Go to Lointz

1039 Words
At Fairy Kingdom   Setelah gagal membawa pemuda yang dilindungi oleh Dewi Sihir, maka rombongan kerajaan pulang dengan tangan hampa. Mereka kini telah sampai ke istana. Raut perempuan cantik nan anggun mengenakan mahkota terlihat cemas, gelisah, bercampur amarah. Ia tampak berpikir keras, seolah ada sesuatu mengganjal di dalam benak yang harus segera direalisasikan.   Aku tidak mau Truantz bebas begitu saja, apalagi anak itu satu-satunya saksi mata, sehingga kalau sampai rahasia terbongkar, bisa kacau! Dewi Aletzhia saja tidak mau membantu, padahal saat di sekitar sungai, sudah yakin kalau fairy prince ada di sana. Lebih baik, besok dikeluarkan perintah resmi, agar mengadakan sayembara, bagi siapa saja yang melihat, mengetahui, bahkan bisa menangkap, akan diberi imbalan, pikir Eliatz.     In Another Forest   Lelaki yang memiliki sepasang sayap, kini muncul di sebuah hutan, akan tetapi bukan tempat yang sama seperti tadi. “Ah, sempurna. Kalau di tempat seperti ini, sudah pasti akan sulit diketahui oleh mereka. Tapi, bau fairy harus hilang dari tubuh. Tentu saja harus melakukan ritual khusus. Lebih baik berubah wujud, supaya bisa berkomunikasi dengan aman,” gumamnya.   “Letzun adgirtz luentz!”   Perubahan pun pelan-pelan terjadi: tubuh yang kecil, perlahan membesar, sayap yang berada di punggung menghilang, sehingga semakin lama menjadi mirip manusia, akan tetapi dengan tinggi badan yang sedikit di atas normal.   “Hm, aku perlu pakaian yang normal, karena orang akan takut, jika melihat sesuatu yang tidak biasa. Selain itu, perlu spell yang kuat, agar siapapun yang mengajak bicara, tidak curiga. Jangan mengeluh, Truantz, karena ini semua kemauanmu," ucap si pemuda bermonolog dengan diri sendiri.   "Extrounz gravtentz legronzt luentz!" Setelah mengucapkan perkataan tersebut, tubuh fairy male yang tadinya polos, berganti dengan pakaian pria lengkap, sehingga tak akan ada manusia biasa curiga, karena penampilan lelaki tersebut meyakinkan.   "Bagus, sekarang harus pergi yang jauh, supaya tidak ketahuan oleh perempuan mengerikan itu. Semua harus dimulai dari nol: identitas, asal-usul, kediaman, pekerjaan, bahasa, dan tentu saja pendamping hidup." Ia pun melangkah, setelah mengucapkan kalimat terakhir.   Sepasang mata biru cemerlang nan memesona itu mengedarkan pandangan ke sekeliling. Setelah yakin dengan tujuan, langsung berjalan keluar dari hutan. Pepohonan di sana di domi*nasi oleh pinus, ditambah ada embun pagi, sehingga menambah kesegaran suasana, dan ketenangan di hati.   Lelaki bertubuh tinggi tegap itu, berjalan dengan mantap. Tak ada kelelahan tampak di raut tampan, namun sikap waspada tetap terpasang, seakan takut ada bahaya mengintai dari segala jarak. Indera pendengaran dipasang, supaya bisa mendengar suara aneh.   Seingatku, ada tiga desa di dekat sini: Stoltz, Gritz, dan Lointz. Penduduk paling ramah ada di Lointz dan terletak di barat daya. Untuk mencapai tempat itu, harus menempuh perjalanan selama sepuluh hari, bila menggunakan kereta kuda. Apakah sebaiknya teleportasi saja, supaya menghemat waktu? Tidak mungkin berjalan kaki bila ke sana, batin Truantz.   Setelah berjalan kira-kira satu jam, yang ada hanya tanah lapang. Di sana, belum terlihat seorang manusia pun, sementara sinar mentari semakin menghangatkan bumi. Kicauan burung terdengar bersahut-sahutan, udara yang sejuk bisa terasa di kulit. Pria berhidung mancung tersebut mengembuskan napas perlahan.   Fairy male itu mengawasi keadaan di sekitar, seakan ingin memastikan keadaan aman, terutama tidak terlihat oleh jangkauan orang awam. Ia berjalan ke sebelah kiri yang mana dua ratus meter dari sana ada semak-semak cukup tinggi, sehingga bisa menyembunyikan diri dari pandangan manusia.   "Lebih baik bersembunyi dulu, karena bukan tak mungkin akan ada manusia biasa di sini. Kalau sampai terlihat, harus menggunakan spell, supaya memori melihat berubah wujud bisa terhapus. Semoga kejadian tersebut bisa dicegah," gumamnya.   Setelah mencapai tempat itu, Truantz langsung masuk, dan berjongkok. Kini, tak ada yang bisa menyadari jika ada seorang prince fairy bersembunyi di sana. Ia memejamkan mata, lalu mulai mengucapkan spell, "Oughtz liotz tuzbt luentz ti Lointz."   Tak lama, tubuh yang sudah menjadi bentuk pria dari kalangan manusia, berubah bentuk, menjadi mengecil, lalu menghilang dari pandangan. Ia tak lagi berada di semak-semak, namun berpindah ke tempat lain, ke Lointz.   Tak jauh dari sana, ada seorang perempuan muda yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik pemuda yang baru saja menghilang dari pandangan. Ia merasa aneh, karena melihat tindakan tak biasa dari pangeran yang melarikan diri dari kerajaan peri, sehingga menimbulkan kecurigaan. Di kedua tangan terdapat keranjang penuh dengan buah murbei.   "Aneh, kenapa laki-laki tadi malah bersembunyi? Apakah dia penjahat, sampai harus menghindar, dan masuk ke semak-semak? Jangan-jangan—“   Gadis tinggi langsing itu, bergegas ke tempat di mana lelaki peri itu menghilang. Di dalam hati terselip seribu tanya, karena tak melihat ada tanda-tanda gerakan atau hal lain muncul dari semak-semak. Suasana yang sepi, membuat segala sesuatu terasa baik-baik saja, dan kejadian yang dilihat seolah tidak pernah terjadi.    Apakah orang asing itu baik-baik saja? Sayang sekali tidak bisa melihat wajah, karena tubuhnya sangat tinggi. Para pria yang biasa ditemui tidak sampai seperti itu. Coba diperiksa dulu, siapa tahu memang ada keadaan gawat, sehingga perlu dirawat, pikir si pembawa buah murbei.   Sesampainya di sana, anak dara tersebut berjalan ke dalam, akan tetapi tidak menemukan apa pun. Sepasang mata emerald itu terbelalak, karena tak memercayai apa yang telah terjadi. Ia terus mencari semakin ke dalam, namun nihil. Tidak ada tanda-tanda jika pernah ada seseorang masuk ke sana, karena yang ada hanya tumbuh-tumbuhan saja. Ingin sekali tak memercayai, bila yang dilihat adalah fatamorgana, namun gadis itu yakin telah menyaksikan Truantz, dan secara ajaib menghilang dari pandangan mata.   “Loh? Ke mana lelaki yang beberapa saat masuk ke sini? Aku yakin tadi melihat dia berada di semak-semak, kenapa sekarang tak ada? Apakah sudah dibawa binatang buas atau terjatuh? Ah, di sini sama sekali tak ada lubang ataupun hewan liar, kecuali di hutan.” Pemilik rambut pirang kecoklatan itu menggeleng beberapa kali. “Jangan katakan, bahwa itu adalah—”   Gadis itu menjadi ketakutan, sehingga kalimat terakhir menggantung. Ia langsung pergi dari sana, sambil tetap membawa keranjang. Raut panik jelas terbaca, seakan telah melihat hantu. Setelah keluar dari semak-semak, langsung berjalan ke arah berlawanan. “Aku bertemu hantu, benar-benar bukan pertanda baik. Apa yang terlihat tadi, sudah pasti bukan manusia, karena tak mungkin menghilang secepat itu. Setelah sampai rumah, harus mandi dan berdoa, agar tidak tertimpa hal buruk.”    ***   Istilah bahasa asing:   1. Letzun adgirtz luentz! = Berubah menjadi manusia! 2. Extrounz gravtentz legronzt luentz! = Pakaikan tubuh ini sama seperti manusia! 3.  Oughtz liotz tuzbt luentz ti Lointz   = Bawalah aku tanpa ketahuan ke Lointz
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD