Chapter 34: The Negotiation “Arrghhh ….” Rhaga mengerang setiap kali kain di tangan Tuan Fangli menyentuh luka di tubuhnya. Di sampingnya, Risaya menutup matanya tidak tega melihat Rhaga kesakitan saat diobati. Sementara itu, Aranhe terlihat begitu tegang tak bisa membayangkan perihnya luka yang dialami oleh Rhaga. Lebih baik melihat Rhaga berubah menjadi monster dan kembali dalam keadaan telanj*ang daripada harus melihatnya terbaring penuh luka seperti ini. “Pria itu benar-benar tidak memiliki belas kasih,” ujar Tuan Asuna tak habis pikir. Orang sekuat dirinya saja akan menderita luar biasa jika mendapatkan siksaan seperti Rhaga. Bukan hanya akibat sabetan cambuk, tapi juga akibat sulutan besi panas yang membakar kulit Rhaga hingga melepuh dan terkelupas. “Aku akan memberikan

