Chapter 33 THE HOSTAGE Air tersiram ke wajah Rhaga, membuatnya gelagapan terbangun dari tidurnya akibat terlalu lelah disiksa sepanjang hari. Matanya nyalang menatap lurus ke depan, dilihatnya Tuan Martel telah berdiri membawa sebuah wadah yang tadinya berisi air dan sudah disiramkan ke wajah tampan Rhaga. “Ini akan menjadi perjalanan panjang menuju kematianmu, jika kau tetap bungkam.” “Cuih!” Rhaga meludah, terlihat warna merah bercampur dengan ludahnya. Matanya menatap Tuan Martel dengan tajam, walau sebenarnya dia sudah tidak memiliki daya lagi walau hanya untuk menegakkan kepalanya. “Sangat tangguh, kau sangat tangguh. Jika orang lain pasti akan berpiki bahwa kau adalah ayah dan anak.” “Hentikan omong kosongmu!” ujar Rhaga lirih. Suaranya begitu parau karena bert

