Setelah membeli sepatu untuk hadiah Alka, kris dan irene pun memutuskan untuk makan malam di sebuah resto yang ada di mall tersebut.
Sampai tiba-tiba ada seorang wanita menghampiri mereka.
“ mas kris?” Sapa wanita itu.
Kris dan Irene serentak menoleh ke arah suara tersebut, seorang wanita berumur sekitar 30 tahun, dia tinggi, berkulit sawo matang, dan rambut warna cokelat yang digerai dengan panjang sebahu, dan... pakaian seksi yang ia kenakan, rok mini sekitar 15cm diatas lutus dan atasan crop berbahan kaos yang membuat pusarnya terlihat dengan jelas.
Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Kris. “halo mas apa kabar?” ucapnya dengan suara manja. Dan langsung menubrukkan bokongnya di kursi tepat di sebelah kris.
Jelas itu meembuat Irene sedikit tak nyaman.
Kris membalas dengan jabatan tangan “aku baik, kamu sendiri apa kabar?” balasnya.
“Yah, seperti yang mas lihat, aku baik-baik saja”. Wanita itu lalu melirik ke arah irene.
Kris pun langsung memperkenalkan, “kenalin ini irene istriku, irene ini aura mantan konsumen ku, waktu itu dia sempat beli apartment tepat dua minggu sebelum kita menikah”.
Irene dan Aura berjabat tangan, irene melemparkan senyum ke arahnya, namun sepertinya wanita itu tidak terlalu suka dengan irene. Nampak muka acuh yang ia perlihatkan pada irene.
“ Aku gak tau kalau mas Kris sudah menikah, kok aku gak diundang mas??” tanya aura,
Irene jelas tidak nyaman dengan apa yang ada dihadapannya saat ini, sebab ia melihat aura dengan mudahnya mengelus lengan kris dan sedikit meremasnya.
“Kenapa bisa wanita itu berbuat itu di hadapanku?!” gerutu irene.
Kris yang sadar akan tindakan aura yang sedikit melewati batas pun, sedikit memberikan bahasa tubuh ke aura bahwa ia tak nyaman dengan perlakuan aura.
“Maaf, aku tidak sempat mengundangmu, karna kami pun hanya mengadakan acara Ijab Kabul tanpa Resepsi” ucap kris tegas.
Aura bukanlah tipe wanita yang mudah menyerah, ia sadar akan penolakan kris. Ia langsung teringat kala itu saat bertemu dengan kris untuk bernegosiasi masalah harga apartment, ia sempat menggoda kris. Yah. Bagaimana ia tidak tergoda, meskipun kris usianya sudah berkepala empat, tapi wajahnya nampak awet muda, belum ada kerutan terlihat di wajahnya, dan belum lagi tubuhnya yang bisa dibilang atletis. Membuat aura yang kali pertama bertemu dengannya tidak dapat menutupi hasrat ingin menyentuh d**a bidang lelaki itu.
Aura jelas tidak senang karna mendengar kris sudah menikah, ia kecewa pada pria yang pernah menolaknya untuk bermalam dengannya saat itu. Terlebih lagi, ia melihat bahwa irene hanyalah gadis biasa yang tidak memiliki tubuh sensual sepertinya.
Irene yang tidak mau melihat suaminya terus digoda oleh kris langsung mengajak kris pulang. “ sayang, kita sudah selesai acara makan malamnya, aku ingin pulang!” nada ajakan irene jelas tinggi dan tidak ingin dibantah.
“Baik sayang” “Em... maaf Aura aku permisi” ucap kris pada aura.
Aura tak menjawab, ia hanya memberikan tatapan tajam kepada irene pertanda tidak suka dan hanya mengangguk kecil dihadapan kris.
Kris dan irene meninggalkan aura di meja itu, aura masih menatap kepergian mereka dengan tataon tidak suka, tanpa sadar ia memgepalkan tangannya dan menggebrak meja di depannya. Sontak itu membuat tamu yang lain menoleh ke arahnya, karna suara gebrakan itu sedikit mengganggu.
Aura lantas pergi dari sana sambil berdecak kesal “bisa-bisanya perempuan itu merebut kris dariku!”.
Aura yang saat ini sudaah berada di dalam mobil dan sudah menyalakan mobilnya. Menggenggam erat kemudinya. Terlihat sekali wajah wanita itu memerah menahan amarah.
Ia mengambil ponsel di tasnya dan melakukan panggilan kepada seseorang.
“Aku ingin kau mencari tahu dimana Kris tinggal, dan latar belakang istrinya Irene!” perintah aura pada seseorang disana.
Ia mematikam panggilan dan melempar ponselnya ke bangku mobil disampingnya dan ia langsung mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi keluar dari area parkir.
...
Kris dan Irene sudah sampai rumah. Sepanjang perjalanan irene sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Kris tahu istrinya sedang dilanda cemburu.
Setelah membersihkan badan, keduanya pun membaringkan diri di tempat tidur, namun ada pandangan berbeda. Kali ini irene nampak memunggungi kris.
Kris yang melihat tingkah istrinya hanya membuang nafas kasar. Ia belum berani mengajak bicara istrinya apalagi bertanya atau menjelaskan soal kejadian di resto tadi.
Kris memilih diam, ia benar-benar tidak menyangka akan bertemu aura disana, wanita itu sedikit agresif. Lebih tepatnya sangat agresif, kris tidak membayangkan jika ia tidak memiliki kesempatan untuk kabur, mungkin sampai saat ini ia masih menjadi pemuas nafsu bagi aura. Wanita itu sedikit gila. Ia dengan terang-terangan menggoda kris saat mereka berada di rumahnya, ia memang manis, tubuhnya pun memiliki kelebihan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Laki-laki mana yang tak mau menghabiskan malam dengan wanita itu. Hanya kris yang menolaknya secara mentah-mentah.
...
Alka yang sedang asik menonton televisi di kamarnya tiba-tiba kepikiran dengan adik perempuannya itu.
Dan ia memutuskan untuk keluar kamar dan menuju kamar lia, dia mengetuk pintu dan memanggil lia, namun tak ada jawaban disana.
Akhirnya kris menekan gagang pintu dan mendorong pintu kedalam, ternyata lia sedang mendengarkan musik, jelas saja ia panggil tidak ada jawaban.
Lalu ia mendekati lia, berbaring di ranjang adiknya. Lia yang menyadari kedatangan kakaknya lalu melepaskan earphone yang mengganjal di telinganya.
“Mas Alka ngapain kesini?”
“Mas pengen aja, udah lama gak masuk kamar kamu, kangen aja situasi kamar ini” jawab alka santai.
Lia lalu berjalan menuju kursi yang di ada di depan meja riasnya, ia duduk disana.
Menatap kesal pada kakaknya sambil menggerutu pelan.
“Jangan kesel gitu mukanya, emang salah kalau mas lagi pengen deketin kamu, mungkin kita bisa memulainya dari awal”.
Seketika lia membuang nafas kasar.
“Sebetulnya aku rindu mas alka yang dulu, yang sikapnya hangat ke aku, selalu perhatian sama aku, tanyain kabar aku setiap hari dan mau tau kegiatan aku seharian” ucap lia dalam hati.
Namun entah mengapa lia masih merasa sangat kesal dengan Alka.
Dia berdiri dan melangkah dengan membanting kakinya keras menuju tempat tidur, merebahkan tubuhnya dan menarik selimut hingga menutupi mukanya.
“Aku ngantuk!! Mas Alka basa basinya udahan deh, keluar sana!!” perintah lia dengan nada kesal.
Alka yang melihat tingkah adiknya lalu tersenyum. Ia merasa tingkah lia kali ini menggemaskan. “sok ngambek.. huft”. Ucap alka lirih.
Alka bangun dari tempat tidur, dan berjalan mendekati adiknya. Berdiri disamping tempat tidur lia, menarik lembut selimut yang menutupi muka lia dan mencium kening adiknya seraya berkata “have a nice dream adek” lalu ia tersenyum dan pergi keluar dari kamar itu.
Lia yang tadi berpura-pura tidur lalu membuka matanya perlahan, mengelus bagian keningnya yang dicium oleh alka, lia tidak bisa menutupi perasaan bahagianya.
Ia hanya berharap semoga kakaknya benar-benar ingin kembali menjadi Alka yang dulu.
...
...
...
...