Sudah setengah jam sejak Rei membeberkan sedikit dari sekian banyak rahasia Saba yang ingin Nigi tahu. Gadis itu masih terpaku di tempatnya saat ini, memandangi wajah pemuda yang terlelap itu dengan perasaan campur aduk. Dia tidak bisa mengekspresikan perasaan itu dan hanya terdiam sejak tadi. Dipandangi bagaimanapun tidak akan ada yang mengira bahwa pemuda itu melewati begitu banyak rasa sakit dalam hidupnya. Dipandangi bagaimanapun tidak akan ada yang mengira bahwa pertahanan yang Saba perlihatkan dari sikap dan sorot mata dinginnya adalah untuk melindungi dirinya sendiri. Sama seperti Nigi yang tidak pernah melihat hal itu, sebelum dia mengetahuinya dari Rei setengah jam lalu. Dinding pertahanan itu begitu kokoh Saba bangun, dinding pertahanan itu berdiri begitu kokoh hingga dapat meng

