang masih berada di mall yang sama dengan tempat karaoke yang mereka kunjungi tadi. “Sil, lo kan bentar lagi ulang tahun nih, lo gak ada niatan ngajak kita-kita nginep di villa tante lo lagi kaya tahun kemaren?” Tanya Panji diiringi anggukan tanda setuju oleh yang lain. “Nanti gue tanya tante gue dulu ya. Villanya ada yang sewa gak. Mau kapan? Minggu depan ok gak?” Tanya Silvy pada para sahabatnya. “Boleh. Jum’at-sabtu aja gmn? Biar gak macet berangkatnya?” Tanya Okta “Nah bener tuh” Satria dan yang lain menangguk setuju. Kecuali Dinda dan Panji. “Yah, jumat gue ada meeting pagi. Gak bisa sabtu aja jalannya?” Tanya Panji dengan muka memelas. “Iya sabtu aja. Jumat kan masih kerja” tambahku. “Ya kan bisa cuti” saut Kartika diikuti anggukan kepala dari teman-temanku yang lain sevagai tanda setuju. “Tau nih. Duit udah banyak masih aja kerja mulu lo Din. Cuti sekali-kali. Kerja mulu. Kaya kagak, stress iya nanti” saut Ricky asal. “Lo nyusul aja,Nji. Kelar meeting ijin setengah hari” usul Okta. “Alesannya apa?” Tanya Panji bingung mencari alasan supaya bisa ijin kerja setengah hari. “Bilang aja kucing adek lo mau lahiran. Jd sebagai laki-laki yg bertanggung jawab lo mau mendampingi” jawab Anto asal. Disusul tawa yang lain. “Dinda?” Tanya Silvy diikuti tatapan sahabatnya yg lain. “Iya. Cuti” saut Dinda singkat. “Mantap! Pake mobil siapa nanti?” Tanya Satria. “Ricky sm Dinda aja” usul Silvy. “Yah.. jangan pake mobil gue. Pake mobil Kartika aja. Kemaren pas balik kerja jalanan deket kantor rada banjir. Gue nekat lewat. Abis itu mobil gue jadi gak enak dibawanya” jawab Dinda. “Ya lagi elo udah tau deket kantor kalau ujan deres suka banjir masih aja nekat lewat. Besok-besok kalau ujan gak usah bawa mobil kalau ngantor” kata Panji. “Terus gue naik apa?” Tanya Dinda “Bawa perahu. Jd kalau banjir lo gak bingung” saut Ricky lalu dilempar sedotan oleh Dinda. “Ky, kalau jadi lo jangan bawa cewek ah. Jadi gak seru” kata Satria. “Tau lo. Hampir tiap kita nginep lo bawa cewek mulu” saut Okta. “Gue tau nih. Dia mau modal dikit tapi pengen menang banyak. Secara kan kita kalau nginep di villa patungan. Jadi si Ricky gak perlu keluar duit banyak buat sewa hotel” timpal Silvy. “Huu.. dasar lo cowok gak modal” Aku pun ikut menimpali. “Mumpung. Kapan lagi coba. Modal dikit tapi menang banyak” jawab Ricky asal sambil tertawa. “Eh Sat, cewek kemaren yang lo update di status lo itu siapa?” Tanya Anto ingin tau. “Kepo lu To!” Kata Okta “Gebetan gue lah!” Jawab Satria dengan nada sombong. “Masa.. Gak percaya ah gue. Palingan juga dia boleh nyomot foto cewek di Google terus dijadiin update status. Biar kesannya dia laku” timpal Dinda ikut mengejek Satria. “Dindaaa.. omongan lu pedes bener. Mirip bon cabe level 10” saut Panji diikuti tawa yang lain. “Eh nanti pas nginep kalau gue ajak si Febri gimana?” Tanya Silvy pada teman-temannya sambil matanya menatap ke arah Ricky “Ngapain ajak dia sih?” Tanya Ricky dengan nada kurang suka. “Kemaren-kemaren dia sempet chat gue. Nanya masih suka kumpul sama temen yang lain gak. Gue bilang jarang. Seringnya sama kalian. Terus dia bilang mau ikut kalau mau kumpul lagi.” Jelas Silvy. “Santei Ky. Silaturahmi” Anto menimpali. “Tau lo, Ky. Kenapa sih lo kaya ada masalah sama si Febri-Febri itu?” tanya Dinda penasaran. “Kepo lo ah” jawab Ricky sekenanya. “Biasa.. masalah anak muda” timpal Panji sambil melirik Ricky. “Lah kenal juga lo, Nji sama Si Febri-Febri itu?” Tanya Dinda penasaran. “Iya. Temen kita juga pas SMP. Dulu sekelas sama Kartika sam Silvy kalau gak salah pas kelas 2” Satria menjawab pertanyaanku “Oohh gitu” kata Dinda. Yang memang tidak satu sekolah dengan para sahabatnya. “Kata tante gue pake aja. Blm ada yang sewa buat weekend minggu depan” kata Silvy. “Mantap! Jadi nih kita healing” kata Anto senang. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Geng Kepompong kumpul di rumah Dinda. Cewek-cewek ikut mobil Kartika. Sedangkan para cowok ikut mobil Ricky. Termasuk Febri. Mereka berangkat jam 8 pagi. Sedangkan Panji akan menyusul nanti siang. Begitu sampai di villa.. “Din, lo udah kenalan belom sama si Febri?” Tanya Silvy “Udah” jawabku singkat sambil main hp. “Ngapain sih masih aja megangin hp?” sindir Silvy. “Kerjaan” jawab Dinda singkat. “Yakin? Bukan chatting sama Rama?” Selidik Silvy. “Sekalian” jawab Dinda sambil nyengir “Awas baper. Ke depan yok. Kumpul sama yang lain” ajak Silvy yang dijawab anggukan kepala oleh Dinda. Tanda setuju. “Halooo semuaaa.. Panji is here!” Sapa Panji begitu sampai di villa saat siang beranjak sore. Ia sampai saat yang lain tengah bersantai. Suasana di villa menjadi bertambah ramai dengan kedatangan Panji. Ada saja tingkah & celetukan yang mereka katakan yang mengundang tawa. Malam harinya mereka mengadakan BBQ yang bahan-banyannya telah mereka siapkan dari Jakarta. Hampir selalu ada gelak tawa kalau mereka kumpul. Apa saja dibahas. Siapa saja tak luput untuk diledek. Sampai-sampai Dinda lupa dengan kegalauan hatinya saat itu. ——————————————————————
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD